Buka menu utama

Perubahan

42 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- di tahun + pada tahun)
'''Ludwig yang Saleh''' (778 – 20 June 840), juga disebut '''yang Adil''', dan '''Debonaire''',<ref>{{lang-de|Ludwig der Fromme}}, {{lang-fr|Louis le Pieux}} atau {{lang|fr|''Louis le Débonnaire''}}, {{lang-it|Luigi il Pio}} atau {{lang|it|''Ludovico il Pio''}}, {{lang-es|Luis el Piadoso}} atau {{lang|es|''Ludovico Pío''}}.</ref> merupakan [[Kadipaten Aquitaine|Raja Aquitaine]] dari tahun 781. Ia juga adalah [[Daftar Raja Franka|Raja Franka]] dan [[Kaisar Romawi Suci|rekan-Kaisar]] (sebagai '''Ludwig I''') dengan ayahandanya, [[Karel yang Agung|Charlemagne]], [[Kekaisaran Romawi Suci]] dari tahun 813.
 
Ia adalah putra [[Karel yang Agung|Charlemagne]] and [[Hildegard dari Vinzgouwe|Hildegard]], ia menjadi pemimpin tunggal Franka setelah kematian ayahandanya dipada tahun 814, jabatan yang dipegangnya sampai kematiannya, selain dipada tahun 833–34, dimana ia dipecat.
 
Selama pemerintahannya di Aquitaine, Ludwig bertanggung jawab dengan pertahanan perbatasan barat daya kekaisaran. Ia [[Sejarah Barcelona#Barcelona di perbatasan Spanyol|menaklukkan Barcelona]] dari [[Muslim]] dipada tahun 801 dan menegaskan otoritas Franka atas [[Pamplona]] dan [[Basque]], [[Pegunungan Pirenia|Pirenia]] selatan dipada tahun 812. Sebagai kaisar ia mengikutsertakan putra-putranya yang dewasa, [[Lothair I]], [[Pippin I dari Aquitaine|Pippin I]], dan [[Ludwig si Jerman]], di dalam pemerintahan dan mendirikan divisi kerajaan yang cocok di antara mereka. Dekade pertama pemerintahannya ditandai oleh beberapa tragedi yang memalukan, terutama perlakuan brutal keponakannya, [[Bernard dari Italia]], dimana Ludwig dihina di depan umum.
 
Pada tahun 830-an kerajaannya dirusak oleh perang saudara di antara putra-putranya, yang diperparah oleh upaya Ludwig untuk mengikutsertakan putranya [[Karl yang Botak|Karl]] dengan istri keduanya di dalam rencana suksesi Meskipun pemerintahannya berakhir di nilai yang tinggi, dengan aturan sebagian besar dikembalikan ke kerajaannya, hal tersebut diikuti oleh perang saudara selama tiga tahun. Ludwig dianggap kurang beruntung daripada ayahandanya, meskipun masalah yang ia hadapi jelas berbeda.
Ludwig dilahirkan ketika ayahandanya, [[Karel yang Agung]] sedang kampanye di Spanyol, di [[Villa Romawi|villa]] Karoling, [[Chasseneuil-du-Poitou|Cassinogilum]], menurut [[Einhard]] dan penulis sejarah anonim yang disebut [[Vita Hludovici]]; Lokasi tempat ini biasanya dikenal dengan nama [[Chasseneuil-du-Poitou|Chasseneuil]], di dekat Poitiers.<ref>Einhard gives the name of his birthplace as ''Cassanoilum''. In addition to Chasseneuil near Poitiers, scholars have suggested that Louis may have been born at Casseneuil (Lot et Garonne) or at Casseuil on the [[Garonne]] near La Réole, where the Dropt flows into the Garonne.</ref> Ia merupakan putra ketiga karel dan istrinya [[Hildegard]]. Kakeknya adalah [[Pippin yang Pendek]].
 
Ludwig dinobatkan sebagai [[Kadipaten Aquitaine|Raja Aquitaine]] ketika ia masih bocah pada tahun 781<ref>Pierre Riche, ''The Carolingians:The Family who Forged Europe'', transl. Michael Idomir Allen, (University of Pennsylvania Press, 1993), 116.</ref> dan dikirim ke sana bersama beberapa [[bupati]] dan sebuah istana. Karel membuat cabang-kerajaan untuk mengamankan perbatasan kerajaannya setelah kehancuran dari peperangan melawan bangsa Aquitaine dan Basque di bawah pimpinan [[Waïfre]] (menyerah ''skt''. 768) dan kemudian [[Hunald I]], yang memuncak di dalam [[Pertempuran Roncesvalles]] (778). Karel menginginkan Ludwig dibesarkan di wilayah dimana ia memerintah. Namun dipada tahun 785, waspada akan kebiasaan putranya yang mungkin telah diambilnya di Aquitaine, Karel mengirimkannya ke Aquitaine dan Ludwig menghadiri [[Konsili Paderborn]] di kerajaan dengan mengenakan pakaian kostum Basque seperti layaknya para pemuda lainnya di masa itu, yang menimbulkan kesan yang baik di Toulouse, karena Basque dari [[Kadipaten Gascogne|Gascogne]] adalah andalan pasukan Aquitaine.
 
