Kidung Gregorian: Perbedaan revisi

354 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
[[File:Graduale Aboense 2.jpg|thumb|[[Introitus]] ''Gaudeamus omnes'', ditulis dengan notasi balok dalam buku nyanyian ''Graduale Aboense'' antara abad ke-14 dan ke-15 sebagai bentuk penghormatan terhadap [[Henrikus (Uskup Finlandia)|Santo Henrikus, pelindung negara Finlandia]]]]
{| class="infobox bordered" style="width: 25em; text-align: left; font-size: 95%"
 
|-
{{Listen|filename=Gaudeamus omnes - [[Berkas:Graduale Aboense 2.jpgogg|300px]]{{br}}[[Introitus]] title=''Gaudeamus omnes'',|description=Introitus digubahMisa dalamPeringatan notasiSanto balok, dalam ''Graduale Aboense'' antara abad ke-14 dan ke-15, untuk menghormati [[Henrikus, UskupPelindung Uppsala|Henrikus, santo pelindungNegara Finlandia.]]}}
 
|-
'''Kidung Gregorian''' ({{lang-la|Cantus Gregorianus}}) adalah pusat dari tradisi ''[[cantus planus]]'' [[Kekristenan Barat|Gereja Barat]], yakni nyanyian suci [[monofoni|satu suara]] tanpa iringan alat musik dalam [[Gereja Katolik Roma]]. Kidung Gregorian sangat berkembang di kawasan barat dan tengah Eropa pada abad ke-9 dan ke-10, dan disempurnakan dengan penambahan maupun penghilangan bagian-bagian tertentu di kemudian hari. Meskipun [[Paus Gregorius I]] disebut-sebut dalam cerita rakyat sebagai penciptanya, para ahli meyakini bahwa kidung Gregorian adalah hasil sintesis [[Kidung Romawi]] dan [[Kidung Galikan]] pada zaman [[wangsa Karoling]], lama sesudah Paus Gregorius I wafat.
| {{listen|filename=Gaudeamus omnes - Graduale Aboense.ogg|title=''Gaudeamus omnes'', Introit untuk misa sebagai penghormatan kepada Henrikus, santo pelindung Finlandia|description=Klik gambar manuskrip dan unduh versi resolusi-tinggi untuk mengikuti notasinya, dimulai pada kaligrafi huruf "G" besar. Antifon diulangi sesudah ayat mazmur ''"Annunciabunt...quẽ fecit dominus"'' dan diulangi lagi sesudah ''"Gloria patri."'' Hanya permulaan dan akhir ''"Gloria patri"'' yang terlihat pada manuskrip; "EVOVAE" mewakili huruf-huruf vokal dalam lima suku kata terakhir, ''"s'''æ'''c'''u'''l'''o'''r'''u'''m, '''a'''m'''e'''n."'' Pengucapan bahasa Latinnya mengikuti cara pengucapan bahasa Latin di Jerman pada masa Renaissance, berdasarkan koneksi-koneksi gerejawi antara Åbo dan Jerman .}}
 
|}
'''Kidung Gregorian''' adalah pusat dari tradisi ''[[cantus planus]]'' [[Kekristenan Barat|Gereja Barat]], yakni semacam nyanyian suci [[monofonia|monofonik]] (satu suara) yang mengiringi perayaan [[misa]] dan ibadat-ibadat ritual lainnya. Kumpulan besar kidung ini adalah musik tertua yang dikenal karena merupakan kumpulan kidung pertama yang diberi [[notasi]] pada abad ke-10. Secara umum, kidung-kidung Gregorian dipelajari melalui metode [[viva voce]], yakni dengan mengulangi contoh secara lisan, yang memerlukan pengalaman bertahun-tahun lamanya di [[Schola Cantorum]]. Kidung Gregorian bersumber dari kehidupan [[monastik]], di mana menyanyikan 'Ibadat Suci' sembilan kali sehari pada waktu-waktu tertentu dijumjung tinggi seturut [[Peraturan Santo Benediktus]]. Melagukan ayat-ayat mazmur mendominasi sebagian besar dari rutinitas hidup dalam komunitas monastik, sementara sebuah kelompok kecil dan para solois menyanyikan kidung-kidung. Dalam sejarahnya yang panjang, kidung Gregorian telah mengalami banyak perubahan dan perbaikan sedikit demi sedikit.
 
== Sejarah ==
23.857

suntingan