Buka menu utama

Perubahan

3 bita dihapus ,  7 bulan yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Perancis +Prancis)
# Dimensi-dimensi politik
 
Reformasi-reformasi yang terjadi misalnya pendirian [[seminari|seminari-seminari]] untuk pelatihan [[imam|para imam]] secara tepat dalam kehidupan rohani dan [[Teologi Katolik|tradisi-tradisi teologis]] Gereja, pembaruan [[hidup bakti|kehidupan membiara]] dengan mengembalikan [[tarekat religius|tarekat-tarekat]] kepada landasan-landasan kerohanian mereka, serta gerakan-gerakan kerohanian baru yang berfokus pada kehidupan devosional dan relasi pribadi dengan [[Kristus]], termasuk para [[mistikus Spanyol]] dan [[aliran spiritualitas PerancisPrancis]].<ref name="britannica.com">{{en}} {{cite web |url=http://www.britannica.com/EBchecked/topic/140219/Counter-Reformation |title=Counter-Reformation |publisher=Encyclopædia Britannica, Inc.}}</ref>
 
Periode ini juga menyangkut aktivitas-aktivitas politik yang mencakup [[Inkuisisi Roma]]. Salah satu penekanan utama Kontra-Reformasi adalah misi untuk menjangkau bagian-bagian dunia yang pernah menjadi [[Gelombang pertama kolonisasi Eropa|koloni]] yang dominan Katolik dan juga adanya upaya untuk mengubah kembali wilayah-wilayah seperti Swedia dan Inggris yang pernah menjadi wilayah-wilayah dominan Katolik, namun telah didominasi Protestan pada masa Reformasi Protestan.<ref name="britannica.com"/>
Ketika pihak [[Calvinisme|Kalvinis]] menguasai berbagai wilayah [[Sejarah Belanda|Belanda]] dalam [[Pemberontakan Belanda]], pihak Katolik yang dipimpin oleh [[Felipe II dari Spanyol]] mengadakan perlawanan. Sang raja mengutus [[Alessandro Farnese, Adipati Parma|Alessandro Farnese]] sebagai Gubernur Jenderal [[Belanda Spanyol]] dari tahun 1578 sampai 1592.
 
Farnese memperoleh keberhasilan dalam kampanye militer tahun 1578–1592 yang dipimpinnya untuk mengatasi [[Pemberontakan Belanda]], merebut kota-kota utama di selatan Spanyol – Belgia dan mengembalikan kendali atas kota-kota itu kepada Spanyol Katolik.<ref>{{en}} Bart de Groof, "Alexander Farnese and the Origins of Modern Belgium", ''Bulletin de l'Institut Historique Belge de Rome'' (1993) Vol. 63, pp 195–219.</ref> Ia memanfaatkan perpecahan yang terjadi dalam jajaran lawan-lawannya antara kaum Flandria yang berbahasa Belanda dengan kaum Walonia yang berbahasa PerancisPrancis, menggunakan persuasi untuk mengambil keuntungan dari perpecahan tersebut dan menimbulkan perselisihan yang semakin meningkat. Dengan demikian ia dapat mengembalikan loyalitas provinsi-provinsi Walonia kepada sang raja. Melalui [[Uni Arras|perjanjian Arras]] tahun 1579, ia mengamankan dukungan dari <nowiki>'</nowiki>''Malcontents''<nowiki>'</nowiki>, sebutan bagi para bangsawan Katolik di wilayah selatan.
 
Tujuh provinsi utara beserta Flandria dan Brabant, yang dikuasai oleh pihak Kalvinis, menanggapi dengan [[Uni Utrecht]] dan memutuskan untuk tetap bersatu guna melawan Spanyol. Farnese mengamankan basisnya di [[:en:County of Hainaut|Hainaut]] dan [[Artois]], kemudian bergerak melawan [[Kadipaten Brabant|Brabant]] dan [[Flandria]]. Kota demi kota dapat dikuasainya: [[Tournai]], [[Maastricht]], [[Breda]], [[Brugge]] dan [[Gent]] membuka gerbang baginya.
 
== Area yang terkena dampak ==
Kontra-Reformasi dipandang berhasil mengurangi pengaruh [[Protestanisme]] di [[Polandia]], [[PerancisPrancis]], [[Italia]], [[Irlandia]], dan daratan yang dikuasai [[Wangsa Habsburg]], termasuk [[Austria]], [[Jerman]] selatan, [[Bohemia]] (sekarang [[Ceko]]), [[Belanda Spanyol]] (sekarang [[Belgia]]), [[Kroasia]], dan [[Slovenia]]. Namun dipandang mengalami kegagalan untuk meraih keberhasilan sepenuhnya di [[Hongaria]], tempat minoritas Protestan dengan jumlah yang signifikan berdiam sampai hari ini, kendati umat Katolik masih menjadi mayoritas.
 
{{multiple image
462.352

suntingan