Petani: Perbedaan antara revisi

12 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Perubahan kosmetika)
[[Berkas:Paddy Field Farmer A.JPG|thumbjmpl|rightka|150px|Petani pada saat panen]]'''Petani''' adalah seseorang yang bergerak di bidang [[pertanian]], utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara [[tanaman]] ''(seperti [[padi]], [[bunga]], [[buah]] dan lain lain)'', dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Mereka juga dapat menyediakan bahan mentah bagi industri, seperti [[serealia]] untuk [[minuman beralkohol]], buah untuk [[jus]], dan [[wol]] atau [[kapas]] untuk penenunan dan pembuatan [[pakaian]].
 
Setiap orang bisa menjadi petani (asalkan punya sebidang tanah atau lebih), walau ia sudah punya pekerjaan bukan sebagai petani. Maksud dari kalimat tersebut bukan berarti pemilik tanah harus mencangkul atau mengolah sendiri tanah miliknya, tetapi bisa bekerjasama dengan petani tulen untuk bercocok tanam di tanah pertanian miliknya. Apabila ini diterapkan, berarti pemilik tanah itu telah memberi pekerjaan kepada orang lain walau hasilnya tidak banyak. Apabila bermaksud mengolah sendiri, tentu harus benar-benar bisa membagi waktu, tetapi kemungkinan akan kesulitan kalau tanahnya lebih dari satu petak.
 
== Sejarah ==
[[Berkas:Nepali farmer.jpg|thumbjmpl|rightka|200px|Petani tradisional dengan kerbau untuk membajak tanah, sebuah metode yang masih dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu]]
[[Berkas:JDTractor_chisel-plough.jpg|thumbjmpl|rightka|200px|Petani modern dengan traktor dan implemen untuk membajak tanah]]
{{utama|Sejarah pertanian}}
Bercocok tanam telah dilakukan sejak zaman [[Neolitik]]. Di [[Zaman Perunggu]] (5000 hingga 4000 SM), bangsa [[Sumeria]] memiliki [[pembagian kerja]] di bidang pertanian. Ketika panen, pekerjaan dilakukan secara berkelompok dengan jumlah orang dalam setiap grup sebanyak tiga orang.<ref>By the sweat of thy brow: Work in the Western world, Melvin Kranzberg, Joseph Gies, Putnam, 1975</ref>