Buka menu utama

Perubahan

11 bita dihapus ,  11 bulan yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Ada juga gerakan-gerakan Kristen yang melintasi garis-garis denominasi dan bahkan cabang-cabangnya, dan tidak dapat diklasifikasikan pada tingkat yang sama dengan yang disebutkan sebelumnya. [[Evangelikalisme]] adalah salah satu contoh yang menonjol. Sebagian dari gerakan-gerakan itu aktif secara eksklusif di dalam [[Protestanisme]], beberapa di antaranya Kristen. Gerakan-gerakan transdenominasi kadang-kadang juga mampu mempengaruhi bagian-bagian dari [[Gereja Katolik Roma]], seperti melakukan [[Gerakan Karismatik]], yang memiliki tujuan untuk menggabungkan kepercayaan dan praktik yang sama dengan [[Pentakosta]] ke dalam berbagai cabang di agama Kristen. [[Gereja-gereja Neo-karismatik]] kadang-kadang dianggap sebagai subkelompok [[Gerakan Karismatik]]. Keduanya ditempatkan di bawah label umum [[Karismatik Kristen]] (disebut Renewalists), bersama juga dengan [[Pentakosta]]. [[Gereja-gereja nondenominasional]] dan berbagai gereja rumah sering mengadopsi, atau semacam gerakan seperti ini.
 
[[Megachurches]] biasanya dipengaruhi oleh [[gerakan interdenominasi]]. Secara global, sidang-sidang besar ini adalah perkembangan yang signifikan dalam agama Kristen Protestan. Di Amerika Serikat, fenomena ini terjadi lebih dari empat kali lipat dalam dua dekade terakhir. <ref>{{cite web|url=http://www.secularhumanism.org/index.php?section=library&page=tflynn_26_5|title=Redirect|website=www.secularhumanism.org}}</ref> Sejak itu lalu menyebar ke seluruh dunia.
 
Bagan di bawah ini menunjukkan hubungan timbal balik dan asal-usul historis dari gerakan interdenominasi utama dan juga perkembangan-perkembangan lain dalam Protestanisme.
|caption2=[[Max Weber]]'s ''[[The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism]].''}}
 
Meskipun Reformasi adalah gerakan agama, tetapi juga memiliki dampak yang kuat pada semua aspek kehidupan yang lainnya: pernikahan dan keluarga, pendidikan, kemanusiaan dan ilmu pengetahuan, tatanan politik dan sosial, ekonomi, dan seni. <ref> name="Karl Heussi 1956 pp. 317–319"</ref> Gereja-gereja Protestan menolak gagasan imamat yang selibat dan karenanya memungkinkan pendeta mereka untuk menikah. <ref> name = "Encyclopedia of Protestantism" </ref> Banyak dari keluarga mereka yang berkontribusi pada pengembangan elit intelektual di negara mereka sendiri. <ref>Karl Heussi, ''{{lang|de|Kompendium der Kirchengeschichte}}'', p. 319</ref> Sejak sekitar tahun 1950, wanita telah memasuki pelayanan, dan beberapa dari mereka telah mengambil posisi terkemuka (misalnya uskup), di sebagian besar gereja Protestan.
 
Ketika para Reformis menginginkan semua anggota gereja dapat membaca Alkitab, pendidikan di semua tingkatan mendapat dorongan yang cukup kuat. Pada pertengahan abad kedelapan belas, tingkat melek huruf di Inggris adalah sekitar 60 persen, di Skotlandia 65 persen, dan di Swedia delapan dari sepuluh pria dan wanita mampu membaca dan menulis. <ref>Heinrich August Winkler (2012), ''{{lang|de|Geschichte des Westens. Von den Anfängen in der Antike bis zum 20. Jahrhundert}}'', Third, Revised Edition, Munich (Germany), p. 233</ref> Perguruan tinggi dan universitas didirikan. Misalnya, kaum [[Puritan]] yang mendirikan [[Massachusetts Bay Colony]] pada 1628 juga mendirikan [[Harvard College]] hanya pada delapan tahun kemudian. Sekitar selusin perguruan tinggi lain mengikuti didirikan pada abad ke-18, termasuk [[Yale]] (1701). [[Pennsylvania]] juga menjadi pusat pembelajaran. <ref>Clifton E. Olmstead (1960), ''History of Religion in the United States'', Prentice-Hall, Englewood Cliffs, N.J., pp. 69–80, 88–89, 114–117, 186–188</ref><ref>M. Schmidt, ''Kongregationalismus'', in ''Die Religion in Geschichte und Gegenwart'', 3. Auflage, Band III (1959), Tübingen (Germany), col. 1770</ref>
 
