India Raya: Perbedaan revisi

4 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
rev
(rev)
[[Berkas:Greater India.svg.png|ka|jmpl|350px|'''Oranye Tua''': [[Sub benua India]]. '''Oranye muda''': negara yang terpengaruh budaya India seperti [[Burma]], [[Thailand]], [[Kamboja]], [[Laos]], [[Champa]] [[Vietnam]] Selatan, [[Indonesia]], [[Malaysia]], [[Brunei]] dan [[Singapura]]. '''Kuning''': daerah lain yang terpengaruh budaya India seperti [[Afghanistan]], [[Tibet]], provinsi [[Yunnan]], dan [[PhilipinaFilipina]]]]
'''India Raya''' merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan kawasan yang dipengaruhi [[Kebudayaan India|budaya dan sejarah India]] . Hal ini dikarenakan penyebaran agama Hindu dan BudhaBuddha,<ref>[[HinduismAgama inHindu Southeastdi Asia Tenggara]]</ref>. Di kawasan barat, India Raya tumpang tindih dengan [[Persia Raya]] di [[Hindu Kush]] dan [[pegunungan Pamir]] . Istilah ini terkait dengan ketidakpastian geografis seputar "[[Hindia]]" selama [[Zaman Eksplorasi]].
 
== Terminologi ==
Istilah yang lebih besar India memiliki beberapa arti terkait:
* Nama India Raya (Portugis : ''Indyos Mayores'') digunakan sejak abad pertengahan ke-15. Istilah yang tampaknya telah digunakan dengan presisi variabel, kadang-kadang dimaksudkan hanya benua India; Namun dalam beberapa naskah pelayaran laut Eropa, India Raya (atau India Besar) diperluas dari pantai Malabar (sekarang Kerala) ke [[Hindia Timur]], [[Nusantara]] dan India Kecil, dari Malabar ke Sindi <ref>{{Harv|Caverhill|1767}}</ref>.
* Pada akhir abad ke-19 geografi "India Raya" disebut Hindustan (India yang tepat) meliputi [[Punjab]], [[Himalaya]], dan diperpanjang ke arah timur ke Indocina (termasuk Burma), wilayah Indonesia (yaitu, Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi), dan FilippinaFilipina ."<ref name=geography19cent>"Review: New Maps," (1912) ''Bulletin of the American Geographical Society'' 44(3): 235–240.</ref>
* Dalam sejarah abad ke-20, sejarah seni, linguistik, India Raya terdiri dari "tanah termasuk Burma, Jawa, Kamboja, Bali, dan ex Champa dan Funan sekarang Vietnam, di mana budaya pra-Islam budaya India meninggalkan jejak dalam bentuk monumen, prasasti.<ref name=bayley2004-p713>{{Harv|Bayley|2004|p=713}}</ref>
 
 
=== Bahasa ===
* Indonesia, Jawa dan Malaysia menyerap sejumlah besar kata pinjaman [[SansekertaSanskerta]] ke dalam kamus mereka masing-masing (lihat: [[Daftar kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern|kata-kata pinjaman SansekertaSanskerta dalam bahasa Indonesia]]. Banyak bahasa dari dataran rendah asli Filipina seperti [[Tagalog]], Ilocano dan Visayan mengandung banyak kata pinjaman SansekertaSanskerta.
* Banyak nama Indonesia berasal dari bahasa SansekertaSanskerta (misalnya Dewi Sartika, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Teuku Wisnu).
* Tanda-tanda jalan di Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia ditulis dalam aksara Jawa yang merupakan turunan dari aksara Palawa India .
* Nama Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, dapat ditulis dalam bahasa Sanskerta.
* Beberapa toponim Indonesia memiliki berasal atau berhubungan dengan India, seperti Madura dengan Mathura, Serayu dan Sarayu sungai, Semeru dengan Sumeru, Kalingga, dan Ngayogyakarta dari Ayodhya .
* Kota kuno Siam dari Ayutthaya juga berasal dari Ramayana Ayodhya.
* Nama-nama tempat asal SansekertaSanskerta seperti Singapura, dari Simha-pura ''kota singa'', Jakarta dari Jaya dan karta (''kota kemenangan'').
* Beberapa kabupaten Indonesia seperti [[Indragiri Hulu]] dan Indragiri Hilir berasal dari Sungai Indragiri River, Indragiri sendiri berarti ''gunung Indra''.
* Beberapa toponim Thailand juga sering memiliki kesamaan India, meskipun ejaan disesuaikan dengan lidah Siam, seperti Ratchaburi dari Raja-puri (''kota raja''), Buriram dari Puri-Rama (''kota Rama''), dan Nakhon Si Thammarat dari Nagara Sri Dharmaraja .
* Kecenderungan menggunakan bahasa SansekertaSanskerta untuk kata baru juga terus digunakan. Pada tahun 1962 Indonesia mengubah nama kolonial di Papua Kota Hollandia ke [[Jayapura]] (''kota mulia''), pegunungan Orange ke Pegunungan Jayawijaya. Sementara Malaysia kursi pemerintahan baru mereka bernama Putrajaya ("pangeran kemuliaan") pada tahun 1999.
 
=== Seni ===
39.045

suntingan