Buka menu utama

Perubahan

1.093 bita ditambahkan, 5 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
| desa = Cibatu
| kodepos = 44185
| lintang = -7.1001147
| bujur = 107.9794667
| kode = CB
| tinggi = +612 m
| nomor = 1613
}}
[[Berkas:Stasiun_Cibatu.jpg|200px|jmpl|''Overkapping'' sisitimur Stasiun Cibatu, 2018|kiri]] '''Stasiun Cibatu (CB)''' adalah [[stasiun kereta api]] kelas II yang terletak di [[Cibatu, Cibatu, Garut]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +612 meter ini termasuk dalam [[Daerah Operasi II Bandung]] dan saat ini merupakan salah satu stasiun kereta api aktif yang terbesar di [[Kabupaten Garut]]. Stasiun ini memiliki empat jalur aktif dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Tidak jauh ke arah utara stasiun, terdapat sebuah bangunan [[dipo lokomotif]] kecil yang saat ini berstatus subdipo.
[[Berkas:Peron_Stasiun_Cibatu.jpg|200px|jmpl|Peron stasiun Cibatu|kiri]]
[[Berkas:Stasiun_Cibatu.jpg|200px|jmpl|Stasiun Cibatu, 2018|kiri]] '''Stasiun Cibatu (CB)''' adalah [[stasiun kereta api]] kelas II yang terletak di [[Cibatu, Cibatu, Garut]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +612 meter ini termasuk dalam [[Daerah Operasi II Bandung]] dan saat ini merupakan salah satu stasiun kereta api aktif yang terbesar di [[Kabupaten Garut]]. Stasiun ini memiliki empat jalur aktif dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Tidak jauh ke arah utara stasiun, terdapat sebuah bangunan [[dipo lokomotif]] kecil yang saat ini berstatus subdipo.
 
Lokasi stasiun ini kurang lebih 21 kilometer di sebelah utara [[Garut Kota, Garut|ibu kota Kabupaten Garut Kota]]. Posisi dan ukuran stasiun yang relatif besar ini menjadikan stasiun ini menjadi stasiun utama keberangkatan bagi warga Garut untuk bepergian ke berbagai jurusan di Jawa dengan kereta api.
== Sejarah ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Treinen op het station van Tjibatoe West-Java TMnr 60010786.jpg‎|jmpl|300px|Stasiun Cibatu pada tahun 1918, pada masa kolonial Belanda<br>(Dok. [[Tropenmuseum]])|kiri]]
[[Berkas:Cibatu sta 141122-0186 rwg.JPG|jmpl|300px|Stasiun Cibatu pada tahun 2014. Sebelah kiri depan adalah menara air untuk memasok [[lokomotif uap]] pada masa silam.]]
Stasiun Cibatu didirikan pada tahun [[1889]] setelah diresmikannya jalur kereta api yang menghubungkan [[Stasiun Cicalengka]] dengan [[Stasiun Cilacap|Cilacap]] oleh [[Staatsspoorwegen]], maskapai kereta api milik Pemerintah [[Hindia Belanda]]. Pada tahun [[1926]] dibuka jalur baru yang menghubungkan Cibatu dengan [[Cikajang, Garut|Cikajang]]. [[Jalur kereta api Cibatu-Cikajang]] tercatat sebagai relasi jalur yang melewati rute jalur tertinggi di [[Pulau Jawa]] (> 1.200 m dpl), namun sejak tahun [[1983]] jalur tersebut sudah tidak beroperasi lagi.
 
Stasiun ini dahulu memiliki percabangan menuju [[Jalur kereta api Cibatu–Cikajang|Garut–Cikajang]], namun saat ini jalurnya telah dinonaktifkan karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Saat ini jalur ini sedang dalam progres reaktivasi, tetapi hanya sampai Garut saja.<ref>{{Cite web|url=https://regional.kompas.com/read/2018/12/13/16531041/fakta-di-balik-reaktivasi-jalur-ka-cibatu-garut-ancam-jalan-kampung-hingga|title=Fakta di Balik Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Ancam Jalan Kampung hingga Tarif Murah Meriah|last=Media|first=Kompas Cyber|website=KOMPAS.com|language=id|access-date=2019-02-09}}</ref>
Tidak jauh dari stasiun terdapat [[dipo lokomotif]] sebagai tempat perbaikan & pemeliharaan lokomotif uap. Dipo lokomotif ini berfungsi pula sebagai dipo lokomotif cadangan jika ada lokomotif yang harus diganti dalam perjalanan karena kerusakan atau jika ada lokomotif dengan rangkaian yang membutuhkan tenaga tambahan (biasanya traksi ganda). Pada tahun [[1983]], seiring ditutupnya jalur [[Jalur kereta api Cibatu-Cikajang|Cibatu-Garut-Cikajang]], dipo tersebut tidak lagi beroperasi sebagai salah satu dipo utama. Saat ini dipo tersebut hanya berstatus sebagai sub dipo.
 
