Transisi Spanyol menuju demokrasi: Perbedaan antara revisi

k
Bot: Penggantian teks otomatis (- di tahun + pada tahun)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di tahun + pada tahun))
 
== Pemerintahan pertama Adolfo Suárez (Juli 1976 - Juni 1977) ==
[[Berkas:Adolfo_Suarez_03_cropped.jpg|jmpl|Adolfo Suárez dipada tahun 1981.]]
[[Torcuato Fernández-Miranda|Torcuato Fernández Miranda]], Ketua Dewan Kerajaan, mengajukan [[Adolfo Suárez]] dan dua lainnya sebagai PM ke Raja Juan Carlos. Raja memilih Suarez karena ia merasa bisa Suarez dapat menyelesaikan masalah yang akan dihadapi: meyakinkan Cortes (parlemen spanyol), yang terdiri dari politikus [[Spanyol di bawah Francisco Franco|Francois]], untuk mengakhiri sistem yang dibuat Franco. Dengan cara ini dia tidak akan melanggar hukum dan dengan demikian menghindari kemungkinan adanya intervensi oleh militer. Suarez diangkat sebagai Perdana Menteri Spanyol ke-138 oleh Juan Carlos pada 3 Juli 1976. Langkah ini oleh kaum kiri dan beberapa kaum sentris karena sejarah Suarez di era Franco.
 
Pemerintah bekerja keras sejak tahun 1979 untuk menyatukan faksi-faksi di dalam partai serta di dalam partai koalisi. Di tahun 1980, pemerintahan Suarez telah mencapai sebagian besar tujuan dari transisi ke demokrasi dan tidak memiliki agenda selanjutnya yang jelas. Banyak anggota UCD yang cukup konservatif dan tidak ingin perubahan lebih lanjut. Misalnya, RUU untuk melegalkan perceraian menyebabkan banyak konflik di dalam tubuh UCD, meskipun RUU ini didukung oleh sebagian besar rakyat. Koalisi UCD jatuh.{{Butuh rujukan|date=February 2007}}
 
Konflik antarfaksi di dalam tubuh partai membuat popularitas Suarez menurun. Konflik ini memuncak dipada tahun 1981: Suarez mengundurkan diri sebagai PM, dan [[Leopoldo Calvo Sotelo]] diangkat sebagai PM. Golongan [[Demokrasi sosial|demokrat sosial]] yang dipimpin [[Francisco Fernández Ordóñez|Francisco Fernandez Ordonez]] keluar dari koalisi dan kemudian bergabung dengan [[Partai Buruh Sosialis Spanyol|PSOE]], sementara [[Demokrasi Kristen|demokrat Kristen]] keluar dan kemudian mendirikan [[Partai Rakyat Demokrat (Spanyol)|Partai Rakyat Demokrat]].
 
Walau normalisasi demokrasi telah berhasil membuat faksi politik-militer ETA meninggalkan perjuangan senjata dan mulai memasuki dunia politik, tetapi tidak mampu menghentikan serangan teroris yang dilakukan oleh [[Euskadi Ta Askatasuna|ETA (m)]] ("ETA Militer"; kemudian "ETA"). Sementara itu, terdapat kekhawatiran bahwa angkatan bersenjata akan melakukan [[Kudeta|kudeta militer]]. Terdapat percobaan kudeta yang dikenal sebagai [[23-F]] dengan Letnan Kolonel [[Antonio Tejero]] memimpin pendudukan ''[[Garda Sipil (Spanyol)|Guardia Civil]]'' terhadap [[Kongres Deputi (Spanyol)|Kongres Deputi]] pada sore hari 23 Februari 1981. Percobaan tersebut gagal, tetapi menunjukkan adanya unsur reaksioner dalam tentara.