Buka menu utama

Perubahan

6.645 bita dihapus, 9 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
== Sejarah ==
{{Main|Sejarah bahasa Inggris}}
 
[[Berkas:Beowulf Cotton MS Vitellius A XV f. 132r.jpg|jmpl|Kalimat pertama ''[[Beowulf]]'' (atas) ditulis dalam bahasa Inggris Kuno: "Hƿæt ƿē Gārdena ingēar dagum þēod cyninga þrym ge frunon," yang berarti, "Listen! We of the Spear-Danes from days of yore have heard of the glory of the folk-kings."]]
 
Bahasa Inggris berasal dari dialek [[Bahasa Ingvaeonik|Jermanik Laut Utara]] yang dibawa ke Britania oleh [[Suku-suku Jermanik|pemukim Jermanik]] dari berbagai wilayah yang saat ini dikenal dengan Belanda, Jerman utara, dan [[Denmark]].<ref>{{cite book|last1=Blench|first1=R.|last2=Spriggs|first2=Matthew|title=Archaeology and Language: Correlating Archaeological and Linguistic Hypotheses|pages=285–286|year=1999|publisher=Routledge|isbn=978-0-415-11761-6|url=http://books.google.com/?id=DWMHhfXxLaIC&pg=PA286 }}</ref> Menjelang periode ini, penduduk [[Britania Romawi]] berkomunikasi dengan menggunakan bahasa [[Brittonik]], [[Rumpun bahasa Keltik|Keltik]], beserta bahasa-bahasa Romawi yang dipengaruhi oleh bahasa Latin setelah pendudukan Romawi yang berlangsung selama 400 tahun.<ref>[http://www.information-britain.co.uk/historydetails/article/2/ ''"The Roman epoch in Britain lasted for 367 years"''], Information Britain website</ref> Salah satu suku Jermanik yang datang ke Britania adalah [[Angles]],<ref>{{cite web|url=http://www.anglik.net/englishlanguagehistory.htm |title=Anglik English language resource |publisher=Anglik.net |accessdate=21 April 2010}}</ref> yang diperkirakan pindah seluruhnya ke Britania.<ref>{{cite web|url=http://www.ccel.org/ccel/bede/history.v.i.xiv.html |title=Bede's Ecclesiastical History of England &#124; Christian Classics Ethereal Library |publisher=Ccel.org |date=1 June 2005 |accessdate=2 January 2010}}</ref> Nama ''England'' (dari ''Engla land''<ref>{{cite web|url=http://bosworth.ff.cuni.cz/009427|title=Engla land|work=[[An Anglo-Saxon Dictionary]] (Online) | author=Bosworth, Joseph | authorlink=Joseph Bosworth | coauthors=Toller, T. Northcote | location=Prague | publisher=[[Charles University]]}}</ref> "''Land of the Angles''") and ''English'' (Old English ''Englisc''<ref>{{cite web|url=http://bosworth.ff.cuni.cz/009433|title=Englisc |work=[[An Anglo-Saxon Dictionary]] (Online) | author=Bosworth, Joseph | authorlink=Joseph Bosworth | coauthors=Toller, T. Northcote | location=Prague | publisher=[[Charles University]]}}</ref>) berasal dari nama suku ini{{ndash}}meskipun suku-suku Jermanik lainnya seperti [[Saxon]], [[Jute]], dan suku-suku dari pantai [[Frisia]], [[Saxon Hulu]], [[Jutland]], dan [[Swedia]] selatan juga pindah ke Britania pada periode ini.<ref>{{cite book|last=Collingwood|first=R. G.|authorlink=R. G. Collingwood|coauthors=et al|title=Roman Britain and English Settlements|publisher=Clarendon|location=Oxford, England|year=1936|pages=325 et&nbsp;sec|chapter=The English Settlements. The Sources for the period: Angles, Saxons, and Jutes on the Continent|isbn=0-8196-1160-3}}</ref><ref>{{cite web|url=http://www.utexas.edu/cola/centers/lrc/eieol/engol-0-X.html |title=Linguistics Research Center Texas University |publisher=Utexas.edu |date=20 February 2009 |accessdate=21 April 2010}}</ref><ref>{{cite web|url=http://www.ucalgary.ca/applied_history/tutor/firsteuro/invas.html |title=The Germanic Invasions of Western Europe, Calgary University |publisher=Ucalgary.ca |accessdate=21 April 2010}}</ref>
 
