Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  11 bulan yang lalu
k
nampak --> tampak, nampaknya --> tampaknya
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-karir +karier))
k (nampak --> tampak, nampaknya --> tampaknya)
Para filsuf Yunani lainnya, seperti [[Zeno dari Citium]] (334 – 262 SM) pendiri aliran filsafat Stoik, sepakat dengan Aristoteles dan para filsuf lain pada masa sebelumnya bahwa alam menunjukkan bukti jelas dari rancangan untuk sebuah keperluan; pandangan ini dikenal sebagai [[teleologi]].<ref name=Bowler1992_44>{{harvnb |Bowler |2000 |pp=44–46}}</ref> Filsuf Stoik Romawi [[Cicero]] (106 – 43 SM) menulis bahwa Zeno diketahui memegang pandangan terseut, terutama kepada fisika Stoik, bahwa alam utamanya "diarahkan dan dikonsentrasikan...untuk diamankan bagi dunia...struktur terbaik yang layak untuk pertahanan hidup."<ref name="De Natura Deorum">{{cite book |author=Cicero |authorlink=Cicero |title=De Natura Deorum |url=http://www.loebclassics.com/view/marcus_tullius_cicero-de_natura_deorum/1933/pb_LCL268.179.xml |website=Digital Loeb Classical Library |location=Cambridge, MA |publisher=[[Harvard University Press]] |volume=LCL268 |page=179 (2.22) |oclc=890330258}}</ref>
 
[[Epicurus]] (341 – 270 SM) mengantisipasi gagasan seleksi alam. Filsuf dan [[atomisme|atomis]] Romawi [[Lukretius]] (s. 99 – 55 SM) menyebut gagasan tersebut dalam puisinya ''[[De rerum natura]]'' (''Tentang Alam dari Segala Hal''). Dalam sistem [[Epikureanisme|Epikurean]], beberapa bentuk kehidupan dianggap [[generasi spontan|timbul secara spontan]] dari [[Gaia (mitologi)|Gaia]] pada masa almpau, namun hanya bentuk-bentuk paling paling fungsional yang bertahan dari penyaringan. Para penganut Epikurean tak memegang teori evolusi penuh seperti yang diketahui saat ini, namun nampaknyatampaknya meyakini [[abiogenesis|peristiwa abiogenetik]] terpisah untuk setiap spesies.
 
=== China ===
[[Henry Fairfield Osborn]] menulis dalam ''From the Greeks to Darwin'' (1894):
 
{{quote|"Jika ortodoksi Agustinus masih merupakan ajaran Gereja, pendirian akhir Evolusi akan datang jauh lebih awal ketimbang yang dilakukan, mungkin pada abad kedelapan belas alih-alih kesembilan belas, dan kontroversi yang lebih pahit atas kebenaran dari alam ini tak akan pernah timbul. ...Singkatnya karena penciptaan langsung atau instan dari hewan dan tumbuhan nampaktampak diajarkan dalam Kitab Kejadian, Agustinus membacanya dalam sorotan sebab primer dan pengembangan bertahap dari ketidaksempurnaan menuju kesempurnaan Aristoteles. Guru paling berpengaruh ini menurunkan opini para pengikutnya yang sangat selaras dengan pandangan progresif dari para teolog masa sekarang yang menerima teori Evolusi."<ref>{{harvnb|Osborn|1905|pp=7, 69–70}}</ref>}}
 
Dalam ''[[A History of the Warfare of Science with Theology in Christendom]]'' (1896), [[Andrew Dickson White]] menulis tentang upaya Agustinus untuk menyajikan kesepakatan evolusioner kuno untuk penciptaan sebagai berikut:
Meskipun gagasan evolusi Yunani dan Romawi ditinggalkan di Eropa setelah kejatuhan [[Kekaisaran Romawi]], mereka tak ditinggalkan di kalangan [[filsafat Islam|filsuf]] dan [[ilmu pengetahuan di dunia Islam pada abad pertengahan|ilmuwan Islam]]. Pada [[Zaman Keemasan Islam]] dari abad ke-18 sampai ke-13, para filsuf mengeksplor gagasan tentang sejarah alam. Gagasan tersebut meliputi transmutasi dari tak hidup menjadi hidup: "dari mineral menjadi tumbuhan, dari tumbuhan menjadi hewan, dan dari hewan menjadi manusia."<ref>{{cite web |url=http://www.ucmp.berkeley.edu/history/medieval.html |title=Medieval and Renaissance Concepts of Evolution and Paleontology |last=Waggoner |first=Ben |publisher=[[University of California Museum of Paleontology]] |accessdate=2010-03-11}}</ref>
 
