Buka menu utama

Perubahan

bentuk baku
Sebelum Islam mendapat tempat di antara masyarakat Nusantara, pedagang Muslim telah hadir selama beberapa abad. Sejarawan [[Merle Ricklefs]] (1991) mengidentifikasi dua proses tumpang tindih dimana Islamisasi Nusantara terjadi: antara orang Nusantara mendapat kontak dengan Islam dan dikonversi menjadi muslim, dan/atau Muslim Asia asing ([[India]], [[Bangsa Cina|China]], [[orang Arab|Arab]], dll) menetap di Nusantara dan bercampur dengan masyarakat lokal. Islam diperkirakan telah hadir di [[Asia Tenggara]] sejak awal era Islam. Dari waktu khalifah ketiga Islam, '[[Utsman]]' (644-656) utusan dan pedagang Muslim tiba di China dan harus melewati rute laut Nusantara, melalui Nusantara dari dunia Islam. Melalui hal inilah kontak utusan Arab antara tahun 904 dan pertengahan abad ke-12 diperkirakan telah terlibat dalam negara perdagangan maritim [[Sriwijaya]] di [[Sumatra]].
 
Kesaksian awal tentang kepulauan Nusantara terlacak dari [[Kekhalifahan Abbasiyah]], menurut kesaksian awal tersebut, kepulauan Nusantara adalah terkenal di antara [[pelaut]] [[Muslim]] terutama karena kelimpahan komoditas [[perdagangan rempah-rempah]] berharga seperti [[Pala]], [[CengkehCengkih]], [[Lengkuas]] dan banyak lainnya.<ref>http://gernot-katzers-spice-pages.com/engl/spice_geo.html#asia_southeast</ref>
 
Kehadiran Muslim asing di Nusantara bagaimanapun tidak menunjukkan tingkat konversi pribumi Nusantara ke Islam yang besar atau pembentukan negara Islam pribumi di Nusantara.<ref name="RICKLEFS">{{cite book | last =Ricklefs | first =M.C. | authorlink = | coauthors = | title =A History of Modern Indonesia since c.1300, 2nd Edition | publisher =MacMillan | year=1991 | location =London | url = | doi = | isbn = 0-333-57689-6}}</ref>{{rp|3}} Bukti yang paling dapat diandalkan tentang penyebaran awal Islam di Nusantara berasal dari tulisan di batu nisan dan sejumlah kesaksian peziarah. Nisan paling awal yang terbaca tertulis tahun 475 [[Tahun Hijriyah|H]] ([[1082]] [[Masehi|M]]), meskipun milik seorang Muslim asing, ada keraguan apakah nisan tersebut tidak diangkut ke Jawa di masa setelah tahun tersebut. Bukti pertama Muslim pribumi Nusantara berasal dari [[Sumatera Utara]], [[Marco Polo]] dalam perjalanan pulang dari China pada tahun [[1292]], melaporkan setidaknya satu kota Muslim,<ref name="RAW">{{cite journal|title=Islam in the Netherlands East Indies|author=Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo|journal=The Far Eastern Quarterly|volume=2|issue=1|pages=48–57|doi=10.2307/2049278|month=November|year=1942|jstor=2049278}}</ref> dan bukti pertama tentang dinasti Muslim adalah nisan tertanggal tahun 696 H ([[1297]] M), dari Sultan [[Malik al-Saleh]], penguasa Muslim pertama Kesultanan [[Samudera Pasai]], dengan batu nisan selanjutnya menunjukkan diteruskannya pemerintahan Islam. Kehadiran sekolah pemikiran [[Syafi'i]], yang kemudian mendominasi Nusantara dilaporkan oleh [[Ibnu Battutah]], seorang peziarah dari [[Maroko]], tahun [[1346]]. Dalam catatan perjalanannya, Ibnu Battutah menulis bahwa penguasa Samudera Pasai adalah seorang [[Muslim]], yang melakukan kewajiban agamanya sekuat tenaga. [[Madh'hab]] yang digunakannya adalah [[Imam Syafi'i]] dengan kebiasaan yang sama ia lihat di India.<ref name="RAW"/>
* ''[[Sejarah Banten]]'' - Sebuah teks Jawa yang berisi cerita konversi.
 
Dari teks-teks yang disebutkan di sini, teks-teks Melayu menggambarkan proses konversi ke Islam sebagai ritual pelepasan yang signifikan, ditandai dengan tanda-tanda formal dan nyata dari ritual konversi, seperti [[sunat]], [[Kredo|pengakuan iman]], dan mengadopsi [[nama Arab]]. Di sisi lain, ketika peristiwa-peristiwa magis masih memainkan peran penting dalam kesaksian Jawa tentang Islamisasi, peristiwa magis dalam konversi ke Islam menurut kesaksian teks-teks Melayu tidak ditemukan. Hal ini menunjukkan proses konversi Jawa ke Islam lebih merupakan "menyerap" Islam ketimbang berpindah, <ref name="RICKLEFS"/>{{rp|9}} hal ini konsisten dengan elemen [[sinkretisme]] agama yang secara signifikan lebih besar dalam Islam kontemporer Jawa dibandingkan terhadap Islam yang relatif lebih ortodoks di [[Sumatera]] dan [[Semenanjung Malaya]] (sekarang [[Malaysia]]).
 
== Lihat pula ==
== Referensi ==
{{reflist}}
 
 
{{Islam di Indonesia}}
 
{{DEFAULTSORT:Penyebaran Islam di Nusantara}}
[[Kategori:Sejarah Islam di Indonesia| Sejarah Islam di Indonesia ]]
[[Kategori:Islam di Indonesia]]
[[Kategori:Sejarah Indonesia]]
247.950

suntingan