Adipati agung: Perbedaan revisi

9 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
Dalam bahasa Jerman dan bahasa Belanda, yang memiliki istilah berbeda untuk pangeran anak raja ({{lang-de|Prinz}}, {{lang-nl|Prins}}) dan pangeran berdaulat ({{lang-de|Fürst}}, {{lang-nl|Vorst}}), ada perbedaan linguistik yang jelas antara adipati agung berdaulat yang memerintah atas sebuah negara di kawasan tengah dan barat Eropa ({{lang-de|Großherzog}}, {{lang-nl|Groothertog}}) dan adipati agung kehormatan di kalangan kerabat Kekaisaran Rusia maupun di negara-negara tidak berdaulat yang secara ''de facto'' merupakan negara-negara jajahan dari negara lain yang lebih kuat ({{lang-de|Großfürst}}, {{lang-nl|Grootvorst}}).
 
Pada 1582, [[Johan III dari Swedia|Raja Swedia, Johan III]], menambahkan gelar "[[Adipati Agung Finlandia]]" ke dalam daftar gelar subsider raja-raja Swedia,. namun tindakannyaTindakan ini tidak menimbulkan konsekuensi politik, karena [[Finlandia]] memang sudah menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Swedia.
 
Setelah ditaklukkan oleh Rusia, gelar ini disandang oleh kaisar-kaisar Rusia selaku penguasa [[Lituania]] yang secara ''de facto'' tidak berdaulat (1793–1918) dan [[Keharyapatihan Finlandia|swapraja Finlandia]] yang juga tidak berdaulat (1809–1917). [[Kekaisaran Romawi Suci]] di bawah pemerintahan [[wangsa Habsburg]] juga membentuk sebuah swapraja yang tidak berdaulat, yakni ''Großfürstentum Siebenbürgen'' ([[Kepangeranan Transilvania (1711–1867)|Kepangeranan Agung Transilvania]]) pada 1765.
24.134

suntingan