Di tahun 794, Karel menetapkan empat bekas villa [[Budaya Galia-Romawi|Galia Romawi]] kepada Ludwig, yang berpendapat bahwa ia akan menggilir tempat-tempat tersebut sebagai tempat tinggal musim dinginnya: [[Doué-la-Fontaine]] yang sekarang [[Anjou]], [[Ébreuil]] di Allier, [[Angeac-Charente]], dan yang bersengketa Cassinogilum. Niat Karel adalah untuk melihat seluruh putranya dibesarkan seperti penduduk asli di wilayah yang diberikan kepada mereka, dengan mengenakan kostum nasional dari wilayah yang dikuasainya dan memahami adat istiadat setempat. Dengan demikian anak-anak dikirim ke kerajaan masing-masing di usianya yang begitu muda. Setiap kerajaan memiliki kepetingan di dalam menjaga beberapa perbatasan, seperti untuk Ludwig adalah [[Marca Hispánica]]. Di tahun 797, [[Barcelona]], kota terbesar ''Marca'', jatuh ke [[Suku Franka]] ketika Zeid, gubernurnya, memberontak melawan [[Kordoba, Spanyol|Kordoba]] namun gagal dan akhirnya menyerah kepada mereka. Kekuasaan [[Kekhalifahan Umayyah]] direbut kembali dipada tahun 799. Namun Ludwig mempersiapkan seluruh pasukannya di kerajaan termasuk [[Gascogne]] beserta adipati [[Lupus Sancho]], [[Provence|Provençal]] di bawah pimpinan [[Leibulf]], dan [[Visigoth]] di bawah pimpinan [[Berà]], atas [[Pirenia]] dan mendudukinya selama dua tahun, musim dingin disana dari tahun 800 sampai 801, ketika diserahkan.<ref>Pierre Riche, ''The Carolingians:The Family who Forged Europe'', 94.</ref> Namun putra-putra Karel tidak diberikan kebebasan dari kekuasaan pusat, dan Karel menanamkan di dalamnya konsep dan kesatuan kerajaan dengan mengirimkan mereka ke ekspedisi militer jauh dari basis kediaman mereka. Ludwig berkampanye di [[Mezzogiorno]], Italia melawan [[Kadipaten Benevento]] setidaknya sekali.
 
Ludwig merupakan salah satu dari ketiga putra Karel yang sah yang selamat sampai dewasa. Ia memiliki saudara kembar, Lothar yang meninggal ketika ia masih bocah. Menurut adat suku Franka, Ludwig diharapkan untuk berbagi warisan dengan saudara-saudaranya, [[Karl dari Ingelheim]], [[Daftar Penguasa Neustria|Raja Neustria]], dan [[Pippin Karlmann|Pippin]], [[Raja Italia]]. Di dalam ''Divisio Regnorum'' tahun 806, Karel telah menetapkan putranya, Karl sebagai ahli warisnya sebagai kaisar dan raja kepala, yang memerintah di jantung Franka, [[Neustria]] dan [[Austrasia]], dan memberikan Pippin [[Mahkota besi Lombardia]], yang dimiliki oleh Karel melalui penaklukan. Untuk Ludwig kerajaan Aquitaine, ia menambahkan [[Septimania]], Provence, dan bagian dari [[Bourgogne]].
 
Namun malangnya putra-putra sah Karel lainnya meninggal – Pippin dipada tahun 810 dan Karl dipada tahun 811 – dan tinggal Ludwig sendiri yang dimahkotai sebagai rekan-kaisar dengan Karel dipada tahun 813. Setelah kematian ayahandanya dipada tahun 814, ia menjadi ahli waris kerajaan Franka beserta seluruh hartanya (dengan pengecualian tunggal Italia, yang tetap berada di dalam kerajaan Ludwig, namun berada di bawah pemerintahan langsung dari [[Bernard dari Italia|Bernard]], putra Pippin).
 
