Buka menu utama

Perubahan

3 bita dihapus ,  11 bulan yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Menurut hipotesis ini, kelima kitab dari [[Pentateukh]]—Kejadian, [[Kitab Keluaran]], [[Kitab Imamat|Imamat]], [[Kitab Bilangan|Bilangan]] dan [[Kitab Ulangan|Ulangan]]—disunting bersama-sama pada abad ke-5 SM dari empat sumber yang independen. Naratif Bahtera ini diyakini terdiri dari dua sumber, yaitu [[sumber Priestis]] (disingkat "'''P'''") dan [[Yahwis]] (disingkat "'''J'''" (dari kata "Jahwist")). Sumber Yahwis<ref>[http://en.wikisource.org/wiki/Bible%2C_English%2C_King_James%2C_Documentary_Hypothesis%2C_JE_source%2C_Jahwist_source#Part_5_-_The_flood The Jahwist text (King James Version)]</ref> adalah sumber yang lebih awal dari keduanya, yang disusun pada masa [[kerajaan Yehuda]] dari teks-teks dan tradisi-tradisi yang bahkan lebih tua tak lama setelah [[Sejarah Israel kuno dan Yehuda|pemisahan Yehuda dan Israel]] sekitar tahun [[920 SM]]. Naratif Yahwis agak lebih sederhana dibandingkan dengan kisah Priestis: Allah mengirim air bah-Nya (selama empat puluh hari), Nuh dan keluarganya dan semua binatang diselamatkan (tujuh pasang dari masing-masing binatang yang tidak haram, sepasang dari binatang-binatang yang haram), Nuh membangun sebuah mezbah dan memberikan kurban, dan Allah memutuskan untuk tidak membinasakan bumi lagi dengan air bah. Sumber Yahwis tidak menyebut-nyebut perjanjian antara Allah dan Nuh.
 
Teks Priestis <ref>[http://en.wikisource.org/wiki/Bible%2C_English%2C_King_James%2C_Documentary_Hypothesis%2C_Priestly_source%2C_Narrative#Part_2_-_The_Flood The Priestly text (King James Version)]</ref><sup>(link is dead)</sup> diyakini disusun oleh para imam dari tradisi [[Harun]] di [[Bait Allah (Yerusalem)|Bait Suci]] di [[Yerusalem]] setelah runtuhnya kerajaan Israel di utara pada tahun [[722 SM]], dengan tujuan khusus yaitu membantah butir-butir tertentu dalam teks-teks J dan E. Bahan dari sumber Priestis ini mengandung jauh lebih banyak detail dibandingkan dengan sumber Yahwis, misalnya petunjuk tentang pembangunan Bahtera, dan kronologi yang terinci, selain juga memberikan inti teologis yang penting bagi cerita ini, yakni perjanjian antara Allah dan Nuh dalam Kej. 9:1–17, yang memperkenalkan metode pembantaian ritual khas Yahudi dan merupakan ''quid pro quo'' untuk janji Allah untuk tidak menghancurkan bumi lagi. Sumber Priestis inilah yang memberikan kita burung gagak (sumber Yahwis menceritakan burung merpati) dan pelangi, dan yang memperkenalkan jendela-jendela (tingkap-tingkap) di langit serta “mata air samudera raya” (sumber Yahwis hanya menyebutkan bahwa hujan turun). Berdasarkan hipotesa ini, keempat teks ini yang kini membentuk Pentateukh ini disunting ke dalam bentuknya yang sekarang setelah kepulangan bangsa Yahudi dari [[pembuangan di Babel]] pada abad ke-5 SM.<ref>Penjelasan ini didasarkan pada Friedman, op. cit., hlm. 3-5.</ref>
 
Tema cerita Bahtera tentang murka Allah atas kekejian manusia, keputusan-Nya untuk melakukan pembalasan yang mengerikan, dan penyesalan-Nya di kemudian hari, adalah ciri khas si pengarang atau para pengarang Yahwis, yang menggambarkan Allah seperti figur manusia yang muncul secara pribadi dalam naratif Alkitab. Sebaliknya, sumber Priestis, biasanya menggambarkan Allah sebagai Allah yang jauh dan tidak dapat dihampiri kecuali melalui imamat Harun. Jadi, misalnya, sumber Yahwis menuntut tujuh pasang dari masing-masing binatang yang tidak haram untuk memungkinkan kurban Nuh, sementara sumber Priestis menguranginya hingga satu pasang saja, karena tidak ada kurban yang dapat dipersembahkan di bawah kepemimpinan para imam hingga imam yang pertama ([[Harun]]) dibentuk pada masa [[Exodus]].
 