Di dunia Islam pada abad pertengahan, cendekiawan [[al-Jahiz|al-Jāḥiẓ]] (776 – s. 868) menulis dalam ''Buku Hewan'' buatannya pada abad ke-9. [[Conway Zirkle]], yang menulis tentang sejarah alam pada 1941, berkata bahwa seorang pakar dari karya tersebut adalah satu-satunya pasal relevan yang ia temukan dari seorang cendekiawan Arab. Ia menyediakan sebuah kutipan yang mendeskripsikan perjuangan untuk eksistensi, mengutip sebuah terjemahan Spanyol dari karya tersebut: "Setiap makhluk hidup mengalahkan makhluk yang lebih lemah ketimbang dirinya sendiri. Hewan-hewan kuat tak dapat melarikan diri dari hewan lain yang lebih kuat ketimbang mereka. Dan dalam menanggapinya, manusia tak berbeda dari hewan, beberapa respek dengan yang lainnya, meskipun mereka tak datang dengan keekstrimen yang sama. Singkatnya, Allah menyingkirkan beberapa manusia sebagai sebab kehidupan untuk yang lainnya, dan nampaknyatampaknya, Ia menyingkirkan yang lainnya itu sebagai sebab kematian beberapa manusia tersebut."<ref name="Zirkle">{{cite journal |last=Zirkle |first=Conway |date=April 25, 1941 |title=Natural Selection before the 'Origin of Species' |journal=[[Proceedings of the American Philosophical Society]] |volume=84 |issue=1 |pages=71–123 |jstor=984852 |ref=harv}}</ref> Al-Jāḥiẓ juga menulis deskripsi [[rantai makanan]].<ref>{{cite journal |last=Egerton |first=Frank N. |date=April 2002 |title=A History of the Ecological Sciences, Part 6: Arabic Language Science—Origins and Zoological Writings |url=http://esapubs.org/bulletin/current/history_list/history_part6.pdf |format=PDF |journal=[[Bulletin of the Ecological Society of America]] |volume=83 |issue=2 |pages=142–146 |accessdate=2014-10-28}}</ref>
 
Menurut beberapa komentator, beberapa pemikiran [[Ibnu Khaldun|Ibnu Khaldūn]] menyiratkan teori evolusi biologi.<ref name="kiros">{{harvnb|Kiros|2001|p=55}}</ref> Pada 1377, Ibnu Khaldūn menulis ''[[Muqaddimah]]'' dimana ia menyatakan bahwa manusia berkembang dari "dunia monyet," dalam proses dimana "spesies menjadi bertambah"<ref name="kiros" /> Dalam bab 1, ia menulis: "Dunia ini dengan seluruh hal yang diciptakan di dalamnya memiliki sebuah tatanan tertentu dan konstruksi solid. Ini menunjukkan pemakaian berkelanjutan antara sebab dan hal yang dihasilkan, kombinasi beberapa bagian ciptaan dengan lainnya, dan transformasi beberapa gal yang ada dengan yang lainnya, dalam sebuah susunan yang menonjol dan tiada akhir."<ref>{{harvnb|Ibn Khaldūn|1967|loc=[http://www.muslimphilosophy.com/ik/Muqaddimah/Chapter1/Ch_1_06.htm Chapter 1: "Sixth Prefatory Discussion"]}}</ref>
{{Main|Pandangan evolusi terpusat gen}}
{{See also|Evolusi reproduksi seksual}}
Pada pertengahan 1960an, [[George C. Williams (pakar biologi)|George C. Williams]] sangat mengkritik penjelasan adaptasi yang ditulis dalam istilah "pertahanan hidup spesies" (argumen [[seleksi grup]]). Penjelasan semacam itu banyak digantikan oleh pandangan evolusi terpusat gen, diepitomisasikan oleh argumen [[seleksi kekerabatan]] dari [[W. D. Hamilton]], [[George R. Price]] dan [[John Maynard Smith]].<ref>{{cite journal |last=Mayr |first=Ernst |authorlink=Ernst Mayr |date=March 18, 1997 |title=The objects of selection |url=http://www.pnas.org/content/94/6/2091.full |journal=[[Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America|PNAS USA]] |volume=94 |issue=6 |pages=2091–2094 |bibcode=1997PNAS...94.2091M |doi=10.1073/pnas.94.6.2091 |pmc=33654 |pmid=9122151 |accessdate=2014-10-30 |ref=harv}}</ref> Sudut pandang tersebut kemudian dijelaskan dan dipopulerisasikan dalam buku tahun 1976 berpengaruh ''[[The Selfish Gene]]'' karya [[Richard Dawkins]].<ref>{{harvnb|Bowler|2003|p=361}}</ref> Model-model periode nampaktampak menunjukkan bahwa seleksi grup sangat dibatasi dalam kekuatannya; meskipun model-model yang lebih baru memberikan kemungkinan seleksi multi-tingkat.<ref name="Gould">{{cite journal |last=Gould |first=Stephen Jay |authorlink=Stephen Jay Gould |date=February 28, 1998 |title=Gulliver's further travels: the necessity and difficulty of a hierarchical theory of selection |journal=[[Philosophical Transactions of the Royal Society B]] |volume=353 |issue=1366 |pages=307–314 |doi=10.1098/rstb.1998.0211 |pmc=1692213 |pmid=9533127 |ref=harv}}</ref>
 
Pada 1973, [[Leigh Van Valen]] mengusulkan istilah "[[hipotesis Red Queen|Red Queen]]," yang ia ambil dari ''[[Through the Looking-Glass]]'' karya [[Lewis Carroll]], untuk menjelaskan skenario dimana spesies terlibat dalam satu [[ras lengan evolusi]] atau lebih yang kemudian secara konstan mengubah wadah tetap dengan spesies tersebut ber[[koevolusi]]. Hamilton, Williams dan lainnya mensugestikan bahwa gagasan tersebut dapat menjelaskan evolusi dari reproduksi seksual: peningkatan keragaman genetik yang disebabkan oleh reproduksi seksual akan membantu resistensi melawan parasit yang cepat berkembang, sehingga membuat reproduksi seksual menjadi hal umum, meskipun terbayarkan dari sudut pandang sentris gen dimana hanya separuh [[genome]] organisme yang lolos pada saat reproduksi.<ref>{{harvnb|Larson|2004|p=279}}</ref><ref>{{harvnb|Bowler|2003|p=358}}</ref>