Sejarah Skotlandia: Perbedaan revisi

440 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Perubahan kosmetika)
'''Sejarah Skotlandia''' mulai tercatat semenjak kedatangan [[Kekaisaran Romawi|bangsa Romawi]] pada abad pertama tarikh Masehi, manakala wilayah [[Provinsi Romawi|Provinsi]] [[Britania Romawi|Britania]] membentang ke arah utara sampai ke [[Tembok Antoninus]]. Kawasan di sebelah utara Tembok Antoninus disebut [[Kaledonia]], negeri ''orang Pikti'', suku bangsa yang bangkit melawan bangsa Romawi sehingga terpaksa mundur ke balik [[Tembok Hadrianus]]. Ketika bangsa Romawi [[Akhir kekuasaan Romawi di Britania|meninggalkan Britania]], gerombolan perampok [[Gael]] yang disebut ''[[orang Skoti]]'' mulai menduduki kawasan barat Skotlandia dan daerah Wales. Sebelum kedatangan bangsa Romawi, [[prasejarah Skotlandia|Zaman Prasejarah Skotlandia]] telah memasuki [[Zaman Batu Muda]] sekitar 4000 tahun SM, [[Zaman Perunggu]] sekitar 2000 tahun SM, dan [[Zaman Besi]] sekitar 700 tahun SM.
[[Skotlandia]] pertama kali dihuni setelah berakhirnya [[glasiasi Wisconsin|periode glasial terakhir]] (pada masa [[paleolitikum]]) kurang lebih 10.000 tahun yang lalu. [[Skotlandia Prasejarah]] memasuki masa [[Neolitikum]] kurang lebih sekitar tahun 4000 SM, [[Zaman Perunggu]] sekitar 2000 SM, dan [[Zaman Besi]] sekitar 700 SM. '''Sejarah tertulis Skotlandia''' dimulai dengan datangnya [[Kekaisaran Romawi]] pada abad ke-1. Provinsi [[Britania Romawi]] membentang hingga mencapai [[Tembok Antoninus]] di utara, yang berdiri dari [[Firth of Clyde|Clyde]] hingga [[Firth of Forth|Forth]]. Di sebelah utara tembok terdapat wilayah [[Kaledonia]], dan orang-orangnya disebut "[[Pict]]". Akibat serangan Pict, legiun Romawi terpaksa mundur ke [[Tembok Hadrianus]] dua puluh tahun setelah tembok Antoninus selesai dibangun. Pada akhirnya mereka meninggalkan wilayah tersebut pada awal abad ke-3.
 
MenurutKerajaan literaturorang dari abad ke-9 dan ke-10Gael, kerajaan Gaelik [[Dál Riata]], didirikanterbentuk di pantaipesisir barat Skotlandia pada abad ke-6 M. Pada abad berikutnyake-7, para misionaris [[Irlandia]]Sejarah [[Columba]]agama mendirikan biaraKristen di [[IonaIrlandia|Irlandia]] dandatang memperkenalkanmenyebarkan [[Kekristenan KeltikKelt|agama Kristen Kelt]] kepada orang-[[Pict|orang ScotiPikti]] yaangyang sebelumnyamasih beragamamenganut agama leluhur. Sesudah kedatangan para misionaris [[paganMisi Gregorius|utusan Paus Gregorius]], namun[[Inggris upayanyaAnglo-Saxon|Inggris]], terhadapraja orang PictPikti, tidak[[Nechtan terlalu berhasil. Rajamac Der-Ilei|Nechtan]] darimemutuskan Pictlanduntuk nantinyamengganti memutuskansejumlah untukbesar mengusiramalan gerejaKristen ColumbaKelt dandengan mendukung[[Gereja gerejaKatolik|amalan diKristen Roma]], untuksehingga membatasi pengaruh Scotisuku dibangsa Gael terhadap kerajaannya, dansekaligus menghindari perang dengan kerajaan [[Anglo-Saxons|orang Angli]], [[Northumbria]].<ref>{{cite web | url = http://www.bbc.co.uk/scotland/education/sysm/scots/teachers/background.shtml | title = Scots and Picts | publisher = BBC Education Scotland | accessdate = 5 FebruaryFebruari 2013}}</ref> Pada periode yang sama, orang-orang Angle tlah menaklukan wilayah [[Briton]] di sebelah selatan Clyde dan Forth dan mendirikan kerajaan Anglo-Sachsen [[Bernicia]], yang nantinya menjadi bagian dari Kerajaan Northumbria. Menjelang akhir abad ke-8, ketiga[[Skotlandia kerajaanSkandinavia|invasi tersebutorang diserang oleh bangsa [[Viking]]. Karenamemaksa dikalahkanorang olehPikti bangsadan Viking,orang PictGael danuntuk Scotmengakiri menghentikanpermusuhan permusuhannyadi antara mereka dan bersatu pada abad ke-9 sehingga membentuk [[Kerajaan Skotlandia]] pada abad ke-9.
 