[[Berkas:Charlemagne et Louis le Pieux.jpg|jmpl|kiri|[[Karel yang Agung]] sedang memahkotai Ludwig]]
 
=== Peperangan di perbatasan ===
Di awal pemerintahan Ludwig, banyak suku seperti – [[Dane]], [[Obotrite]], [[Slovenia]], [[Breton]], [[Basque]] – yang menghuni perbatasan wilayahnya masih segan akan kekuasaan kekaisaran Franka dan tidak berani menimbulkan masalah apapun. Namun pada tahun 816, suku [[Sorb]] memberontak dan dengan cepat diikuti oleh Slavomir, kepala suku Obotrite, yang ditangkap dan diabaikan oleh bangsanya sendiri, ia digantikan oleh Ceadrag dipada tahun 818. Tak lama kemudian, Ceadrag-pun berbalik melawan [[Suku Franka]] dan bersekutu dengan [[Dane]], yang akan menjadi ancaman terbesar suku Franka dalam waktu singkat.
 
Ancaman Slavik yang lebih besar berkumpul di tenggara. Disana, [[Liudewit]], adipati [[Panonia]], mencemarkan perbatasan di sungai-sungai [[Drava]] dan [[Sava]]. [[Cadolah]], [[Daftar Penguasa Friuli|Markgraf Friuli]], dikirim untuk melawannya namun ia meninggal di kampanye dan pada tahun 820, wilayah markgrafnya diserang oleh suku Slovenia. Di tahun 821, sebuah persekutuan dibuat dengan [[Borna]], adipati [[Dalmasia]], dan Liudewit ditaklukkan. Di tahun 824 beberapa suku Slav di bagian barat utara [[Bulgaria]] mengakui kedaulatan Ludwig dan setelah ia enggan menyelesaikan masalah secara damai dengan penguasa Bulgaria, [[Omurtag dari Bulgaria|Omurtag]], dipada tahun 827 Bulgaria menyerang Franka di [[Panonia]] dan memenangkan kembali wilayah mereka.
 
Di sisi selatan wilayah kerajaannya, Ludwig harus mengendalikan [[Daftar Penguasa Benevento|pangeran-pangeran Benevento]] dari Langobardi yang tidak pernah ditaklukkan oleh Karel. Ia menarik janji dari Pangeran-pangeran [[Grimoaldo IV dari Benevento|Grimoaldo IV]] dan [[Sicone dari Benevento|Sicone]], namun tidak berhasil.
 
Di perbatasan barat daya, masalah-masalah dimulai ketika di sekitar tahun 812, Ludwig menyeberangi Pirenia barat 'untuk menyelesaikan masalah-masalah' di Pamplona. Ekspedisi itu membuka jalan kembali ke utara, dimana ia lolos dari upaya penyergapan yang diatur oleh [[Sejarah Basque#Abad Pertengahan Awal|Basque]] di jalan masuk Roncevaux berkat tidakan pencegahan yang diambilnya dengan sandera. [[Seguin I Lupo]], adipati [[Kadipaten Gascogne|Gascogne]], yang dipecat oleh Ludwig dipada tahun 816 diduga karena gagal menekan atau berkolaborasi dengan pemberontakan Basque selatan dari Pirenia barat, sehingga memicu pemberontakan suku Basque yang dipadamkan oleh kaisar Franka di Dax. Seguin digantikan oleh [[Lop Centullo III]], yang diambil kembali oleh kaisar dipada tahun 818. Di tahun 820 dari sebuah rapat di [[Quierzy]] diputuskan untuk mengirim sebuah ekspedisi melawan Kekhalifahan Kordoba (827). Beberapa comte yang bertanggung jawab atas pasukan tersebut adalah, [[Hugues III dari Tours|Hugues III]], Comte [[Tours]], dan [[Matfrid]], Comte [[Orléans]], yang lamban dalam bertindak sehingga ekspedisi tersebut gagal.
 
=== Perang saudara pertama ===
Di tahun 818, begitu Ludwig kembali dari sebuah kampanye di [[Bretagne]], ia disambut oleh berita kematian istrinya, [[Ermengarde dari Hesbaye|Ermengarde]]. Ermengarde adalah putri [[Ingram|Ingerman]], adipati Hesbaye. Ludwig akrab dengan istrinya yang terlibat di dalam pembuatan kebijakan. Terdapat rumor bahwa ia telah memainkan peran di dalam kematian keponakannya dan Ludwig sendiri percaya kematiannya sendiri adalah balasan Tuhan baginya. Butuh berbulan-bulan lamanya bagi para pejabat dan penasehatnya untuk meyakinkannya menikah lagi, yang akhirnya dilakukannya dipada tahun 820 dengan [[Judith dari Bayern (805–843)|Judith]], putri [[Welf I]], comte [[Weingarten, Württemberg]]. Di tahun 823 Judith melahirkan seorang putra yang diberi nama [[Karl yang Botak|Karl]].
 
