Curup, Rejang Lebong: Perbedaan revisi

3 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: penggantian teks otomatis (-dibawah, +di bawah))
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
Daerah ini juga dikenal sebagai salah satu tempat tumbuhnya [[Rafflesia arnoldii|Rafflesia Arnoldii]].
[[Berkas:Pasar Bang Mego Curup.jpg|thumbjmpl|200px|Pasar Bang Mego Curup]]Pasar yg agak modern adalah Pasar Bang Mego. Sebelum dibangun Pasar Bang Mego, pada tahun 1970-an dikenal dengan sebutan Pasar Bawah juga disebut Pasar Los, untuk membedakan dengan pasar yang lain yaitu Pasar Atas, yang terletak dekat Terminal angkutan serta Pasar Tengah yang telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka serta Pasarde (Pasar Serbo Ade).
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Dorpshoofden te Tjoeroep Benkoelen Zuid-Sumatra TMnr 10001863.jpg|thumbjmpl|leftkiri|200px|Kepala adat Curup (tahun 1939)]]
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Megaliet bij Tjoeroep TMnr 10025792.jpg|thumbjmpl|200px|leftkiri|[[Megalit]] di Curup (foto diambil pada tahun 1931)]]
Curup merupakan sebuah kota di daerah pegunungan bukit barisan dan dikelilingi oleh [[Bukit Kaba]]/Gunung Kaba dan [[Bukit Daun]]. Penduduk aslinya adalah suku Rejang, namun banyak juga masyarakat dari suku lain seperti Jawa, Lembak, Minang, Serawai dan Sunda. Kota ini pernah menjadi ibukota Provinsi Sumatera Selatan pada masa revolusi di bawah kepemimpinan Gubernur A.K. Gani.