==== Laik laut ====
Bahtera ini digambarkan memiliki panjang 300&nbsp;[[hasta]]. Hasta adalah ukuran dari siku hingga ujung jari. Ada berbagai ukuran hasta yang digunakan dalam dunia kuno, tetapi semuanya pada dasarnya serupa, dan situs-situs penafsir harafiah tampaknya sepakat bahwa Bahtera ini kira-kira 157&nbsp;[[meter]]) panjangnya. Ini jauh lebih panjang daripada kapal-kapal kayu terbesar yang pernah dibangun dalam masa historis. Menurut sumber-sumber tertentu, admiral [[Zheng He]] pada awal abad ke-15 mungkin telah menggunakan kapal-kapal yang panjangnya 122 m, tetapi [[Wyoming (Schooner)|kapal layar ''Wyoming'']], yang diluncurkan pada 1909 dan sebagai kapal terbesar yang terdokumentasi dari kayu ship yang pernah dibuat, panjangnya hanya 100&nbsp;m dan membutuhkan besi menyilang untuk mencegah melengkungnya kayu dan sebuah pompa uap untuk mengatasi masalah kebocoran yang serius.<ref>[http://college.hmco.com/history/readerscomp/ships/html/sh_101200_wyoming.htm "...iron cross-bracing dan a steam pump."]</ref> "Pembangunan dan penggunaan sejarah dari kapal-kapal [kayu Eropa akhir abad ke-19] menunjukkan bahwa mereka telah telah memaksakan atau melampaui batas-batas praktis untuk ukuran kapal-kapal kayu."<ref>[http://www.pbs.org/wgbh/nova/sultan/archeology2.html "...limits for the size of wooden ships."]</ref> Para sarjana harafiah yang menerima keberatan ini,—namun tidak semuanya menerimanya <ref>[http://www.worldwideair bah.com/objections/too_big_for_timber.htm "...not all do..."]</ref>—yakin bahwa Nuh tentu telah membangun Bahtera itu dengan menggunakan teknik-teknik yang telah maju dari masa setelah abad ke-19 seperti konstruksi [[kerangka ruang]].<ref>[http://www.Nuhsark-naxuan.com/arkmodel.htm "...such as space-frame construction."]</ref>
 
==== Kapasitas dan logistik ====
[[Berkas:NEO ararat big.jpg|jmpl|300px|Selama berabad-abad, [[Gunung Ararat]] (foto di sini) telah digali oleh mereka yang mencari sisa-sisa Bahtera Nuh. Baru-baru ini Gunung [[Sabalan]] di [[Iran]], lebih dari 300 km jauhnya, pun telah diselidiki.]]
 
Orang-orang yang percaya akan historisitas cerita dalam Kitab Kejadian merasa bahwa penemuan Bahtera itu akan mengesahkan pandangan-pandangan mereka tentang berbagai masalah, dari [[geologi]] hingga [[evolusi]]. "Bila banjir Nuh memang menyapu seluruh umat manusia dan peradabannya, seperti yang diajarkan oleh Alkitab, maka Bahtera ini merupakan salah satu mata rantai utama dengan Dunia pra-Air Bah. Tidak ada artifak penting yang jauh lebih tua atau lebih penting.... [dengan] dampak potensialnya yang besar terhadap kontroversi ciptaan-evolusi (termasuk evolusi teistik)..." <ref>[http://www.icr.org/article/209/ Institute for Creation Research]</ref>
 
Penelitian-penelitian telah dipusatkan pada [[Gunung Ararat]] itu sendiri, meskipun [[Kitab Kejadian]] sesungguhnya hanya merujuk kepada "pegunungan [[Ararat]]". Situs [[Durupinar]], bukan di Gunung Ararat itu sendiri, tetapi dekat daerah tersebut, dan jauh lebih mudah dijangkau, telah menarik perhatian pada tahun 1980-an dan 1990-an, terutama karena upaya [[Ron Wyatt]]. Pada awal 2004 seorang pengusaha Honolulu yang pergi ke [[Washington DC]] untuk “mengumumkan dengan gegap-gempita” sebuah ekspedisi yang direncanakan untuk menyelidiki situs yang disebutnya sebagai [[anomali Ararat]] tetapi [[National Geographic]] belakangan menyimpulkan bahwa itu hanyalah sebuah “usaha” sia-sia untuk “membujuk pemerintah Turki agar memberikan izin” sehingga “hanya beberapa ekspedisi yang benar-benar diperoleh.”<ref>[http://news.nationalgeographic.com/news/2004/09/0920_040920_Noahs_ark.html/ National Geographic News, Nuh's Ark Quest Dead in Air--Was It a Stunt?]</ref>; dan pada 2006 sempat muncul gelombang minat sebentar ketika sebuah ekspedisi melaporkan sebuah situs potensial di [[Iran]]. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya ini, tak ada sesuatupun yang konkret yang berhasil ditemukan, dan keadaannya sekarang ini paling-paling dapat disimpulkan dengan konklusi kutipan dari [[Institut untuk Penelitian Ciptaan]]: "Kami mempunyai setiap alasan untuk berharap bahwa bukti akan segera muncul, tetapi sementara tulisan ini dibuat, penelitian masih berlanjut."
571.908

suntingan