Boris III dari Bulgaria: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- di tahun + pada tahun)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di tahun + pada tahun))
Pada September 1918, Bulgaria dikalahkan dalam [[Serangan Vardar]] dan dipaksa untuk melakukan perdamaian. Ferdinand kemudian turun takhta dan digantikan Boris yang menjadi Tsar pada 3 Oktober 1918.
 
Satu tahun setelah Boris berkuasa, [[Aleksandar Stamboliyski]] (atau Stambolijski) dari Perhimpunan Agraria Rakyat Bulgaria terpilih sebagai [[Daftar Perdana Menteri Bulgaria|perdana menteri]]. Meskipun populer dengan kalangan kelas petani besar, Stambolijski mendapatkan permusuhan dari kelas menengah dan militer, yang menyebabkan pemerintahannya jatuh melalui kudeta militer pada 9 Juni 1923, dan diikuti oleh pembunuhan terhadap dirinya. Pada 14 April 1925, sebuah kelompok anarkis menyerang iring-iringan Boris saat melewati Celah [[Arabakonak]]. Dua hari kemudian, sebuah bom menewaskan 150 anggota elite politik dan militer Bulgaria di Sofia sewaktu mereka menghadiri pemakaman seorang jenderal yang terbunuh (lihat [[serangan Gereja St Nedelya]]). Setelah upaya lebih lanjut pada kehidupan Boris dipada tahun yang sama, pembalasan militer membunuh beberapa ribu komunis dan agraria, termasuk perwakilan kaum intelektual. Akhirnya, pada bulan Oktober 1925, terdapat perang perbatasan singkat dengan Yunani, yang dikenal sebagai [[Insiden di Petrich]], yang diselesaikan dengan bantuan dari [[Liga Bangsa-Bangsa]].
 
Dalam [[kudeta Bulgaria 1934|kudeta pada 19 Mei 1934]], organisasi militer [[Zveno]] membentuk sebuah kediktatoran dan menghapuskan partai-partai politik di Bulgaria. Kekuasaan Tsar Boris direduksi dan hanya berstatus sebagai tsar boneka sebagai hasil dari kudeta.<ref>[http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,788521,00.html Tsar's Coup] ''Time'', 4 Februari 1935.</ref> Tahun berikutnya, ia melakukan kudeta balasan dan mengambil alih kendali negara. Proses politik dikontrol oleh Tsar, akan tetapi bentuk pemerintahan parlementer diperkenalkan kembali, tanpa merestorasi keberadaan partai-partai politik.<ref>[http://www.sofiaecho.com/balkans-and-world-war-1/p_31/ Balkans and World War I] {{webarchive |url=https://web.archive.org/web/20070712083123/http://www.sofiaecho.com/balkans-and-world-war-1/p_31/ |date=12 Juli 2007 }} SofiaEcho.com</ref> Dengan munculnya "pemerintahan Raja" pada tahun 1935, Bulgaria memasuki era kemakmuran dan pertumbuhan yang mencengangkan, yang pantas memenuhi syarat sebagai Masa Keemasan Kerajaan Bulgaria Ketiga. Hal itu berlangsung selama hampir lima tahun.<ref>King of Mercy, by Pashanko Dimitroff, Great Britain, 1986</ref>