Anggota denominasi Protestan garis-utama telah banyak memainkan peran kepemimpinan dalam aspek kehidupan Amerika, termasuk politik, bisnis, sains, seni, dan pendidikan. Merekalah yang mendirikan sebagian besar institut pendidikan tinggi terkemuka di negara itu. <ref> name=mainline2000>McKinney, William. "Mainline Protestantism 2000." ''Annals of the American Academy of Political and Social Science'', Vol. 558, Americans and Religions in the Twenty-First Century (July 1998), pp. 57–66.</ref>
 
== Respon Katolik ==
|caption2=[[St. Bartholomew's Day massacre]] of French Protestants, 1572.}}
 
Pandangan dari [[Gereja Katolik Roma]] adalah bahwa denominasi Protestan tidak dapat dianggap sebagai gereja melainkan mereka adalah ''komunitas gerejawi'' atau ''komunitas kepercayaan-kepercayaan tertentu'' karena tata cara dan doktrin mereka yang tidak historis sama dengan sakramen dan dogma Katolik, dan komunitas Protestan tidak memiliki imamat tingkat sakramental dan karenanya tidak memiliki suksesi kerasulan yang sejati. <ref>Responses to Some Questions Regarding Certain Aspects of the Doctrine on the Church, 29 June 2007, Congregation for the Doctrine of the Faith.</ref><ref name=AFAC>{{cite book|last1=Stuard-will|first1=Kelly|title=A Faraway Ancient Country |year=2007|publisher=Gardners Books|location=United States|isbn=978-0-615-15801-3|page=216|url=https://books.google.com/books?id=q469xc7mbksC&lpg=PA1&pg=PP1#v=onepage&q&f=false|author2=Emissary|editor=Karitas Publishing}}</ref> Menurut [[Uskup Hilarion (Alfeyev)]] dari [[Gereja Ortodoks Timur]] memiliki pandangan yang sama tentang hal ini. <ref>{{cite web|author=OrthodoxEurope.org |url=http://orthodoxeurope.org/page/14/124.aspx#2 |title=Bishop Hilarion of Vienna and Austria: The Vatican Document Brings Nothing New |publisher=Orthodoxeurope.org |date= |accessdate=14 May 2014}}</ref>
 
Bertentangan dengan bagaimana para Reformator Protestan sering dikarakterisasi, konsep ''Gereja Katolik'' atau ''Gereja universal'' tidak disisihkan selama Reformasi Protestan. Sebaliknya, kesatuan yang terlihat dari gereja katolik atau gereja universal dilihat oleh para reformator Protestan sebagai doktrin yang penting dari Reformasi. Para reformator magisterial, seperti [[Martin Luther]], [[John Calvin]], dan [[Huldrych Zwingli]], percaya bahwa mereka telah mereformasi Gereja Katolik Roma, yang mereka pandang telah menjadi rusak. Masing-masing dari mereka menganggap serius tuduhan perpecahan dan inovasi, mereka telah menyangkal tuduhan ini dan tetap mempertahankan bahwa itu adalah Gereja Katolik Roma yang telah meninggalkan mereka.<ref>The Protestant Reformers formed a new and radically different theological opinion on ecclesiology, that the visible Church is "catholic" (lower-case "c") rather than "Catholic" (upper-case "C"). Accordingly, there is not an indefinite number of parochial, congregational or national churches, constituting, as it were, so many ecclesiastical individualities, but one great spiritual republic of which these various organizations form a part, although they each have very different opinions. This was markedly far-removed from the traditional and historic Roman Catholic understanding that the Roman Catholic Church was the one true Church of Christ.
Di mana pun [[Reformasi Magisterial]], yang menerima dukungan dari penguasa yang berkuasa, terjadi, hasilnya adalah gereja Protestan nasional yang direformasi yang diharapkan menjadi bagian dari keseluruhan gereja yang tidak kelihatan, tetapi ada yang tidak setuju, dalam poin-poin penting tertentu dari suatu doktrin dan praktik terkait suatu doktrin, dengan apa yang kemudian dianggap sebagai titik acuan normatif mengenai hal-hal semacam itu, yaitu Kepausan dan otoritas pusat Gereja Katolik Roma. [[Gereja-gereja Reformed]] dengan demikian menjadi percaya dalam beberapa bentuk agama Katolik, yang didirikan di atas lima doktrin solanya dan organisasi gerejawi yang nyata berdasarkan pada [[gerakan Konsiliar]] abad ke 14 dan ke 15, yang menolak kepausan dan kepausan paus yang mendukung [[konsili ekumenis]], tetapi menolak yang terbaru. dewan ekumenis, [[Konsili Trente]]. Oleh karena itu, persatuan agama bukan menjadi satu-satunya doktrin dan identitas tetapi satu karakter yang tak terlihat, di mana kesatuan adalah salah satu iman dalam Yesus Kristus, bukannya identitas umum, doktrin, keyakinan, dan tindakan-tindakan kolaboratif.
 
