Buka menu utama

Perubahan

bentuk baku
 
==== Roket Pendorong Sonda ====
Disebut sebagai ''RX'' (Roket eXperimental), dipersiapkan untuk peluncuran satelit secara mandiri pada tahun 2014 dan pengembangan ''Satelite Launch Vehicle (SLV)'' yang ditargetkan LAPAN dapat rampung pada tahun 2024.<ref name=profil> http://lapan.go.id/profil/index.html</ref> Semua Roket RX diujicobakan di Pangkalan Ujicoba Roket [[Pameungpeuk, Garut]], [[Jawa Barat]].
* RX-100
Spesifikasi RX-100 meliputi diameter roket sebesar 110 &nbsp;mm, bobot 30 &nbsp;kg, panjang roket 1900mm, dan memiliki propelan tipe padat. RX-100 diperkirakan dapan mencapai kecepatan maksimum 1.7 [[mach]], menempuh jarak 11 Km, dan mencapai tinggi 7 Km.
RX-100 telah berhasil diujicobakan oleh [[TNI Angkatan Darat]] dengan [[PT Pindad]] pada 31 Maret 2009, dengan menggunakan [[panser]] Pindad dan menempuh jarak 24 Km.<ref name=RPS>http://www.globalsecurity.org/space/world/indonesia/rps.htm</ref>
* RX-250
RX-250 sudah diujicobakan berkala sejak tahun 1987 hingga 2005.<ref name=RPS/>
* RX-320
RX-320 memiliki diameter roket sebesar 320 &nbsp;mm. RX-320 telah berhasil diujicobakan pada 30 Mei dan 2 Juli 2008.<ref name=RPS/>
* RX-420
RX-420 memiliki spesifikasi antara lain diameter roket sebesar 420 &nbsp;mm, beban saat terbang 1000 Kg, panjang roket 6200 &nbsp;mm, dan memiliki propelan tipe padat. RX-420 membutuhkan waktu 13 detik untuk pengapian roket dan diprediksikan dapat terbang selama 205 detik. Roket ini juga diprediksikan mampu mencapai kecepatan maksimum 4.5 mach, dapat menempuh jarak 101 Km, dan mencapai tinggi 53 Km.
RX-420 berhasil diujicobakan pada 2 Juli 2009, dengan menggunakan bahan baku dalam negeri.<ref name=RPS/>
* RX-520
* RX-550
RX-550 memiliki spesifikasi yakni diameter roket sebesar 550 &nbsp;mm, berbobot 3 ton, dan memiliki panjang 6000 &nbsp;mm. RX-550 diprediksikan dapat terbang hingga ketinggian 100 Km dan jangkauan 300 Km.<ref name=RPS/>
RX-550 telah melalui uji statis pada tahun 2012 dan direncanakan akan diujicobakan pada pertengahan 2013.<ref>http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/370623-2025--lapan-yakin-ri-luncurkan-satelit-secara-mandiri</ref>
 
