Netty Herawaty: Perbedaan revisi

4 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
== Kehidupan akhir dan karier ==
Tahun 1957, Malik dituduh korupsi dan menjadi [[tahanan rumah]]. Persari ditutup dan sebagian besar stafnya pindah pekerjaan.{{sfn|Biran|2009|pp=180–184}} Ketimbang bertahan di industri perfilman, Herawaty beralih kembali ke teater.{{sfn|Biran|1979|p=350}} Bersama Darussalam, ia mendirikan Herawaty Teater Nasional pada tahun 1958. Ia menjadi pemeran sandiwara selama satu dasawarsa berikutnya.{{sfn|Biran|1979|p=127}} Herawaty hanya membuat satu film pada tahun 1960-an, ''Nenny'' (1968).{{sfn|Biran|1979|p=350}} Pada tahun 1970-an, Herawaty kembali terjun ke perfilman meski hanya mendapat peran pembantu. Ia tampil di lebih dari 30 film mulai dari ''Djembatan Emas'' (1971) sampai ''Bintang Kejora'' (1986), termasuk beberapa film yang dibintangi penyanyi [[dangdut]] [[Rhoma Irama]].{{sfn|Biran|1979|p=350}}{{sfn|Filmindonesia.or.id, Filmography}} Ia dan Darussalam juga aktif di pertelevisian lewat grup sandiwara Senyum Jakarta (1972–19801972–1980); aktor lainnya di grup tersebut meliputi [[Fifi Young]] dan Tan Tjeng Bok.{{sfn|Biran|1979|p=350}}{{sfn|Yayasan Untuk Indonesia|2005|p=354}}{{sfn|Apa Siapa|1999|p=135}}
 
Pada tahun 1978, Herawaty dianugerahi penghargaan oleh Gubernur Jakarta atas kontribusinya bagi industri perfilman.{{sfn|Biran|1979|p=350}} Pada tahun 1981, Kongres [[Persatuan Artis Film Indonesia]] (PARFI) menganugerahkan Herawaty gelar "Aktris Teladan".{{sfn|Yayasan Untuk Indonesia|2005|p=354}} Herawaty meninggal dunia tanggal 6 Februari 1989.{{sfn|Filmindonesia.or.id, Filmography}} Ia meninggalkan suaminya, Darussalam.{{sfn|Apa Siapa|1999|p=135}}