Ada orang-orang Protestan, terutama dari [[tradisi Reformed]], yang menolak atau meremehkan penunjukan Protestan karena gagasan negatif yang diucapkan oleh kata-kata selain makna utamanya, yang lebih memilih penamaan ''Reformed'', ''Evangelis'' atau bahkan ''Katolik Reformed'' dari apa yang mereka sebutlah Katolik Reformed dan membela argumen mereka dari pengakuan Protestan tradisional. <ref>''The Canadian Reformed Magazine'', 18 (20–27 September, 4–11 October, 18, 1, 8 November 1969) http://spindleworks.com/library/faber/008_theca.htm</ref>
 
== Ekumenisme ==
[[Berkas:The 1910 World Missionary Conference,the Edinburgh Missionary Conference.jpg|jmpl|upright=1.15|kiri|The Edinburgh Missionary Conference is considered the symbolic starting point of the contemporary ecumenical movement.<ref>{{cite web|url=http://www.oikoumene.org/en/what-we-do/cwme/history|title=History — World Council of Churches|website=www.oikoumene.org}}</ref>]]
 
Gerakan ekumenis telah memiliki pengaruh terhadap gereja-gereja pada arus utama, yang mulai setidaknya pada tahun 1910 dengan [[Konferensi Misioner Edinburgh]]. Asal-usulnya terletak pada pengakuan akan perlunya kerja sama di ladang misi di [[Afrika]], [[Asia]], dan [[Oceania]]. Sejak 1948, Dewan Gereja Dunia telah berpengaruh, tetapi tidak terlalu efektif dalam menciptakan gereja yang bersatu. Ada juga badan ekumenis di tingkat regional, nasional dan yang lokal di seluruh dunia; tetapi skisma masih jauh lebih banyak dari pada penyatuan. Satu, tetapi bukan satu-satunya adalah ekspresi dari gerakan oikumenis, yang telah menjadi gerakan untuk membentuk gereja-gereja bersatu, seperti [[Gereja India Selatan]], [[Gereja India Utara]], [[Gereja Kristus yang berbasis di AS]], [[Gereja Bersatu Kanada]], [[Gereja Uniting]] di [[Australia]] dan [[United Church of Christ]] di [[Filipina]] yang juga mengalami penurunan keanggotaan dengan cepat. Telah ada keterlibatan yang cukup kuat dari gereja-gereja Ortodoks dalam gerakan ekumenis, meskipun reaksi teolog Ortodoks individual telah berkisar dari persetujuan tentatif dari tujuan persatuan Kristen untuk kutukan langsung dari efek yang dirasakan menyiram turun doktrin Ortodoks. <ref>{{cite web|url=http://www.intratext.com/IXT/ENG0804/__P1T.HTM |title=Orthodox Church: text – IntraText CT |publisher=Intratext.com |date= |accessdate=19 November 2010}}</ref>
 
=== Indonesia ===
526.816

suntingan