J-Rocks: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Di hari +Pada hari)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Di hari +Pada hari))
J-Rocks mengukir [[sejarah]] sebagai band [[Indonesia]] pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, di [[Inggris]]. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di studio Abbey Road mereka ditangani oleh Chris Bolster, seorang sound engineer ternama yang juga memiliki pengalaman menjadi sound engineer di album ''[[Live - Coldplay,]] [[Placebo - John Lennon & Paul Mc Cartney]],'' dan album ''[[Love- The Beatles.]]''
 
Proses rekaman untuk ketiga lagu J-Rocks hanya membutuhkan waktu selama dua hari. DiPada hari ke-3, Christ melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu. Sambil menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk lagu Falling in Love dan berfoto di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batik yang sudah mereka persiapkan dari Jakarta. Hasilnya J-Rocks merilis album ke-3, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey", dengan cover bergambar J-Rocks menyebrangi zebra cross Abbey Road ala The Beatles. Berisi 4 lagu dan 1 instrumental.
 
Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena memenangkan ajang "A Mild Live Soundrenaline 2008" yang diselenggarakan di 5 kota (Pekanbaru, Medan, Batam, Malang, Yogyakarta) mulai dari bulan Juli hingga Agustus 2008. J-Rocks terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema "Free Your Voice" dan berhasil membawa topik "Save Our Music and Culture". Rekaman di Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang go internasional.