Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  10 bulan yang lalu
k
←Suntingan 36.74.171.67 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh AABot
Pada pagi hari tanggal 2 Desember 2016, Sarumpaet ditangkap di sebuah hotel di Jakarta karena dicurigai menjadi bagian dari kelompok yang diduga merencanakan kudeta terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo.<ref>{{cite web|title=8 Activists Arrested for Allegedly Plotting a Coup: Report|url=http://en.tempo.co/read/news/2016/12/02/055824845/8-Activists-Arrested-for-Allegedly-Plotting-a-Coup-Report|website=Tempo.co|accessdate=2 Desember 2016 |language=en|date=2 Desember 2016}}</ref> Ia dilepaskan keesokan harinya.<ref>{{cite news|title=Jakarta releases 'treason' suspects|url=http://www.bangkokpost.com/news/general/1150877/jakarta-releases-treason-suspects|accessdate=7 Desember 2016|agency=THE ASSOCIATED PRESS|publisher=Bangkok Post|date=3 Desember 2016 |language=en}}</ref>
=== Kasus hoaks 2018 ===
TanggalPada 21bulan September 2018, Sarumpaet mengunggah foto wajahnya yang bengkak ke media sosial, dan mengatakan bahwa ia telah diserang oleh orang-orang tak dikenal di [[Bandara Internasional Husein Sastranegara]], [[Bandung]]. Sejumlah tokoh oposisi, termasuk [[Prabowo Subianto]], mengutuk "serangan pengecut" tersebut. Namun, investigasi oleh [[Polda Metro Jaya]] dan [[Polda Jawa Barat]] menemukan bahwa pada hari tersebut tidak ada konferensi internasional di [[Bandung]], bahwa Ratna Sarumpaet tidak ada di Bandara pada hari tersebut, melainkan mengunjungi klinik bedah plastik di [[Jakarta]].<ref>{{cite news |title=Prabowo Subianto campaigner Ratna Sarumpaet claims she was assaulted, police say her bruises were from plastic surgery|date=3 October 2018|url=https://coconuts.co/jakarta/news/prabowo-subianto-campaigner-ratna-sarumpaet-claims-assaulted-police-say-bruises-plastic-surgery/ |accessdate=3 October 2018 |language=en|work=coconuts.co}}</ref>
 
Pemberitaan penganiayaan Ratna Sarumpaet oleh sekelompok orang tak dikenal pertama kali muncul pada 2 Oktober 2018. Berita penganiyaan itu disertai dengan tangkapan layar aplikasi Whatsapp dan foto Ratna Sarumpaet dalam kondisi wajah yang tidak wajar. Konten tersebut kemudian menjadi viral dan diunggah kembali serta dibenarkan beberapa tokoh politik tanpa melakukan verifikasi akan kebenaran berita tersebut. Setelah ramai diperbincangkan, konten hoaks ditanggapi kepolisian yang melakukan penyelidikan setelah mendapatkan tiga laporan mengenai dugaan hoaks pada pemberitaan tersebut.