{{main|LAPAN-A2}}
Proyek LAPAN A-2 dilaksanakan sepenuhnya di Pusat Teknologi Satelit, [[Rancabungur, Ranca Bungur, Bogor|Rancabungur]], [[Bogor]], Jawa Barat. Dengan dimensi 50x47x38 cm3 dan bobot 70 Kg, LAPAN A-2 diharapkan dapat berputar terhadap bumi setiap 20 menit dengan pola orbit geostationer di atas khatulistiwa dan memiliki radius deteksi lebih dari 100 Km.<ref>http://sains.kompas.com/read/2012/08/31/14443720/Lapan.A2.Satelit.Produksi.Indonesia</ref>
Pada 5 November 2008, LAPAN sepakat untuk bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) dalam pemanfaatan satelit LAPAN A-2. Satelit ini akan dilengkapi dengan [[transponder]] UHF/VHF berfrekuensi 145.880 [[MHz]] dan 435.880 &nbsp;MHz serta digipeater APRS berfrekuensi 145.825MHz825&nbsp;MHz.<ref>http://www.orari.or.id/read.php?id=256</ref>. Satelit ini ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun 2013, menunggu kesiapan roket pengangkut satelit milik [[India]].<ref>http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/347889-luncur-tahun-depan--ini-fungsi-satelit-a2-lapan?</ref>
* '''LAPAN - [[Institut Pertanian Bogor]]''' ('''LAPAN-IPB''' / '''LAPAN A-3''')
Satelit LAPAN A-3 memiliki dimensi 50x50x70 cm3 dengan berat 120 Kg, akan dilengkapi dengan pemotret luar angkasa digital, Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) untuk lalu lintas perairan, peralatan radio amatir dan repeater, serta pemotret citra permukaan bumi (''multispectral imager'') dengan resolusi tinggi dan pengiriman data berkecepatan 105 Mbps<ref>[http://www.arah.com/article/3675/keren-lapan-akan-luncurkan-satelit-karya-anak-negeri.html Keren! LAPAN Akan Luncurkan Satelit Karya Anak Negeri] Arah.com, tanggal 20 Mei 2016. Diakses tanggal 20 Mei 2016</ref>. LAPAN turut bekerjasama dengan IPB dalam pemanfaatan ''multispectral imager'' untuk kepentingan program pangan nasional. Satelit ini masih dalam proses penyempurnaan.<ref>http://www.aprsaf.org/data/aprsaf19_data/csa/D2_07_1230_LAPAN-A3_Mission&Satellite_System_Design.pdf</ref> Menurut Kepala LAPAN, [[Thomas Djamaluddin]], satelit ini rencananya akan diluncurkan pada bulan [[Juni]] [[2016]].
=== Sains Dirgantara dan Antariksa ===
==== Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer ====
LAPAN melalui Pusat Sains dan Teknologi [[Atmosfer]] melakukan aktifitasaktivitas yang berhubungan dengan pemantauan atmosfer bumi.<ref>http://dirgantara-lapan.or.id/index.php?nama=3</ref> Aktifitas tersebut yakni:
* Pemantauan [[Iklim]] Bumi (curah hujan, suhu, dll.).
* Pemantauan lapisan atmosfer bawah dan permukaan ([[polusi]], [[hujan asam]], dan [[gas rumah kaca]]).
 
==== Pusat Sains Antariksa ====
Pusat Sains [[Antariksa]] melakukan kegiatan yang berhubungan dengan aktifitasaktivitas luar angkasa.<ref>http://dirgantara-lapan.or.id/index.php?nama=4</ref> Aktifitas tersebut yakni:
* Penelitian aktifitasaktivitas matahari sebagai sumber energi dan gangguan.
* Penelitian dan pengamatan orbit satelit, gangguan, dan sampah antariksa.
* Penelitian dan pengamatan benda langit dan benda lainnya di orbit rendah bumi.
* Penelitian medan magnet antariksa dan pemodelan medan geomagnetik regional.
* Penelitian aktifitasaktivitas ionosfer regional dan pemanfaatan gelombang radio.
* Pengembangan instrumentasi dan basis data antariksa.
 
