Buka menu utama

Perubahan

1.203 bita ditambahkan, 5 bulan yang lalu
Tambah informasi
[[Berkas:Cet-bang Majapahit.jpg|jmpl|435x435px|Meriam cetbang Majapahit yang tersimpan di ''The'' ''Metropolitan Museum'' ''of Art'' di New York, Amerika Serikat. Perhatikan lambang [[Surya Majapahit]].]]
Cetbang (Cet-Bang) merupakan senjata sejenis [[meriam]] yang diproduksi dan digunakan pada masa [[Majapahit|kerajaan Majapahit]] (1293–1527 M) dan kerajaan-kerajaan di [[Nusantara]] setelahnya. Berbeda dengan meriam eropa dan timur tengah pada umumnya, cetbang terbuat dari perunggu dan memiliki kamar dan tabung peluru di bagian belakang. Oleh karena itu cetbang juga disebut "meriam coak" yang berarti meriam terbuka/terkuak dalam bahasa Betawi.<ref>{{Cite web|url=https://museumtalagamanggung.blogspot.com/2017/03/meriam-peninggalan-hindia-belanda.html|title=Meriam Peninggalan Hindia Belanda|last=Singhawinata|first=Asep|date=27 March 2017|website=Museum Talagamanggung Online|archive-url=|archive-date=|dead-url=|access-date=9 February 2019}}</ref>
 
Teknologi senjata bubuk mesiu diperkirakan masuk ke Majapahit pada saat invasi tentara [[Kubilai Khan]] dari [[Tiongkok]] di bawah pimpinan [[Ike Mese]] yang bekerjasama dengan [[Raden Wijaya]] saat menggulingkan [[Jayakatwang|Kertanagara]] pada tahun 1293. Saat itu, tentara Mongol menggunakan meriam (Bahasa China: ''Pao'') ketika menyerang pasukan Daha.<ref>Song Lian. [[Sejarah Yuan]].</ref> Pada prasasti Sekar disebutkan Cetbang diproduksi di Rajekwesi, Bojonegoro, sedangkan mesiu utamanya diproduksi di Swatantra Biluluk.<ref>Dr. J.L.A. Brandes, T.B.G., LII (1910)</ref>
 
== Cetbang yang masih ada ==
[[Berkas:Meriam museum bali.jpg|jmpl|267x267px|Meriam jenis cetbang Majapahit yang tersimpan di pelataran Museum Bali]]
Saat ini beberapa meriam cetbang tersimpan di :
# Museum Bali, Denpasar, Bali. Meriam Bali kategori Cetbang ini terdapat di pelataran Museum Bali.
# Museum Talaga Manggung, Majalengka, Jawa Barat. Berbagai cetbang masih terawat dengan baik. Adanya ritual mandi pusaka, termasuk cetbang, menjadikan Cetbang sangat terawat.<ref>{{Cite web|url=http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=948&lang=id|title=Museum Talaga Manggung-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat|website=www.disparbud.jabarprov.go.id|access-date=2018-06-30}}</ref>
# Cetbang beroda empat dapat ditemukan di Istana Panembahan Matan, Mulia Kerta, [[Kalimantan Barat]].<ref>{{Cite web|url=http://picbear.online/tag/meriammelayu|title=Meriam Melayu|last=Rodee|first=Ab|date=11 August 2017|website=Picbear|archive-url=|archive-date=|dead-url=|access-date=16 July 2018}}</ref>
# Beberapa dapat ditemukan pada National Museum of Anthropology (Manila)|National Museum of Anthropology di Manila, Termasuk salah satunya yang dipasang pada dudukan tetap.
# Museum Fatahillah memiliki meriam coak yang dilabeli sebagai "Meriam Cirebon", Pada dudukan tetap yang berornamentasi. Ukuran pajangannya adalah PxLxT 234x76x79 cm.<ref>{{Cite web|url=https://belajar.kemdikbud.go.id/PetaBudaya/Repositorys/museum_sejarah_jakarta/|title=Museum Sejarah Jakarta|last=|first=|date=|website=Rumah Belajar|archive-url=|archive-date=|dead-url=|access-date=9 February 2019}}</ref>
 
Berbagai meriam cetbang juga ada di :
# Pantai Dundee, Northern Territory, Australia pada 2 Januari 2010. Dari hasil riset oleh Department of Arts & Museum, Northern Territory Government disimpulkan bahwa meriam kecil (swivel gun) yang ditemukan terbuat dari perunggu diperkirakan berasal dari abad ke-16, sebelum penemuan benua Australia oleh penjelajah Inggris [[James Cook]]. Setelah dibandingkan dengan meriam kecil lain dari Eropa maupun Asia, meriam kecil tersebut lebih mendekati model meriam kecil dari Asia Tenggara (meriam Ternate, meriam makassar, meriam bali) dibandingkan dari model eropa. Sehingga terdapat kemungkinan meriam tersebut berasal kapal Makassar/Bugis yang terdampar atau mendarat untuk mengambil air bersih di pantai utara Australia.<ref>Clark,Paul. Dundee Beach Swivel Gun : Provenance Report. Department of Arts & Museum NTG, 2015.</ref>[[Berkas:Sharben Sukatanya - Meriam kuno selayar.jpg|jmpl|247x247px|Meriam kuno jenis cetbang yang ditemukan di Pulau Selayar (Foto: Sharben Sukatanya - Selayar)]]
# Dusun Bissorang, Kabupaten Kepualauan Selayar, Provinsi [[Sulawesi Selatan]]. Terdapat peninggalan meriam kuno berjenis Cetbang yang diperkirakan berasal dari zaman Majapahit. Meriam ini dalam kondisi yang cukup baik dan dirawat oleh warga setempat. Warga setempat menyebut cetbang ini ba'dili atau Papporo Bissorang.<ref>{{Cite web|url=http://www.kabarkami.com/ditemukan-meriam-kuno-peninggalan-majapahit-di-selayar.html|title=Ditemukan, Meriam Kuno Peninggalan Majapahit di Selayar|website=www.kabarkami.com|access-date=2017-01-17}}</ref>
# Desa Lubuk Mas di kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Indonesia. Merupakan peninggalan era Mataram Islam (1587–1755) yang ada di Sumatera Selatan.<ref>{{Citation|last=Sukandar Rawas|title=Meriam kuno lubuk mas|date=2017-10-22|url=https://www.youtube.com/watch?v=dbOavbyLAYg|accessdate=2018-05-27}}</ref>
 
== Gallery ==
<gallery mode="packed" widths="170" heights="170">
File:Sharben Sukatanya - Meriam kuno selayar.jpg|thumb|Meriam kuno jenis cetbang yang ditemukan di Pulau Selayar (Foto: Sharben Sukatanya - Selayar)
[[BerkasFile:Meriam museum bali.jpg|jmpl|267x267pxthumb|Meriam jenis cetbang Majapahit yang tersimpan di pelataran Museum Bali]]
File:San Diego gallery.jpg|Galeri San Diego, National Museum of Anthropology di Filipina. Meriam paling kiri adalah cetbang berukuran sedang pada dudukan tetap
</gallery>
 
== Lihat Pula ==