Stasiun Gondanglegi: Perbedaan revisi

1.379 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
{{infobox stasiun
| image = 67_75.jpg
| caption = Eks stasiun Gondanglegi yang digunakan untuk tempat tinggal.
| name = Gondanglegi
| prov = Jawa Timur
| kabupaten = Malang
| kecamatan kabupaten = Gondanglegi
| desa = Gondanglegi Wetan
| alamat =
| open = 1898
| close = 1978
| kode = GDL
| close_type = PJKA
| line = -
| no_stasiun = 5307
| letak = * km 22+450 lintas [[Stasiun Malang Jagalan|Malang Jagalan]]–[[Stasiun Malang Kotalama|Malang Kotalama]]–[[Stasiun Gondanglegi|Gondanglegi]]–[[Stasiun Dampit|Dampit]]
* km 0+000 lintas ''[[Stasiun Gondanglegi|Gondanglegi]]''–[[Stasiun Kepanjen|Kepanjen]]
| operator = [[Daerah Operasi VIII Surabaya]]
| class = II
}}
'''Stasiun Gondanglegi (GDL)''' adalah stasiun kereta api nonaktif kelas II yang berada di [[Gondanglegi Wetan, Gondanglegi, Malang]].Dengan melihatStasiun prospekini bisnistermasuk tremdalam uap[[Daerah ringanOperasi yangVIII lebihSurabaya|Wilayah mudahAset menjangkauVIII rakyat pedesaan, MS kemudian mengincar daerah-daerah subur di wilayah Malang Raya sehingga rakyat pribumi dapat menjual dagangannya ke kota tanpa membutuhkan waktu lamaSurabaya]].<ref name=":1">{{Cite book|title=Malang tempo doeloe|last=Widodo|first=D.I.|publisher=Bayumedia|year=2006|isbn=|location=Malang|pages=}}</ref>
 
Dalam sejarahnya, stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan [[Jalur kereta api Malang Kotalama–Gondanglegi|segmen pertama MS, Malang Kotalama–Gondanglegi]] sebagai bagian dari proyek jalur kereta api Malang–Dampit. Hal ini sejalan dengan tujuan MS, yaitu agar kereta api mudah dijangkau rakyat pedesaan wilayah timur Malang.<ref name=":1">{{Cite book|title=Malang tempo doeloe|last=Widodo|first=D.I.|publisher=Bayumedia|year=2006|isbn=|location=Malang|pages=}}</ref>
Oleh karena itulah, jalur pertama MS ini difungsikan untuk menghubungkan salah satu stasiun antarmoda MS, [[Stasiun Malang Kotalama]], dengan wilayah timur Kabupaten Malang. Dibagi menjadi dua segmen. Untuk segmen Malang Kotalama–Bululawang sendiri dibuka pada tanggal 14 November 1897, sedangkan untuk Bululawang–Gondanglegi dibuka pada tanggal 4 Februari 1898.<ref name=":02">{{Cite book|title=[[commons:File:De_Tramwegen_op_Java,_Gedenkboek,_samengesteld_ter_gelegenheid_van_het_vijf-en-twinting-jarig_bestaan_der_semarang-joana_stoomtram-maatschappij.pdf|Gedenkboek samengesteld ter gelegenheid van het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij]]|last=van Dirxland|first=Baron van der Goes|last2=Martens|first2=C.L.J.|publisher=Koninklijke Nederlandse-Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee|year=1907|isbn=|location=Den Haag|pages=}}</ref> Operasional angkutan barang di jalur ini didominasi oleh tebu dan gula dari Pabrik Gula Kebonagung dan Pabrik Gula Krebet.<ref name=":22">{{Cite web|url=https://malang.merdeka.com/gaya-hidup/jalur-tram-yang-menghubungkan-wilayah-malang-raya-di-masa-lalu-160604m.html|title=Malang - Merdeka.com {{!}} Jalur Tram yang menghubungkan wilayah Malang Raya di masa lalu|last=|first=|date=|website=Merdeka.com|publisher=|access-date=2018-12-12}}</ref>
 