Kerajaan Skotlandia bersatu di bawah pimpinan [[wangsa Alpin|wangsa Chinaeda meic Ailpín]]. Anggota-anggota wangsa ini berulang kali saling bertikai memperebutkan takhta. Raja terakhir dari wangsa Chinaeda meic Ailpín, [[Máel Coluim II]], wafat pada awal abad ke-11 tanpa meninggalkan keturunan, sehingga takhta Kerajaan Skotlandia diwarisi oleh [[wangsa Dùn Chailleann]], yakni oleh putra dari anak perempuan Raja Máel Coluim II dan suaminya yang berasal dari wangsa Dùn Chailleann. Raja terakhir dari wangsa Dùn Chailleann, [[Alaxandair III]], wafat pada tahun 1286. Satu-satunya ahli waris yang ditinggalkannya adalah [[Margrete dari Norwegia|Putri Margrete]], yang masih bayi dan wafat empat tahun kemudian, sehingga takhta Kerajaan Skotlandia terus menerus diperebutkan oleh [[wangsa de Bailleul]] dan [[wangsa Brùs]]. Kerajaan Inggris di bawah pimpinan [[Edward I dari Inggris|Raja Edward I]] memanfaatkan situasi yang tidak menentu ini untuk melancarkan serangkaian aksi penaklukan, yang menimbulkan [[Perang Kemerdekaan Skotlandia]]. Kemenangan mutlak melawan Inggris membuat Skotlandia menjadi kerajaan yang sepenuhnya merdeka dan berdaulat.
Kerajaan Skotlandia disatukan oleh penerus [[Kenneth MacAlpin]], raja Skotlandia bersatu pertama. Penerus-penerusnya dari [[Wangsa Alpin]] seringkali berseteru untuk memperebutkan tahta. Raja Alpin terakhir yang bernama [[Malcolm II dari Skotlandia|Malcolm II]] meninggal tanpa penerus pada awal abad ke-11 dan kerajaan diserahkan kepada putra dari putrinya, [[Duncan I dari Skotlandia|Duncan I]], yang memulai garis keturunan baru yang dijuluki [[Wangsa Dunkeld]] atau Canmore. Raja Dunkeld terakhir yang bernama [[Alexander III dari Skotlandia|Alexander III]] meninggal pada tahun 1286 dan hanya memiliki satu cucu perempuan kecil sebagai penerus yang bernama [[Margaret, Putri Norwegia]]. Sayangnya, ia tewas karena kapalnya karam saat sedang menuju ke Skotlandia. Akibatnya, Raja [[Edward I dari Inggris|Edward I]] memanfaatkan situasi dan melancarkan upaya penaklukan di Skotlandia. Akibatnya, meletuslah [[Perang Kemerdekaan Skotlandia]] pada akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14 sementara tahta Skotlandia berganti-ganti antara [[Wangsa Balliol]] dan [[Wangsa Bruce]]. Kemenangan akhir Skotlandia dalam Perang Kemerdekaan di bawah pimpinan [[David II dari Skotlandia|David II]] memastikan kemerdekaan dan kedaulatan Kerajaan Skotlandia. Setelah David II meninggal tanpa penerus, keponakannya [[Robert II dari Skotlandia|Robert II]] mendirikan [[Wangsa Stuart]], yang akan menguasai Skotlandia selama tiga abad berikutnya. Raja [[James I dari Inggris|James VI]] mewarisi tahta Inggris pada tahun 1603, dan raja dan ratu Stuart akan menguasai kedua kerajaan hingga [[Undang-Undang Penyatuan 1707]] menggabungkan kedua negara menjadi [[Britania Raya|Kerajaan Britania Raya]].<ref>{{cite web | url = http://www.nationalarchives.gov.uk/pathways/citizenship/rise_parliament/uniting.htm | title = Uniting the kingdom? | publisher = National Archives | accessdate = 2 July 2011}}</ref><ref>{{cite web | url = http://www.ltscotland.org.uk/scotlandshistory/unioncrownsparliaments/unionofparliaments/index.asp | title = The Union of the Parliaments 1707 | publisher = [[Learning and Teaching Scotland]] | accessdate = 2 July 2011}}</ref><ref>[[s:Act of Union 1707|Union with England Act 1707]], Article II.</ref> Dalam penyatuan tersebut, Parlemen Skotlandia dan Inggris dibubarkan dan [[Parlemen Britania Raya]] didirikan. Salah satu faktor utama yang mendorong Skotlandia menyetujui penyatuan dengan Inggris adalah karena [[skema Darien|kegagalan proyek Darien]] yang berupaya mendirikan koloni di [[Panama]].<ref name="Whatley 2001 48">{{Cite book|first=C. A.|last=Whatley|title=Bought and sold for English Gold? Explaining the Union of 1707|location=East Linton|publisher=Tuckwell Press|year=2001|page=48|isbn=1-86232-140-X }}</ref> Kegagalan proyek yang memakan kurang lebih seperempat jumlah uang yang beredar di Skotlandia tersebut membuat negara tersebut bangkrut, sehingga penyatuan dilakukan untuk memulihkan ekonomi dengan memperoleh akses terhadap pelabuhan-pelabuhan Inggris di berbagai wilayah koloninya.<ref name="Whatley 2001 48"/>
 
