Johny Lumintang: Perbedaan antara revisi

44 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-  + )
Tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-  + ))
 
== Biografi ==
Johny Josephus Lumintang, lahir di  Desa [[Noongan, Langowan Barat, Minahasa|Noongan]]''', '''[[Minahasa Tenggara|Minahasa]], [[Sulawesi Utara]],''' '''28 Juni 1947'''.'''  Pria ini adalah salah satu pria yang turut berperan dalam [[Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma|operasi pembebasan sandera  Mapenduma]] Team [[Ekspedisi Lorenz]]'''  '''di Irian Jaya, lewat  '''''[[Operasi Rajawali]]'''''<ref>[http://www.wartainfo.com/2013/06/9-aksi-kopassus-yang-dipuji-dunia.html "Aksi Kopassus Yang Dipuji Dunia"]</ref>, saat menjadi Kepala Staf Kodam/Kasdam VIII/Trikora (1996).
 
Baru  selesai  melaksanakan  tugas  pembebasan   Team  Ekspedisi Lorenz, Johny yang baru dilantik menjadi [[Panglima Kodam VII/Trikora]]Panglima Kodam VII/Trikora atau sekarang menjadi [[Kodam XVII/Cendrawasih]] (20 Agustus 1996)  mendapat tugas lagi  membebaskan sandera 14 orang karyawan PT. Jayanti yang disandera GPK di Kamuna Raya Camp Timika tanggal 14 Agustus 1996,'''  '''dan kali ini operasi pembebasan sandera tersebut dia pimpin sendiri, tugas tersebut diselesaikan dalam waktu singkat. Tanggal  18  September 1996 sandera dibebaskan walaupun akhirnya 2 sandera meninggal dunia.
 
Jabatan Pangdam VII/Trikora diembankan padanya selama satu setengah tahun Tamatan [[AKABRI|Akabri]] tahun 1970, ini kemudian kembali dipercayakan menjabat  Asisten Operasi Kasum TNI (dulu ABRI).
 
Beberapa jabatan penting sebelumnya antara lain:  Komandan [[Batalyon Infanteri 751]]''', '''Dandim Merauke dan Jayapura''', '''Komandan''' '''[[Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Trisula]] Kostrad''', '''Komandan''' '''Rindam Jaya''', '''Danrem 164 Timor-Timur dan Panglima Divisi Infanteri I/Kostrad'''.'''
 
Pada saat-saat kritis saat  [[Soeharto]]  turun dari kursi kepresidenan, Johny dipercaya menjabat [[Pangkostrad]], menggantikan  Letjen TNI [[Prabowo Subianto]]''''' '''''(yang saat itu terkenal sebagai The Rising Star). Sayang, masa jabatannya sebagai Panglima Kostrad sangat singkat, hanya 17 jam (22-23 Mei 1998). Itu adalah saat-saat yang paling menentukan dalam kehidupan bangsa dan negara.
 
Tanggal 30 Oktober 1998, Johny lagi-lagi dipercaya menggantikan posisi Prabowo sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI. Sekaligus juga menggantikan kedudukannya sebagai Anggota Fraksi ABRI MPR-RI.
 
Suami  Drg. Sonya Riupassa, MHA  ini pada tanggal18 Januari 1999  ditunjuk menjadi Wakil Kepala Staf [[TNI Angkatan Darat]], dan sebelum pensiun Johny menduduki jabatan sebagai  Sekretaris Jenderal (Sekjen) [[Departemen Pertahanan]]  setelah sebelumnya menjabat Gubernur [[Lemhanas]]. Rupanya angka  18  merupakan  angka istimewa  bagi Johny, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, yaitu ± 10 bulan, ia telah menduduki banyak jabatan strategis. Anak keempat dari lima bersaudara pasangan  Alm.Frederik Lumintang  dan  Sofia Wuisan  ini, adalah alumnus Sesko TNI (1991-1992) Angkatan  18,  Sus Staf Senior (1992) serta Lemhannas (1995).
 
Bapak dari tiga anak ini,  Kitty Lumintang, lahir 27 Januari 1974,  Della Lumintang, kelahiran 28 Oktober 1977, dan  Valentino Lumintang, lahir 5 Desember 1979 ini, banyak melewati pendidikan militer, seperti:  Infantry Officer Advanced Course, di  [[Fort Benning]], USA (1978), serta  International Defence Management Course,  di Monterey, USA (1989).
 
Ada satu kegiatan yang amat disukai Johny Lumintang saat tak berbaju militer lagi, yaitu berkebun. Anda suatu kali mungkin dapat melihat mantan Jenderal berbintang tiga ini menenteng beberapa sisir pisang dan beberapa butir kelapa di jalan raya Desa Tosuraya, Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara tempat mantan Pangkostrad ini dibesarkan.“Saya ingin memberi contoh kepada orang Minahasa agar tidak malas menjalani profesi sebagai petani, karena saya pun bisa seperti sekarang karena petani” katanya.