Kidung Gregorian: Perbedaan revisi

4 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Mengganti kategori yang dialihkan Tradisi Katolik menjadi Devosi Katolik)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
=== Penyanyi ===
[[Berkas:Gregory I - Antiphonary of Hartker of Sankt Gallen.jpg|thumbjmpl|rightka| Seekor burung merpati perlambang [[Roh Kudus]] hinggap pada pundak [[Paus Gregorius I]] menjadi simbol inspirasi ilahi]]
 
Kidung Gregorian secara tradisional dinyanyikan oleh [[paduan suara]] pria dan anak-anak lelaki di dalam gereja-gereja, atau oleh [[biarawan]] dan biarawati di dalam kapela-kapela mereka. Kidung ini adalah musik dari [[Ritus Romawi]], dinyanyikan dalam [[Misa]] dan [[Ibadat Harian]] monastik. Meskipun kidung gregorian menggantikan atau menyingkirkan tradisi-tradisi kidung-kidung asli Kristiani Barat lainnya dan menjadi musik resmi liturgi Kristiani Barat, kidung ambrosian masih tetap dipergunakan di [[Milan]], dan ada pula para musikolog yang mengeksprolasi baik kidung gregorian dan ambrosian maupun kidung [[Mozarabik]] milik umat Kristiani [[Spanyol]]. Meskipun kidung gregorian tidak lagi diwajibkan, Gereja Katolik Roma masih secara resmi menganggapnya sebagai musik yang paling cocok untuk peribadatan.<ref name=Catholic>[http://www.christusrex.org/www1/CDHN/v8.html Konstitusi mengenai Liturgi Suci, Konsili Vatikan Kedua]. Pandangan ini dianut pada level tertinggi, termasuk oleh [[Paus Benediktus XVI]]: [http://www.cwnews.com/news/viewstory.cfm?recnum=44963 Catholic World News 28&nbsp;June&nbsp;2006] keduanya diakses 5&nbsp;Juli&nbsp;2006</ref> Pada abad ke-20, kidung gregorian mengalami resurgensi musikologis dan populer.