Buka menu utama

Perubahan

112 bita dihapus ,  10 bulan yang lalu
Ibu Van Gogh berasal dari keluarga kaya di [[Den Haag]],{{sfnp|Naifeh|Smith|2011|loc= 14–16}} sementara ayahnya adalah anak bungsu seorang pendeta.{{sfnp|Naifeh|Smith|2011|loc= 59}} Keduanya bertemu saat adik Anna, Cornelia, menikahi kakak Theodorus, Vincent (Cent). Orang tua Van Gogh menikah pada Mei 1851 dan pindah ke Zundert.{{sfnp|Naifeh|Smith|2011|loc= 18}} Adik Van Gogh yang bernama Theo lahir pada tanggal 1 Mei 1857. Van Gogh juga memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Cor dan tiga adik perempuan yang bernama Elisabeth, Anna, dan [[Wil van Gogh|Willemina]] (dikenal sebagai "Wil"). Pada saat sudah dewasa, Van Gogh hanya berhubungan dengan Willemina dan Theo.{{sfnp|Walther|Metzger|1994|loc= 16}} Ibu Van Gogh adalah seorang wanita relijius dan saklek yang sangat mementingkan keluarga hingga orang yang berada di sekitarnya merasa [[klaustrofobia|klaustrofobik]].{{sfnp|Naifeh|Smith|2011|loc= 23–25}} Gaji Theodorus tidaklah besar, tetapi gereja menyediakan keluarga tersebut dengan sebuah rumah, seorang pembantu, dua juru masak, seorang tukang kebun, dan sebuah kereta kuda, dan Anna mewajibkan anak-anaknya untuk menjunjung tinggi status sosial keluarga tersebut.{{sfnp|Naifeh|Smith|2011|loc= 31–32}}
 
[[Berkas:Theo van Gogh at circa 15 years of age cropped.jpg|jmpl|lurus|Vincent saat berumur sekitar 13 tahun.]]
Van Gogh adalah seorang anak yang serius dan penuh dengan pikiran.{{sfnp|Sweetman|1990|loc= 13}} Minatnya terhadap seni sudah berkembang sejak masih muda. Ia didorong untuk menggambar semenjak kecil oleh ibunya,{{sfnp|Naifeh|Smith|2011|loc= 36–50}} dan gambar-gambar pertama yang ia buat terlihat ekspresif,{{sfnp|Tralbaut|1981|loc= 25–35}} namun tak sebanding dengan karya-karyanya saat sudah dewasa.{{sfnp|Hulsker|1980|loc=8–9}} Ia dididik di rumah oleh ibunya dan seorang pengajar, dan pada tahun 1860 ia dikirim ke sekolah desa. Pada tahun 1864, ia masuk ke [[sekolah asrama]] di [[Zevenbergen]],{{sfnp|Tralbaut|1981|loc= 25–35}} tetapi di situ ia merasa ditinggalkan dan meminta dipulangkan. Sebagai gantinya, pada tahun 1866, orang tuanya mengirimkannya ke sekolah menengah di [[Tilburg]], tetapi di situ ia sangat tidak bahagia.{{sfnp|Naifeh|Smith|2011|loc= 45–49}} Sementara itu, Constantijn C. Huysmans yang telah menjadi seniman sukses di Paris menjadi guru di sekolah Van Gogh di Tilburg. Huysmans menolak teknik-teknik dan lebih mendukung upaya penangkapan kesan-kesan dari suatu hal, terutama objek secara umum atau alam. Ketidakbahagiaan Van Gogh yang mendalam tampaknya telah membayangi pelajaran-pelajarannya, sehingga ilmu yang diberikan oleh Huysmans tidak terlalu berdampak terhadap diri Van Gogh.{{sfnp|Naifeh|Smith|2011|loc= 48}} Pada Maret 1868, Van Gogh secara mendadak kembali ke rumahnya. Saat sudah dewasa, ia menulis bahwa masa mudanya "keras dan dingin, dan hampa".{{sfnp|Van Gogh|2009|loc=[http://vangoghletters.org/vg/letters/let403/letter.html Letter 403]|ps= . Vincent to Theo van Gogh, Nieuw-Amsterdam, on or about Monday, 5 November 1883.}}