Stasiun Kalimenur: Perbedaan revisi

43 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Stasiun Kalimenur (KLR)''' merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas III/kecil yang terletak di [[Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo]], tepatnya di antara [[Stasiun Sentolo]] dan [[Stasiun Wates]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +35 meter ini termasuk dalam [[Daerah Operasi VI Yogyakarta]].
 
StasiunKini yangkondisi terletak pada ketinggian +35 meterstasiun ini kini kondisinya lusuh, kesepian, dan banyak vandalisme karena sejak tahun {{Start date and age|1974}}, stasiun ini tak lagi beroperasi. Stasiun Kalimenur berhenti beroperasi pada [[1974]] dan dianggap tak layak lagi meski hanya untuk pemberhentian kereta berkecepatan tinggi karena posisinya yang tidak strategis, okupansi yang minim, dan berada di tikungan besar Kalimenur.
 
Stasiun ini diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan pembangunan jalur rel [[Surabaya]]-[[Cilacap]], sekitar [[1876]]-[[1888]]. Hingga masa revolusi, Stasiun Kalimenur menjadi salah satu stasiun yang riuh dengan penumpang menunggu kereta uap yang sering disebut sebagai ''sepur bumel'' atau ''sepur grenjeng''. Yang unik, stasiun ini dulu juga disebut sebagai ''Stasiun Tahu'', karena mayoritas penumpangnya adalah penjual [[tahu]] dari [[Tuksono, Sentolo, Kulon Progo|Desa Tuksono]] yang hendak berjualan ke [[Yogyakarta]] atau [[Kutoarjo]].<ref name=":0">{{Cite web|url=https://travel.kompas.com/read/2009/11/14/06051488/mari.menelusuri.kejayaan.kereta.masa.silam|title=Mari Menelusuri Kejayaan Kereta Masa Silam|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2009-11-14|website=KOMPAS.com|language=id|access-date=2018-12-09}}</ref>