Allah: Perbedaan revisi

2.675 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
=== Kristen ===
{{main|Tritunggal}}
Dalam banyak agama, Allah yang Mahatinggi diberi gelar dan sebutan Bapa. Dalam berbagai bentuk [[politeisme]], tuhan yang tertinggi dipahami sebagai "bapa dari semua tuhan dan manusia". Dalam agama Israel dan Yudaisme modern, YHWH disebut Bapa karena Ia adalah Pencipta, Pemberi hukum, dan Pelindung. Demikian pula di dalam Kekristenan, Allah disebut Bapa dengan alasan yang sama, tetapi terutama sekali karena misteri dari hubungan Bapa-Anak yang diungkapkan oleh Yesus Kristus. Pada umumnya, nama Bapa yang diberikan kepada Tuhan menunjukkan bahwa Ia adalah asal usul dari segala sesuatu yang tunduk kepada-Nya. Dialah Kewibawaan yang tertinggi dan yang Mahakuasa, Patriarkh, dan Pelindung.
 
Bahasa Aram untuk "Tuhan" dalam bahasa Kristen Asiria adalah ʼĔlāhā, atau Alaha. Penutur bahasa Arab dari semua agama Abraham, termasuk Kristen dan Yahudi, menggunakan kata "Allah" untuk berarti "Tuhan".<ref name="Columbia"/> Orang-orang Arab Kristen saat ini tidak memiliki kata lain untuk "Tuhan" daripada "Allah".<ref name="Cambridge">{{cite book |author1=Lewis, Bernard |author2=Holt, P. M. |author3=Holt, Peter R. |author4=Lambton, Ann Katherine Swynford |title=The Cambridge history of Islam |publisher=University Press |location=Cambridge, Eng |year=1977 |page=32 |isbn=978-0-521-29135-4 |oclc= }}</ref> (Bahkan bahasa Maltese Malta yang berbahasa Arab, yang populasinya hampir seluruhnya adalah Katolik Roma, menggunakan Alla untuk "Tuhan".) Orang Kristen Arab, misalnya, menggunakan istilah Allāh al-ab (الله الأب) untuk Allah Bapa, Allāh al-ibn (الله الابن) untuk Allah Anak, dan Allāh al-rūḥ al-quds (الله الروح القدس) bagi Allah Roh Kudus.
[[Katekismus Singkat Westminster]] mendefinisikan Allah sebagai [[roh]], yang tidak terbatas, kekal, dan tidak berubah, dalam pengetahuan-Nya, dalam kebijaksanaan-Nya, dalam kekuasaan-Nya, dalam kekudusan-Nya, dalam keadilan-Nya, dalam kebaikan-Nya, dan dalam kebenaran-Nya.
 
Orang-orang Kristen Arab telah menggunakan dua bentuk doa di awal karya tulis mereka. Mereka mengadopsi bismillāh Muslim, dan juga menciptakan bismillāh mereka sendiri di awal abad ke-8.<ref name="Thomas"/> Bismillah Muslim berbunyi: "Atas nama Tuhan, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang." Sedangkan Bismillāh Trinitias berbunyi: "Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Satu Tuhan." Doa Syria, Latin, dan Yunani tidak memiliki kata "Satu Tuhan" di akhir. Penambahan ini dibuat untuk menekankan aspek monoteistik dari keyakinan Trinitarian dan juga untuk membuatnya lebih familiar di kalangan Muslim.<ref name="Thomas">Thomas E. Burman, ''Religious Polemic and the Intellectual History of the Mozarabs'', [[Brill Publishers|Brill]], 1994, p. 103</ref>
 
Menurut [[Marshall Hodgson]], tampaknya pada masa pra-Islam, beberapa orang Kristen Arab menziarahi [[Ka'bah]] yang ketika itu adalah bangunan kuil pagan, menghormati Allah di sana sebagai Tuhan Sang Pencipta.<ref>Marshall G. S. Hodgson, ''The Venture of Islam: Conscience and History in a World Civilization'', [[University of Chicago Press]], p. 156</ref>
 
Beberapa pencarian galian arkeologi telah mengarah pada penemuan prasasti pra-Islam kuno dan makam yang dibuat oleh orang Kristen Arab di reruntuhan gereja di Umm el-Jimal di Yordania Utara, yang berisi referensi kata-kata Allah, dan beberapa kuburan berisi nama-nama seperti "Abd Allah" yang berarti "hamba/pelayan Allah".<ref>James Bellamy, "Two Pre-Islamic Arabic Inscriptions Revised: Jabal Ramm and Umm al-Jimal", ''Journal of the American Oriental Society'', 108/3 (1988)</ref><ref>Enno Littmann, Arabic Inscriptions (Leiden, 1949)</ref>
 
Nama Allah dapat ditemukan berkali-kali dalam laporan dan daftar nama-nama para martir Kristen di Arab Selatan, seperti yang dilaporkan oleh dokumen-dokumen Syriac antik tentang nama-nama para martir dari era kerajaan Himyarite dan Aksumite.<ref>Ignatius Ya`qub III, The Arab Himyarite Martyrs in the Syriac Documents (1966), Pages: 9-65-66-89</ref>
 
Seorang pemimpin Kristen bernama Abd Allah ibn Abu Bakar bin Muhammad menjadi martir di Najran pada tahun 523, karena ia mengenakan cincin yang mengatakan "Allah adalah Tuanku".<ref>Alfred Guillaume& Muhammad Ibn Ishaq, (2002 [1955]). The Life of Muhammad: A Translation of Isḥāq's Sīrat Rasūl Allāh with Introduction and Notes. Karachi and New York: Oxford University Press, page 18.</ref>
 