== Fasilitas ==
LAPAN memiliki beberapa fasilitas penting yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk mendukung aktifitasnyaaktivitasnya.<ref>http://lapan.go.id/page.php?vpage=lokasi.htm</ref> Kantor pusat LAPAN terletak di Jl. Pemuda Persil no. 1, [[Rawamangun]], [[Jakarta Timur]]. Beberapa fasilitas LAPAN lainnya yakni:
* '''Pusat Pengkajian Kebijakan dan Informasi Kedirgantaraan''' (Cikini[[Pasar Rebo, Jakarta Timur|,]] Jakarta Pusat)
Pusat ini berlokasi di Jalan Cisadane No. 25 Cikini, Jakarta Pusat. Pusat ini terdiri dari bidang pengkajian kebijakan kedirgantaraan internasional, bidang pengkajian kebijakan kedirgantaraan nasional, bidang pengkajian hukum kedirgantaraan dan bidang sistem informasi kedirgantaraan.
* '''Pusat Antariksa Bandung''' ([[Bandung]], Jawa Barat)
Pusat Antariksa Bandung merupakan kantor Deputi Sains Antariksa dan Dirgantara LAPAN, terdiri dari Pusat Sains Antariksa dan Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer.
* '''Pusat Teknologi Penerbangan & Roket Rumpin''' ([[Bogor]], Jawa Barat)[[Berkas:Phoca thumb l stasiun bumi rumpin.jpg|jmpl|Stasiun Bumi Rumpin|]]
Kantor Rumpin merupakan kantor Deputi Bidang Teknologi Dirgantara LAPAN.
* '''Pusat Teknologi Satelit Rancabungur''' (Bogor, Jawa Barat)
* '''Lapangan Eksperimen Tenaga Angin Bulakbaru''' ([[Jepara]], [[Jawa Tengah]])
* '''Loka Pengamatan Dirgantara Sumedang''' ([[Sumedang]], Jawa Barat)
Diresmikan pada 1975, LPD Tanjungsari melakukan aktifitasaktivitas pengamatan matahari dan ionosfer. Instalasi yang terdapat di LPD Tanjungsari yakni Teleskop NGT 18 inci, Teleskop Celestron 8 inci, Spektrograf Radio SN 4000, Automatic Weather Station, dan Total Electro Content Meter.
* '''Balai Pengamatan Bumi Watukosek''' ([[Surabaya]], [[Jawa Timur]])
Diresmikan pada 1983, BPD Watukosek melaksanakan kegiatan pengamatan atmosfer, [[klimatologi]], dan aktifitasaktivitas [[matahari]].<ref>http://watukosek.dirgantara-lapan.or.id/</ref> Instalasi yang terdapat pada BPD Watukosek antara lain BREWER Spectrometer, DASIBI Land Ozon Monitor, Teleskop Matahari H-alpha, Teleskop Sunspot, dan Balon Stratosfer.
* '''Loka Pengamatan Dirgantara Kototabang''' ([[Padang]], [[Sumatera Barat]])
Diresmikan pada tahun 2001, SPD Kototabang berada pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut ([[dpl]]). Lokasi ini memiliki beberapa antena untuk pengamatan atmosfer, seperti Radar Atmosfer Ekuatorial (EAR) berfrekuensi 27 &nbsp;MHz, Radiometer, ''Optical Rain Gauge'', X-band Rain Radar, Desdrometer, Celilometer, dan VSAT.<ref>http://kototabang.dirgantara-lapan.or.id/content/loka-pengamatan-atmosfer-kototabang</ref>
* '''Balai Pengamatan Dirgantara Pontianak''' ([[Pontianak]], [[Kalimantan Barat]])
Diresmikan pada 9 Januari 1986, BPD Pontianak melakukan aktifitasaktivitas pengamatan atmosfer dan antariksa dengan menggunakan beberapa instalasi penting.<ref>http://pontianak.dirgantara-lapan.or.id/content/struktur-organisasi</ref> Aktifitas tersebut antara lain:
*# Pengamatan [[ionosfer]], dengan instalasi: Ionosonde/CADI, TEC, WinRadio, dan Komrad HF dan.
*# Pengamatan atmosfer atas, dengan instalasi MF-Radar.
*# Penelitian Kimia Atmosfer, dengan instalasi: Ozon Monitor dan CO2 Monitor.
* '''Balai Penginderaan Jauh Parepare''' ([[Parepare]], [[Sulawesi Selatan]])
BPD Parepare beraktifitasberaktivitas dalam lingkup Klimatologi dan Inderaja. BPD ini bertugas sebagai Pusat Kendali Satelit Inderaja LAPAN.
* '''Stasiun Pengamat Dirgantara Manado''' ([[Manado]], [[Sulawesi Utara]])
SPD Manado merupakan stasiun pengamat cuaca atmosfer dengan kerjasama antara LAPAN dengan BMKG.
{{LPND}}
{{National space programmes}}
{{indo-stub}}
 
[[Kategori:Badan antariksa]]
 
 
{{indo-stub}}
247.950

suntingan