Adipati agung: Perbedaan revisi

21 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
{{seealso|Kadipaten agung}}
 
Istilah "adipati agung" yang digunakan sebagai gelar kepala monarki yang memerintah atas sebuah negara merdeka merupakan istilah yang relatif baru diciptakan (pertama kali digunakan di kawasan barat Eropa pada 1569 sebagai gelar kepala negara Toskana) sebagai sebutan bagi seorang kepala monarki atau adipati yang sangat berkuasa dan memiliki peranan penting di bidang politik, militer, dan/atau ekonomi, namun wilayah kekuasaannya tidak cukup besar untuk menjadi sebuah kerajaan. Istilah ini diciptakan karena gelar [[adipati]] lambat laun telah kehilangan muruahnya setelah dianugerahkan kepada para penguasa swapraja-swapraja feodal yang relatif kecil, bukannya dipertahankan sebagaimana aslinya sebagai gelar istimewa bagi para penguasa [[kadipaten suku|daerah-daerah kesukuan yang luas]] atau bahkan bagi para penguasa wilayah-wilayah kebangsaan.
 
Salah satu contoh penggunaan istilah ini untuk pertama kalinya adalah manakala [[Gonzalo Menéndez|Gonçalo Mendes]], Bupati [[Condado Portucalense|Portukale]] (daerah di kawasan barat laut Portugal yang dianggap sebagai cikal bakal negara Portugal), mulai menggelari dirinya sebagai ''Magnus Dux Portucalensium'' (Adipati Agung Orang Portugis) pada 987, dan memberontak melawan majikan feodalnya, Raja [[Bermudo II dari León]]. Pemberontakan dapat dipadamkan oleh bala tentara Kerajaan León, namun Gonçalo Mendes berhasil mendapatkan anugerah hak swatantra yang besar selaku seorang ''magnus dux'' (adipati agung) yang pada akhirnya bermuara pada kemerdekaan bangsa Portugis dari kerajaan bangsa Spanyol, Kastila-León.
24.134

suntingan