Orang Kurdi: Perbedaan revisi

1 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Perancis +Prancis)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Perancis +Prancis))
Terpecahnya geografis, sejarah, dan politik bangsa Kurdistan terjadi pertama kali pada tahun 1514 menyusul [[pertempuran Chaldiran]] antara [[Dinasti Safawiyah]] dan [[Ottoman]] yang membawa mereka menandatangani sebuah perjanjian pembagian pengaruh di wilayah Kurdi.
 
Pemecahan wilayah Kurdi tahap kedua dilakukan dalam [[perjanjian Sykes Picot]] antara [[Inggris]] dan [[PerancisPrancis]] dengan dihadiri wakil dari [[Kaisar Rusia]] pada tahun 1916. Kemudian, proses pemecahan Kurdi berlanjut berdasarkan [[perjanjian Sevres]] tahun 1919 dan [[perjanjian Lausanne]] tahun 1923.
 
Dalam berbagai perjanjian tersebut dicapai pembagian final wilayah dan bangsa Kurdi, yaitu Kurdi Utara (Turki) yang memiliki wilayah terluas, yakni 194.000 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 13 juta jiwa; Kurdi Timur (Iran) yang memiliki wilayah terluas kedua, yakni 125.000 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 8 juta jiwa; Kurdi Selatan (Irak) yang memiliki wilayah terluas ketiga, yakni 72.000 kilometer persegi dengan penduduk 6 juta jiwa; Kurdi Barat (Suriah) yang memiliki wilayah terluas keempat, yakni 18.000 kilometer persegi dengan penduduk 1 juta jiwa; dan Kurdi [[Armenia]] (bekas [[Uni Soviet]]) yang memiliki luas 18.000 kilometer persegi dengan penduduk 1 juta jiwa.