Buka menu utama

Perubahan

1 bita ditambahkan, 6 bulan yang lalu
k
hipotesa --> hipotesis
</ref><ref>{{Cite web|url=http://www.popsugar.com/tech/How-Technology-Influenced-Generation-X-37522155|title=Why '80s Babies Are Different Than Other Millennials|last=Garvey|first=Anna}}</ref>
 
Penulis William Strauss dan Neil Howe percaya bahwa setiap generasi mempunyai karakteristik umum yang akan menjadi karakter generasi itu dengan empat pola yang berulang. Menurut hipotesahipotesis mereka, Milenial akan mirip dengan G.I. Generation yang lebih berwawasan sipil dengan empati yang kuat terhadap komunitas lokal dan global. Strauss dan Howe menjelaskan ada tujuh karakter Milenial yaitu : spesial, terlindungi, percaya diri, berwawasan kelompok, konvensional, tahan tekanan dan mengejar pencapaian. Arthur E. Levine, penulis ''When Hope and Fear Collide: A Portrait of Today's College Student'' menyebut generasi ini sebagai 'pada umumnya'.
 
Penelitian Strauss dan Howe banyak memberi pengaruh, tetapi juga mendapatkan beberapa kritik.<ref name="Hoover">{{Cite news|url=http://chronicle.com/article/The-Millennial-Muddle-How/48772/|title=The Millennial Muddle: How stereotyping students became a thriving industry and a bundle of contradictions|last=Hoover|first=Eric|date=11 October 2009|work=[[The Chronicle of Higher Education]]|access-date=21 December 2010}}</ref> Psikolog Jean Twenge mengatakan pernyataan Strauss dan Howe terlalu cepat mengambil kesimpulan, kurang didukung oleh bukti bukti yang nyata. Twenge, penulis buku ''Generation Me tahun 2006'', cenderung menggolongkan Milenial, bersama anggota Generation X yang lebih muda, menjadi bagian dari "Generation Me".<ref name="auto">{{Cite book|title=Generation Me|last=Twenge, Ph.D.|first=Jean|publisher=Free Press (Simon & Schuster)|year=2006|isbn=978-0-7432-7697-9|location=New York, NY}}</ref> Twenge memberi atribut Milenial dengan karakter percaya diri dan toleransi, serta sadar akan hak-nya dan narsis, berdasarkan survei kepribadian Milenial dibandingkan generasi sebelumnya di saat remaja. Twenge mempertanyakan prediksi Strauss dan Howe yang menyatakan Milenial cenderung tidak memikirkan kepentingan umum.<ref name="auto1">{{Cite journal|last=Twenge|first=Jean M|date=6 March 2007|title=Generation me: Why today's young Americans are more confident, assertive, entitled—and more miserable than ever before|url=https://books.google.com/books/about/Generation_me.html?id=tV4M1hpG-3wC|isbn=978-0-7432-7698-6}}</ref><ref name="auto2">{{Cite journal|last=Twenge|first=JM|last2=Campbell|first2=WK|last3=Freeman|first3=EC|year=2012|title=Generational Differences in Young Adults' Life Goals, Concern for Others, and Civic Orientation, 1966–2009|url=http://www.apa.org/pubs/journals/releases/psp-102-5-1045.pdf|journal=Journal of Personality and Social Psychology|volume=102|pages=1045–1062|doi=10.1037/a0027408|pmid=22390226}}</ref> Sebuah penelitian pada tahun 2016 yang dilakukan oleh ''SYZYGY'' , sebuah biro iklan digital, menemukan bahwa Milenial di Amerika menunjukkan kenaikan berlanjut nilai Narcissistic Personality Inventory seiring dengan kenaikan usianya. Milenial menunjukkan 16% lebih narsis dibandingkan orang yang lebih dewasa, dengan laki-laki lebih tinggi nilainya dari pada wanita. Penelitian itu menguji di 2 jenis narsis yaitu Narsis Kebanggaan yaitu narsis yang bagian dari sifat ekstrovert,yang ditandai oleh mencari perhatian, keunggulan dan dominansi. Jenis narsis yang kedua adalah Narsis yang Rentan, yang merupakan bagian dari sifat introvert, ditandai dengan rasa ber-hak dan mempertahankan diri.<ref>{{Cite news|url=http://www.desmoinesregister.com/story/life/2016/10/22/survey-iowa-millennials-not-narcissistic-rest-us/92521480/|title=Survey: Iowa millennials not as narcissistic as rest of U.S.|last=Longman|first=Molly|date=22 October 2016|publisher=The Des Moines Register|access-date=24 October 2016}}</ref>Dari penelitian [[Universitas Michigan]] yang berjudul "Monitoring the Future" yang meneliti pelajar SMA mulai dari tahun 1975 dan survei American Freshman yang dilakukan oleh Higher Education Reserch Institute dari UCLA sejak tahun 1966, menunjukkan peningkatan proporsi pelajar yang menganggap kekayaan sangat penting, dari 45% di generasi Baby Boomers (yang di survei antara tahun 1967-1985), menjadi 70% di Gen-X dan 75% di Milenial. Persentase pelajar yang merasa penting mengikuti politik menurun dari 50% di generasi Baby Boomer menjadi 39% di Gen-X dan 35% di Milenial. Minat untuk membentuk kehidupan yang lebih baik secara filosofi, menurun dari 73% di generasi Baby Boomers menjadi 45% di Milenial. Keinginan untuk terlibat di kegiatan lingkungan hidup menurun dari 33% di generasi Baby Boomers menjadi 21% di Milenial.<ref>{{Cite news|url=http://www.usatoday.com/news/health/wellness/story/2012-03-15/Millennials-might-not-be-so-special-after-all-study-finds/53552744/1|title=Millennials might not be so special after all, study finds|last=Healy|first=Michelle|date=15 March 2012|work=USA Today|access-date=7 May 2012}}</ref>