Pada awalnya, [[bahasa Inggris Kuno]] terdiri dari beragam kelompok dialek, yang mencerminkan beragam suku yang menghuni [[Inggris Anglo-Saxon]],<ref>Graddol, David; Leith, Dick and Swann, Joan (1996) ''English: History, Diversity and Change'', New York: Routledge, p. 101, ISBN 0-415-13118-9.</ref> tetapi [[Dialek Saxon Barat (bahasa Inggris Kuno)|dialek Saxon Barat]] perlahan-lahan mulai mendominasi, seperti yang tertulis dalam syair ''[[Beowulf]]''.
 
Bahasa Inggris Kuno kemudian diubah lagi oleh dua gelombang invasi. Yang pertama adalah invasi oleh penutur bahasa [[Rumpun bahasa Jermanik Utara|Jermanik Utara]], ketika [[Halfdan Ragnarsson]] dan [[Ivar the Boneless]] mulai menaklukkan dan menguasai Kepulauan Britania bagian utara pada abad ke-8 dan ke-9 (lihat [[Danelaw]]). Invasi kedua berasal dari penutur [[bahasa Romawi]] [[Bahasa Normandia Kuno|Normandia Kuno]] pada abad ke-11 setelah [[Penaklukan Normandia di Inggris|penaklukan Normandia terhadap Inggris]]. Normandia mengembangkan bahasa Inggris menjadi [[bahasa Anglo-Norman]], dan kemudian [[Hukum Perancis|Anglo-Perancis]]{{ndash}}dan memperkenalkan penggolongan kata, khususnya di kalangan istana dan pemerintahan. Normandia juga memperluas [[leksikon]] bahasa Inggris dengan menyerap kata-kata dari bahasa Skandinavia dan Perancis. Hal ini pada akhirnya menyederhanakan tatabahasa dan mengubah bahasa Inggris menjadi sebuah "bahasa pinjaman"{{ndash}}bahasa yang secara terbuka menerima kata-kata baru dari bahasa lain.
 
Pergeseran linguistik dalam bahasa Inggris setelah pendudukan Normandia menghasilkan bahasa baru yang saat ini dikenal dengan [[bahasa Inggris Pertengahan]]; ''[[The Canterbury Tales]]'' karya [[Geoffrey Chaucer]] adalah karya terkenal yang ditulis dalam bahasa ini. Pada periode ini, bahasa Latin merupakan ''lingua franca'' di kalangan Gereja Kristen dan intelektual Eropa, dan karya-karya ditulis atau disalin dalam bahasa Latin.<ref name="Weissbort"/> Kata-kata Latin kemudian turut diserap untuk menciptakan istilah atau konsep yang tidak terdapat dalam kata bahasa Inggris asli.
 
Pemakaian [[bahasa Inggris Modern]], termasuk dalam karya-karya [[William Shakespeare]]<ref>[[Fausto Cercignani|Cercignani, Fausto]] (1981) ''Shakespeare's Works and Elizabethan Pronunciation'', Oxford, Clarendon Press.</ref> dan [[Alkitab Versi Raja James]], umumnya bermula sejak tahun 1550, dan setelah [[Britania Raya]] menjadi kekuatan kolonial, bahasa Inggris berfungsi sebagai ''lingua franca'' di negara-negara jajahan [[Imperium Britania]]. Pada periode pascakolonial, beberapa negara baru yang memiliki [[ragam bahasa|beragam bahasa]] pribumi memilih untuk tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai ''lingua franca'' untuk menghindari pertentangan politik yang mungkin muncul akibat menggunakan salah satu bahasa pribumi ketimbang bahasa yang lainnya. Sebagai akibat pertumbuhan Imperium Britania, bahasa Inggris digunakan secara luas di wilayah bekas jajahan Britania di Amerika Utara, [[India]], [[Afrika Selatan]], [[Australia]], [[Singapura]], dan di berbagai wilayah lainnya. Penggunaan bahasa Inggris semakin meluas setelah Amerika Serikat muncul sebagai [[negara adidaya]] pada pertengahan abad ke-20.
 
== Klasifikasi dan bahasa terkait ==
=== Rumpun bahasa Jermanik ===
Pengguna anonim