== Sejarah ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Treinen op het station van Tjibatoe West-Java TMnr 60010786.jpg‎|jmpl|300px198x198px|Stasiun Cibatu pada tahun 1918, pada masa kolonial Belanda<br>(Dok. [[Tropenmuseum]])|kiri]]
Stasiun Cibatu dibuka pada tanggal 14 Agustus 1889 setelah diresmikannya jalur kereta api yang menghubungkan [[Stasiun Cicalengka]] dengan [[Stasiun Cilacap|Cilacap]] oleh [[Staatsspoorwegen]], maskapai kereta api milik Pemerintah [[Hindia Belanda]]. Jalur yang menuju [[Stasiun Garut|Garut]] juga diresmikan pada tanggal yang sama. Untuk perpanjangan jalur yang menuju Cikajang dibuka pada tanggal 1 Agustus 1930 oleh SS.<ref>{{Cite book|title=Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932|last=Staatsspoorwegen|first=|publisher=Burgerlijke Openbare Werken.|year=1921–1932|isbn=|location=Batavia|pages=}}</ref>
 
Pada era [[Hindia Belanda|kolonial Belanda]], Stasiun Cibatu merupakan stasiun primadona karena menjadi tempat pemberhentian wisatawan Eropa yang ingin berlibur ke daerah Garut. Dalam buku ''Seabad Grand Hotel Preanger 1897-1997'' yang ditulis oleh [[Haryoto Kunto]], antara tahun 1935-1940 setiap hari di stasiun Cibatu diparkir selusin taksi dan limousine milik hotel-hotel di Garut, di antaranya Hotel Papandayan, Villa Dolce, Hotel Belvedere, Hotel Van Hengel, Hotel Bagendit, Villa Pautine, dan Hotel Grand Ngamplang. Saat itu daerah Garut dengan kondisi alamnya yang indah memang merupakan daerah favorit [[wisatawan]] yang berasal dari [[Eropa]].
 
Setelah kemerdekaan Indonesia, tahun [[1946]], [[Presiden Republik Indonesia]] saat itu, [[Soekarno|Ir Soekarno]], juga sempat berkunjung ke Stasiun Cibatu dalam rangkaian perjalanan menggunakan kereta api luar biasa melalui jalur selatan. Sepanjang perjalanan tersebut, rakyat di kota-kota kecil meminta Soekarno untuk turun di setiap stasiun (termasuk Stasiun Cibatu) dan berpidato.<ref name=":0" />
== Bangunan dan tata letak ==
Stasiun ini memiliki empat jalur aktif dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Tidak jauh ke arah utara stasiun, terdapat sebuah bangunan [[dipo lokomotif]] kecil yang saat ini berstatus subdipo.
 
Tidak jauh dari stasiun terdapat [[dipo lokomotif]] sebagai tempat perbaikan &dan pemeliharaan lokomotif uap. Dipo lokomotif ini berfungsi pula sebagai dipo lokomotif cadangan jika ada lokomotif yang harus diganti dalam perjalanan karena kerusakan atau jika ada lokomotif dengan rangkaian yang membutuhkan tenaga tambahan (biasanya traksi ganda). Pada tahun [[1983]], seiring ditutupnya jalur [[Jalur kereta api Cibatu-Cikajang|Cibatu-Garut-Cikajang]], dipo tersebut tidak lagi beroperasi sebagai salah satu dipo utama. Saat ini dipo tersebut hanya berstatus sebagai sub dipo.
 
== Layanan kereta api ==
=== Penumpang ===
|18.23
|}
 
== Galeri ==
<gallery>
Berkas:Cibatu sta 141122-0186 rwg.JPG|''Overkapping'' sisi timur
Berkas:Peron Stasiun Cibatu.jpg|''Overkapping'' sisi timur, lama
Berkas:Stasiun Cibatu Barat.jpg|Peron stasiun
</gallery>
 
== Referensi ==