Kelahiran dari bayi tersebut merusak ''Partisi Aachen'', karena Ludwig berupaya untuk menyediakan pertahanan baginya agar dapat mengimbangi kakanda-kakandanya dan dua dekade terakhir pemerintahannya ditandai oleh perang saudara.
Pemberontakan berikutnya terjadi hanya dua tahun kemudian (832). Pippin yang tidak puas dipanggil ke istana ayahandanya, dimana ia diterima dengan begitu buruk. Tak lama kemudian, cemas dengan Pippin yang akan menimbulkan pemberontakan bangsawan-bangsawannya dan ingin mereformasi moralnya, Ludwig memanggil seluruh pasukannya untuk bertemu di Aquitaine untuk jaga-jaga dari suatu pemberontakan, namun [[Ludwig si Jerman]] mengumpulkan sekutu-sekutu pasukan [[Bangsa Slavia|Slavia]] dan menaklukkan [[Swabia]] sebelum kaisar dapat bertindak. Sekali lagi Ludwig tua membagi wilayah kekuasaannya yang besar. Di [[Jonac]], ia mengumumkan Karl raja Aquitaine dan merampas Pippin (Ia tidak begitu kejam terhadap Ludwig kecil), memulihkan sisa kerajaan untuk Lothair, yang belum terlibat di dalam perang saudara. Namun Lothair berniat untuk merampas kekuasaan ayahandanya. Para menterinya berhubungan dengan Pippin dan diduga telah menghasutnya dan Ludwig II untuk memberontak dengan menjanjikannya Alemannia, kerajaan Karl.
 
Tak lama kemudian, Lothair dengan dukungan [[Paus Gregorius IV]], yang telah dipastikan olehnya tidak mendukung ayahandanya, bergabung di dalam pemberontakan itu dipada tahun 833. Ketika Ludwig berada di Worms mengumpulkan sebuah pasukan baru, Lothair berbaris ke utara. Ludwig berbaris ke selatan. Pasukan-pasukan tersebut bertemu di dataran Rothfeld. Disana Gregorius bertemu dengan kaisar dan diduga mencoba untuk memicu perselisihan di antara rekan-rekannya. Banyak dari tentara Ludwig kemudian berkurang jumlahnya dan ia memerintahkan beberapa pengikutnya yang tersisa untuk pergi, karena "sangat disayangkan jika ada orang yang kehilangan nyawa atau anggota badannya demi aku." Kaisar yang pasrah itu dibawa ke [[Medard]] di [[Soissons]], putranya Karl ke [[Prüm]], dan ratu ke [[Tortona]]. Peristiwa naas dari ketidaksetiaan dan perbuatan tercela itu menjadikan situs dimana peristiwa itu terjadi dinamakan [[Lügenfeld]], atau Campus Mendacii, ''ubi plurimorum fidelitas exstincta est''<ref>[http://www.intratext.com/IXT/LAT0459/_P16.HTM].</ref>
 
[[Berkas:Louis le Pieux sesquisolidus 814 840.jpg|jmpl|Ludwig pada ''[[Sesquisolidus]]''.<ref>''Medieval European Coinage'' by Philip Grierson, Mark Blackburn, Lucia Travaini, p.329 [https://books.google.com/books?id=TGkz9NGFXIMC&pg=PA327&dq=manqush+coin#PPA329,M1]</ref>]]
 
Pada tanggal 13 November 833, Ebo dari Reims memimpin sebuah konsili di Gereja Sainta Maria di Soissons yang memecat Ludwig dan mendesaknya mengakui banyak kejahatan yang palsu, yang sesungguhnya dilakukannya. Sebagai imbalannya, Lothair memberi Ebo Biara Saint Vaast. Tokoh seperti [[Rabanus Maurus]], saudara tiri Ludwig, Drogo, Hugues dan Hemma, saudari Judith dan istri baru Ludwig si Jerman, mengusahakan agar Ludwig kecil berdamai dengan ayahandanya, demi kesatuan kekaisaran. Penghinaan yang diberikan kepada Ludwig di Notre Dame, Compiègne membuat para baron Austrasia dan [[Sachsen]] yang setia melawan Lothair, ia kemudian melarikan diri ke [[Bourgogne]] dan bertempur di [[Chalon-sur-Saône]]. Ludwig dipulihkan dipada tahun berikutnya pada tanggal 1 Maret 834.
 