Oleh karena itulah, jalur pertama MSStasiun ini difungsikandibuka untuk menghubungkan salah satu stasiun antarmoda MS, [[Stasiun Malang Kotalama]],bersama dengan wilayah timur Kabupaten Malang. Dibagi menjadi dua segmen. Untuk segmen Malang Kotalama–Bululawang sendiri dibuka pada tanggal 14 November 1897, sedangkan untuk Bululawang–Gondanglegi dibuka pada tanggal 4 Februari 1898.<ref name=":02">{{Cite book|title=[[commons:File:De_Tramwegen_op_Java,_Gedenkboek,_samengesteld_ter_gelegenheid_van_het_vijf-en-twinting-jarig_bestaan_der_semarang-joana_stoomtram-maatschappij.pdf|Gedenkboek samengesteld ter gelegenheid van het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij]]|last=van Dirxland|first=Baron van der Goes|last2=Martens|first2=C.L.J.|publisher=Koninklijke Nederlandse-Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee|year=1907|isbn=|location=Den Haag|pages=}}</ref> Operasional angkutan barang di jalur ini didominasi oleh tebu dan gula dari Pabrik Gula Kebonagung dan Pabrik Gula Krebet. Selain itu, untuk penumpang sendiri didominasi kaum pedagang.<ref name=":22">{{Cite web|url=https://malang.merdeka.com/gaya-hidup/jalur-tram-yang-menghubungkan-wilayah-malang-raya-di-masa-lalu-160604m.html|title=Malang - Merdeka.com {{!}} Jalur Tram yang menghubungkan wilayah Malang Raya di masa lalu|last=|first=|date=|website=Merdeka.com|publisher=|access-date=2018-12-12}}</ref>
Untuk menunjang operasional dibangun stasiun antarmoda dengan kereta api rel berat milik [[Staatsspoorwegen]]. Ada empat stasiun antarmoda yang dibangun oleh MS, yaitu [[Stasiun Malang Kotalama]], Blimbing, Singosari MS, dan Kepanjen MS. [[Stasiun Malang Jagalan]] ditetapkan sebagai stasiun utama untuk MS.<ref name=":22" />
 
Karena [[Kepanjen, Malang|Kepanjen]] merupakan pusat keramaian kedua di Malang Raya setelah [[Kota Malang]], maka MS mengincar wilayah tersebut. Agar arus pengangkutan dapat terhubung langsung ke Kepanjen dari arah Dampit tanpa transfer ke [[Stasiun Malang Kotalama|Malang Kotalama]], dibutuhkan suatu jalur kereta api. Jalur tersebut selesai pada tanggal 10 Juni 1900.<ref name=":022">{{Cite book|title=[[commons:File:De_Tramwegen_op_Java,_Gedenkboek,_samengesteld_ter_gelegenheid_van_het_vijf-en-twinting-jarig_bestaan_der_semarang-joana_stoomtram-maatschappij.pdf|Gedenkboek samengesteld ter gelegenheid van het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij]]|last=van Dirxland|first=Baron van der Goes|last2=Martens|first2=C.L.J.|publisher=Koninklijke Nederlandse-Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee|year=1907|isbn=|location=Den Haag|pages=}}</ref> Namun, jalur ini dinonaktifkan pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1943.<ref>{{Cite web|url=https://regional.kompas.com/read/2009/04/08/09451736/foto.citizen.saksi.bisu.jalur.trem.gondanglegi-kepanjen|title=FOTO CITIZEN: Saksi Bisu Jalur Trem Gondanglegi-Kepanjen|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2009-04-08|website=KOMPAS.com|language=id|access-date=2018-12-13}}</ref><ref>{{Cite book|url=https://www.worldcat.org/oclc/38139980|title=Sejarah perkeretaapian Indonesia|last=Nusantara.|first=Tim Telaga Bakti|last2=Indonesia.|first2=Asosiasi Perkeretaapian|date=1997|publisher=Angkasa|year=|isbn=9796651688|edition=Cet. 1|location=Bandung|pages=|oclc=38139980}}</ref> Jalur ini tidak dicatat dalam inventaris PT KAI, tetapi dicatat dalam ''Buku Jarak.''
 
Jalur ini dinonaktifkan pada tahun 1978 untuk layanan umum karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Kini semua aset di jalur ini dikuasai oleh [[Kereta Api Indonesia|PT Kereta Api Indonesia]].