Buka menu utama

Perubahan

k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Perancis +Prancis)
[[Berkas:Stupa Borobudur.jpg|jmpl|250px|[[Stupa]] Buddha di [[Candi Borobudur]] yang dibangun [[Dinasti Syailendra]].]]
Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan maritim yang berada di [[Sumatera]], namun kekuasaannya mencapai [[Jawa]], [[Kalimantan]], [[Sulawesi]], [[Semenanjung Malaya]], [[Thailand]], [[Kamboja]] dan lainnya. Sriwijaya berasal dari [[bahasa Sanskerta]], ''sri'' adalah "bercahaya" dan ''vijaya'' adalah "kemenangan". Kerajaan Sriwijaya mula-mula berdiri sekitar tahun [[600]] dan bertahan hingga tahun [[1377]].
Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan yang sempat terlupakan, yang kemudian dikenalkan kembali oleh sarjana PerancisPrancis, bernama [[George Cœdès]] pada tahun 1920-an<ref name="Kerajaan Sriwijaya">[http://melayuonline.com/ind/history/dig/330 Kerajaan Sriwijaya], diakses 8 April 2011 21.28 WIB</ref><ref name="TAYLOR_26">{{cite book|last=Taylor|first=Jean Gelman|title=Indonesia: Peoples and Histories|publisher=Yale University Press|year=2003|location= New Haven and London|url=|doi=|pages=8–9|isbn= 0-300-10518-5}}</ref>. George Cœdès memperkenalkan kembali sriwijaya berdasarkan penemuannya dari prasasti dan berita dari [[Tiongkok]]. Penemuan George Coedes kemudian dimuat dalam koran berbahasa Belanda dan Indonesia<ref name="TAYLOR_26"/>. Dan sejak saat itu kerajaan sriwijaya mulai dikenal kembali oleh masyarakat.
Hilangnya kabar mengenai keberadaan Sriwijaya diakibatkan oleh sedikitnya jumlah peninggalan yang ditinggalkan oleh kerajaan sriwijaya sebelum runtuh. Beberapa penyebab runtuhnya Kerajaan Sriwijaya, yaitu:
* Serangan dari [[Dinasti Chola]] dari [[Koromandel]], India Selatan ([[1017]]&[[1025]])<ref name="Kerajaan Sriwijaya"/>
456.406

suntingan