Ketika Lothair kembali ke Italia, Wala, Jesse, dan Matfrid, ''mantan'' comte Orléans, meninggal karena terkena wabah dan pada tanggal 2 Februari 835, [[Konsili Thionville]] memecat Ebo, Agobard, [[Bernard dari Vienne]], dan [[Bartholomew dari Narbonne]]. Lothair sendiri jatuh sakit; kejadian-kejadian tersebut menguntungkan Ludwig.
 
Namun dipada tahun 836, keluarga berdamai dan Ludwig memulihkan Pippin dan Ludwig kecil, dan melucuti gelar Lothair di Italia, dan memberinya kepada Karl di dalam sebuah divisi yang baru, yang diberikan di dalam konsili [[Crémieu]]. Di sekitar waktu itu, [[Viking]] menteror dan menjarah [[Utrecht, Utrecht|Utrecht]] dan [[Antwerpen]]. Di tahun 837, mereka naik sampai sejauh [[Rhein]] dan Nijmegen, dan raja mereka, [[Rorik dari Dorestad|Rorik]], menuntut [[Weregild]] dari beberapa pengikutnya yang tewas pada ekspedisi sebelumnya sebelum Ludwig yang saleh mengerahkan kekuatan besar dan berbaris melawan mereka. Mereka melarikan diri, namun itu tidak akan menjadi hal yang terakhir kalinya mereka mengganggu pantai utara. Di tahun 838, mereka bahkan menuntut kedaulatan atas [[Frisia]], namun sebuah perjanjian dibuat di antara mereka dan Suku Franka dipada tahun 839. Ludwig yang Saleh memerintahkan pembangunan armada Laut Utara dan mengirim ''[[Missus dominicus|missi dominici]]'' ke Frisia untuk membangun kedaulatan Franka disana.
 
=== Perang saudara ketiga ===
Di tahun 837, Ludwig memahkotai Karl raja atas seluruh Alemannia dan Bourgogne dan memberikannya sebagian dari wilayah saudaranya, Ludwig. Ludwig II segera memberontak, dan kaisar membagi wilayah kerajaannya lagi di [[Quierzy-sur-Oise]] dan memberi seluruh wilayah Bayern ini kepada raja kecil dan menyimpan Bayern untuk Karl. Namun Kaisar Ludwig tidak berhenti sampai disana. Pengabdiannya kepada Karl tidak mengenal batas. Ketika Pippin meninggal dipada tahun 838, Ludwig mengumumkan Karl raja baru Aquitaine. Namun para bangsawan menunjuk putra Pippin, [[Pippin II dari Aquitaine|Pippin II]]. Ketika Ludwig mengancam akan menyerang, perang saudara ketiga di masa pemerintahannya pecah. Pada musim semi dipada tahun 839, Ludwig si Jerman menyerang Swabia, Pippin II dan rakyat Gascogne-nya berjuang sampai ke [[Sungai Loire]], dan bangsa Dane kembali memporak-porandakan pantai [[Frisia]] (dan menduduki [[Dorestad]] untuk kedua kalinya).
 
Lothair untuk yang pertama kalinya bersekutu dengan ayahandanya dan berjanji akan mendukung Worms sebagai imbalan atas pembagian kembali warisan. Pada ''[[Placitum]]'' akhir yang diadakan di sana, Ludwig memberikan Bayern kepada Ludwig II dan mencabut hak waris Pippin II, meninggalkan seluruh sisa kerajaan yang dibagi secara kasar menjadi wilayah-wilayah bagian timur dan barat. Lothair diberikan pilihan untuk bagian warisannya dan ia memilih wilayah bagian timur yang termasuk Italia, meninggalkan wilayah barat untuk Karl. Kaisar dengan cepat menundukkan Aquitaine dan membuat Karl diakui oleh para bangsawan dan imam di [[Clermont-Ferrand|Clermont-en-Auvergne]] pada tahun 840. Ludwig kemudian di dalam kemenangan akhirnya bergegas ke Bayern dan mendesak Ludwig si Jerman ke [[Marca Panonia|Ostmark]]. Kekaisaran sekarang tenteram seperti yang dinyatakan di Worms, ia kembali di bulan Juli ke [[Frankfurt am Main]], dimana ia membubarkan pasukan. Perang saudara terakhir di masa pemerintahannya berakhir.
526.816

suntingan