Buka menu utama

Perubahan

5 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Kumpulan besar kidung ini adalah musik tertua yang dikenal karena merupakan kumpulan kidung pertama yang diberi [[notasi]] pada abad ke-10. Secara umum, kidung-kidung Gregorian dipelajari melalui metode [[viva voce]], yakni dengan mengulangi contoh secara lisan, yang memerlukan pengalaman bertahun-tahun lamanya di [[Schola Cantorum]]. Kidung Gregorian bersumber dari kehidupan [[monastik]], di mana menyanyikan 'Ibadat Suci' sembilan kali sehari pada waktu-waktu tertentu dijumjung tinggi seturut [[Peraturan Santo Benediktus]]. Melagukan ayat-ayat mazmur mendominasi sebagian besar dari rutinitas hidup dalam komunitas monastik, sementara sebuah kelompok kecil dan para solois menyanyikan kidung-kidung.
 
Menurut tradisi, kidung Gregorian dinyanyikan oleh [[paduan suara]] laki-laki dewasa dan kanak-kanak di dalam gereja, atau oleh para biarawan dan biarawati di dalam kapel [[biara (tempat tinggal)|biara]] masing-masing. Kidung Gregorian adalah kidung [[Ritus Romawi]] yang dinyanyikan dalam [[Misa|perayaan Misa]] maupun [[ibadat harian]] di biara. Meskipun tradisi-tradisi nyanyian ibadat asli lainnya dalam Gereja Barat telah tergantikan atau terpinggirkan oleh kidung Gregorian, [[kidung Ambrosian]] masih tetap lestari di Milan, dan ada pula pakar-pakar musik yang mendalami kedua ragam kidung ini maupun [[kidung Mozarab]] umat Kristen Spanyol. Kidung Gregorian sekarang ini tidak lagi diwajibkan, namun Gereja Katolik Roma secara resmi masih menganggapnya sebagai bentuk nyanyian yang paling tepat digunakan dalam peribadatan.<ref name=Catholic>[http://www.christusrex.org/www1/CDHN/v8.html Konstitusi Mengenai Liturgi Suci, Konsili Vatikan II] {{Webarchive|url=https://archive.is/20121220134142/http://www.christusrex.org/www1/CDHN/v8.html |date=20 Desember 2012 }}; [[Paus Benediktus XVI]]: [http://www.cwnews.com/news/viewstory.cfm?recnum=44963 Catholic World News 28 Juni 2006] kedua-duanya diakses pada 5 Juli 2006</ref> Pada abad ke-20, kidung Gregorian kembali diminati, baik di bidang kajian musik maupun industridi musikkalangan populermasyarakat umum.
 
== Sejarah ==
20.051

suntingan