Dalam sebuah prasasti martyrion Kristen di tahun 512 M, referensi untuk Allah dapat ditemukan dalam bahasa Arab dan Aram, yang memanggilnya "Allah" dan "Alaha", dan tulisan dimulai dengan pernyataan "Dengan Pertolongan Allah".<ref>Adolf Grohmann, Arabische Paläographie II: Das Schriftwesen und die Lapidarschrift (1971), Wien: Hermann Böhlaus Nochfolger, Page: 6-8</ref><ref>Beatrice Gruendler, The Development of the Arabic Scripts: From the Nabatean Era to the First Islamic Century according to Dated Texts (1993), Atlanta: Scholars Press, Page:</ref>
 
Dalam Injil pra-Islam, nama yang digunakan untuk Tuhan adalah "Allah", sebagaimana dibuktikan oleh beberapa versi bahasa Arab Perjanjian Baru yang ditemukan oleh orang-orang Kristen Arab selama era pra-Islam di Arabia Utara dan Selatan.<ref>Frederick Winnett V, Allah before Islam-The Moslem World (1938), Pages: 239–248</ref>
 
Orang-orang Kristen Arab pra-Islam dilaporkan telah meneriakkan pekikan "Ya La Ibad Allah" (Wahai hamba-hamba Allah) untuk saling mengundang sesama dalam sebuah pertempuran.<ref>Irfan Shahîd, Byzantium and the Arabs in the Fourth Century, Dumbarton Oaks Trustees for Harvard University-Washington DC, page 418.</ref>
 
"Allah" juga disebutkan dalam puisi Kristen pra-Islam oleh beberapa penyair Ghassanid dan Tanukhid di Suriah dan Arabia Utara.<ref>Irfan Shahîd, Byzantium and the Arabs in the Fourth Century, Dumbarton Oaks Trustees for Harvard University-Washington DC, Page: 452</ref><ref>A. Amin and A. Harun, Sharh Diwan Al-Hamasa (Cairo, 1951), Vol. 1, Pages: 478-480</ref><ref>Al-Marzubani, Mu'jam Ash-Shu'araa, Page: 302</ref>
 
Dalam konsep terdapat 5 eksistensi mutlak Allah:
# '''Roh Allah''': [[Roh Allah]] yang berkuasa memelihara, mengayomi, membimbing dan menolong ini dalam [[Perjanjian baru]] oleh [[Yesus]] disebut dengan Roh Kudus (Yohanes 14:16-17, Yohanes 14:26, 15:26)
 
== PenggunaanKontroversi kata "Allah" di Malaysia ==
Umat [[Kristen]] menggunakan kata [[Tuhan]] untuk menerjemahkan "[[YHWH]]" yaitu nama pribadi Allah dalam [[Perjanjian Lama]] dan [[Alkitab Ibrani]], sedangkan semua terjemahan [[Alkitab]] dalam bahasa Melayu dan Indonesia sejak abad ke-17 menggunakan kata "Allah" sebagai terjemahan bahasa Ibrani "''El''" atau "''Elohim''" dan bahasa Yunani "Theos". Jadi, Allah dalam Kekristenan sedikit berbeda dengan Allah dalam pengertian ajaran Islam. Secara pengucapan juga ada perbedaan dengan Allah dalam tradisi Islam yang diucapkan dengan logat [[bahasa Arab]].
 
Istilah Arab untuk Tuhan ialah ''Ilāh'', sedangkan kata "Allah" didapat dari penyingkatan dari kata sandang ''[[al-]]'' dan ''{{transl|ar|ISO|[[ʾilāh]]}}' (dewa, bentuk maskulin), bermaksud "Tuhan" (''{{transl|ar|ISO|al-ilāh}}'), tetapi yang lain menjejakkan asal usulnya dari bahasa Aram ''Alāhā''.<ref>Lihat: "Islam and Christianity", ''Encyclopedia of Christianity'' (2001): Arabic-speaking [[Christian]]s and [[Jew]]s also refer to God as ''Allāh''. {{cite encyclopedia | title=Allah | encyclopedia=Encyclopaedia of Islam Online | author=L. Gardet | accessdate=2007-05-02}}</ref>
 
Kata Allah juga adalah kata yang digunakan oleh orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi Arab sebagai terjemahan dari ''ho theos'' dari [[Perjanjian Baru]] dan [[Septuaginta]], sejak abad-abad pertama [[Masehi]].
 
=== Kontroversi kata "Allah" di Malaysia ===
Pemerintah Malaysia pada tahun 2007 melarang penggunaan kata Allah di luar konteks Muslim, tetapi pengadilan tinggi Malaysia pada tahun 2009 membatalkan keputusan itu dengan dasar in-konstitusional. Pemerintah [[Malaysia]] telah mengajukan banding atas keputusan pengadilan, dan pengadilan tinggi Malaysia telah menunda pelaksanaan hasil keputusan hingga banding diajukan. Pada 14 Oktober 2013, Kristen Malaysia dilarang menggunakan kata Allah. Keputusan itu telah diambil oleh tiga [[hakim]] di pengadilan banding Malaysia, untuk membatalkan keputusan pengadilan yang lebih rendah yang memperbolehkan [[tabloid]] mingguan berbahasa Melayu, yakni ''The Herald'' untuk menggunakan kata Allah.<ref>[http://www.dw.de/kristen-malaysia-dilarang-pakai-kata-allah/a-17155658 Kristen Malaysia dilarang menggunakan kata Allah]</ref>
 
2.651

suntingan