Lelaki Tua dan Laut: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Di hari +Pada hari)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di hari + pada hari))
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Di hari +Pada hari))
Maka pada hari ke-85, Santiago berlayar sendirian, membawa [[perahu]] kecilnya jauh ke tengah [[teluk Meksiko]]. Dia mengatur [[kail]]nya, dan di siang selanjutnya, seekor ikan besar yang dia yakin adalah seekor ikan marlin menggigit [[umpan]]nya. Santiago tidak dapat menarik ikan tersebut, malah mendapati perahu kecilnya yang justru ditarik oleh sang ikan raksasa. Dua hari dua malam lewat dalam situasi tersebut, dan selama itu si lelaki tua menahan tali jeratnya dengan tenaganya sendiri dengan susah payah. Walaupun dia sangat kesakitan dan terluka dalam perjuangannya, Santiago merasakan rasa kasih, haru dan penghargaan untuk lawannya, kerap menyebut sang ikan sebagai [[saudara]]nya. Dia juga memutuskan bahwa karena [[martabat]] besar sang ikan, tak ada seorang pun yang layak untuk memakan ikan tersebut.
 
DiPada hari ketiga perjuangannya, sang ikan mulai mengitari perahu kecilnya, menunjukkan kelelahannya pada si lelaki tua. Santiago, sekarang telah kehabisan tenaga, mulai mengigau, dan hampir tidak waras, menggunakan seluruh sisa tenaga yang masih dimilikinya untuk menarik sang ikan ke sisi perahunya dan menikam sang marlin dengan sebuah [[harpun]], dengan demikian mengakhiri perjuangan panjang antara si lelaki tua dan sang ikan yang sangat kuat bertahan.
 
Santiago mengikat bangkai sang marlin di sisi perahu kecilnya dan mulai berlayar pulang, berpikir tentang [[harga]] tinggi yang akan diberikan sang ikan di [[pasar]] ikan dan jumlah orang yang dapat menikmati hasil tangkapannya tersebut. Selama Santiago melanjutkan perjalanannya pulang ke [[tepi laut]], ikan-ikan [[hiu]] mulai tertarik dengan jejak [[darah]] yang ditinggalkan sang marlin di air. Yang pertama adalah ikan [[hiu mako]] yang dibunuh Santiago dengan harpunnya, menyebabkan dia kehilangan senjata tersebut. Dia kemudian merakit sebuah harpun baru dengan mengikat bilah [[pisau]]nya ke ujung sebuah [[dayung]] untuk mengusir pergi hiu-hiu yang berdatangan selanjutnya. Lima hiu dibunuhnya dan banyak hiu lain yang akhirnya pergi. Di malam harinya hiu-hiu tersebut telah melahap habis seluruh bangkai sang marlin, meninggalkan hanya [[kerangka]] [[tulang punggung]], [[ekor]], dan [[kepala]]nya, di mana di kepalanya masih tertancap harpun nelayan si lelaki tua. Santiago sangat sedih dan menghukum dirinya sendiri karena telah mengorbankan sang marlin, dan akhirnya sampai di tepian laut sebelum subuh keesokan harinya. Dia berjuang untuk berjalan menuju gubuknya, membawa tiang kapalnya yang berat di atas pundaknya. Setelah tiba di rumah, dia merebahkan dirinya di tempat tidur dan masuk ke dalam tidur yang panjang.