Rasuna Said: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  2 tahun yang lalu
(→‎Perjuangan politik: bentuk baku)
== Perjuangan politik ==
[[Berkas:RasunaSaid.jpg|175px||jmpl|Rasuna Said]]
Awal perjuangan politik Rasuna Said dimulai dengan beraktifitasberaktivitas di Sarekat Rakyat (SR) sebagai Sekretaris cabang. Rasuna Said kemudian juga bergabung dengan Soematra Thawalib dan mendirikan [[Persatuan Muslimin Indonesia]] (PERMI) di [[Bukittinggi]] pada tahun 1930. Rasuna Said juga ikut mengajar di sekolah-sekolah yang didirikan PERMI dan kemudian mendirikan Sekolah Thawalib di [[Padang]], dan memimpin Kursus Putri dan Normal Kursus di Bukittinggi. Rasuna Said sangat mahir dalam berpidato mengecam pemerintahan Belanda. Rasuna Said juga tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum ''Speek Delict'', yaitu hukum kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda.
 
Rasuna Said sempat di tangkap bersama teman seperjuangannya [[Rasimah Ismail]], dan dipenjara pada tahun 1932 di [[Semarang]]. Setelah keluar dari penjara, Rasuna Said meneruskan pendidikannya di Islamic College pimpinan KH Mochtar Jahja dan Dr Kusuma Atmaja.