Balai Pustaka: Perbedaan revisi

652 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Mengganti kategori yang dialihkan BUMN menjadi Badan usaha milik negara di Indonesia)
 
Di era itu juga menjadi penanda penyebaran [[sastra Jawa Modern]]. Jumlah buku [[bahasa Jawa|berbahasa Jawa]] lebih banyak dibandingkan yang berbahasa Melayu. Dari penelusuran [[George Quinn]], pada katalog Balai Pustaka di [[1920]], ada 40 buku [[bahasa Madura|berbahasa Madura]], 80 judul [[bahasa Melayu|berbahasa Melayu]], hampir 100 buku [[bahasa Sunda|berbahasa Sunda]], dan hampir 200 berbahasa Jawa. Pada tahun ini pula lahir novel ''Serat Rijanto'' karangan [[Raden Bagoes Soelardi]] yang menjadi tonggak sastra Jawa modern.
{{-}}
<gallery mode=packed heights=200px caption="Buku-buku yang diterbitkan sebelum 1945">
Layang Sri Juwita.pdf|''Layang Sri Juwita''; Mas Sasra Sudirja (Bahasa Jawa; 1919)
Serat Ngesti Darma.pdf|''Serat Ngesti Darma''; Prawirowinoto (Bahasa Jawa; 1919)
Ngelmu Kawarasan by Sardjito.pdf|''Ngelmu Kawarasan''; {{illm|Sardjito|id|Sardjito}} (Bahasa Jawa; 1920)
Tjermin Kanak-Kanak (1920).pdf|''Tjermin Kanak-Kanak''; A. Sastraprawira (Bahasa Melayu, 1920)
Ilmoe_Pendidikan_(1921).pdf|''Ilmoe Pendidikan''; Raden Poera di Redja (Bahasa Melayu; 1921)
Djasa jang Ta' Diloepakan.pdf|''Djasa jang Ta' Diloepakan'' (Bahasa Melayu-Indonesia; 1943)
</gallery>
 
== Era pendudukan Jepang ==