Ketika [[David II dari Skotlandia|Raja Daibhidh II]] wafat tanpa meninggalkan keturunan, kemenakannya, [[Robert II dari Skotlandia|Raibeart]], mendirikan [[Wangsa Stuart|wangsa Stewart]], yang memerintah Skotlandia tanpa diganggu gugat selama tiga abad berikutnya. [[James I dari Inggris|James VI]], Raja Skotlandia dari wangsa Stewart, juga mewarisi takhta Kerajaan Inggris pada tahun 1603, sehingga raja maupun ratu dari wangsa Steward memerintah selaku kepala negara atas dua kerajaan yang sama-sama merdeka sampai akhirnya kedua kerajaan ini digabung menjadi satu negara baru yang bernama [[Kerajaan Britania Raja]] dengan [[Undang-Undang Penyatuan 1707|Undang-Undang Persatuan]] tahun 1707.<ref>{{cite web | url = http://www.nationalarchives.gov.uk/pathways/citizenship/rise_parliament/uniting.htm | title = Uniting the kingdom? | publisher = National Archives | accessdate = 2 Juli 2011}}</ref><ref>{{cite web | url = http://www.educationscotland.gov.uk/scotlandshistory/unioncrownsparliaments/unionofparliaments/index.asp | title = Union of Crowns to Union of Parliaments: The Union of the Parliaments 1707 | publisher = [[Education Scotland]] | accessdate = 23 November 2016 | archive-url = https://web.archive.org/web/20161121202825/http://www.educationscotland.gov.uk/scotlandshistory/unioncrownsparliaments/unionofparliaments/index.asp | archive-date = 21 November 2016 | dead-url = yes | df = dmy-all }}</ref><ref>[[s:Act of Union 1707|Undang-Undang Persatuan dengan Inggris Tahun 1707]], Pasal II.</ref> [[Anne dari Britania Raya|Ratu Anne]], yang memerintah sampai tahun 1714, adalah kepala monarki terakhir dari wangsa Stewart. Sejak tahun 1714, suksesi [[kepala monarki Britania]] dari [[wangsa Hanover]] dan [[Wangsa Saxe-Coburg dan Gotha|wangsa Saxe-Coburg Gotha (wangsa Windsor)]] didasarkan pada hubungan garis nasab mereka dengan Raja [[James Charles Stuart]] dari wangsa Stewart (wangsa Stuart).
Setelah penyatuan, Skotlandia memasuki masa [[Pencerahan Skotlandia]] dan [[Revolusi Industri]]; pada periode tersebut, Skotlandia menjadi salah satu kekuatan perdagangan, intelektual, dan industrial di [[Eropa]]. Industrinya mengalami kemunduran setelah [[Perang Dunia II]], namun dalam beberapa dasawarsa terakhir negara ini mengalami semacam [[renaisans]] ekonomi dan budaya, yang didorong oleh kemunculan kembali sektor [[layanan finansial]] serta berkat minyak dan gas di [[Laut Utara]].
 
Pada [[Pencerahan Skotlandia|Abad Pencerahan Skotlandia]] dan Zaman [[Revolusi Industri]], Skotlandia menjadi salah satu negara adidaya di Eropa dalam bidang niaga, ilmiah, dan industri. Di kemudian hari, [[deindustrialisasi|perindustrian Skotlandia merosot]] parah seusai Perang Dunia II. Pada beberapa dasawarsa terakhir ini, Skotlandia mengalami semacam kebangkitan di bidang kebudayaan dan ekonomi. Salah satu penggeraknya kebangkitan ini adalah kembali bergairahnya sektor [[jasa keuangan]] dan terlaksananya kegiatan penambangan [[Minyak Laut Utara|minyak dan gas di Laut Utara]]. Sejak era 1950-an, semangat kebangsaan menjadi salah satu pokok bahasa politik yang hangat, yang menimbulkan perdebatan perihal [[kemerdekaan Skotlandia]], dan referendum pada tahun 2014 untuk melepaskan diri dari persatuan dengan Inggris.
Dari segi politik, dalam beberapa dasawarsa terakhir terjadi beberapa perubahan yang penting. Pada 11 September 1997, yang merupakan perayaan 700 tahun [[Pertempuran Jembatan Stirling]], referendum mengenai isu [[devolusi]] Skotlandia diadakan. Sebagian besar pemilih mendukung pendirian [[Parlemen Skotlandia]] dengan kekuatan yang terdevolusi, sehingga parlemen tersebut didirikan pada tahun 1999. Kemudian, [[referendum kemerdekaan Skotlandia 2014|referendum kemerdekaan]] juga direncanakan akan diadakan pada tahun 2014.<ref>{{cite news|url=http://www.bbc.co.uk/news/uk-scotland-scotland-politics-13307761|work=BBC News|title=Scottish Election: Campaign successes and stinkers|date=6 May 2011}}</ref>
 
== Prasejarah ==
22.766

suntingan