Ernest Douwes Dekker: Perbedaan revisi

625 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (←Suntingan 139.228.141.211 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh HsfBot)
Tag: Pengembalian
== Riwayat hidup ==
=== Masa muda ===
Pendidikan dasar ditempuh Nes di Pasuruan. Sekolah lanjutan pertama-tama diteruskan ke [[Hogere Burger School|HBS]] di [[Kota Surabaya|Surabaya]], lalu pindah ke ''Gymnasium [[Koning Willem III School]]'', sekolah elit setingkat [[HBS]] di [[Batavia]]. Selepas lulus sekolah ia bekerja di [[perkebunan]] [[kopi]] "Soember Doeren" di [[Kabupaten Malang|Malang]], [[Jawa Timur]]. Di sana ia menyaksikan perlakuan semena-mena yang dialami pekerja kebun, dan sering kali membela mereka. Tindakannya itu membuat ia kurang disukai rekan-rekan kerja, namun disukai pegawai-pegawai bawahannya. Akibat konflik dengan manajernya, ia dipindah ke perkebunan [[tebu]] "Padjarakan" di [[Kraksaan, Probolinggo|Kraksaan]] sebagai [[laboratorium|laboran]].<ref name = "Douwes">{{cite web |url=http://www.inghist.nl/Onderzoek/Projecten/BWN/lemmata/bwn5/douwes_de|title=DOUWES DEKKER, Ernest François Eugène, 1879–1950|publisher=Instituut voor Nederlandse Geschiedenis|accessdate=2 November 2018}}</ref> Sekali lagi, dia terlibat konflik dengan manajemen karena urusan pembagian [[irigasi]] untuk tebu perkebunan dan padi petani. Akibatnya, ia dipecat.
 
=== Perang Boer ===
Menganggur dan kematian mendadak ibunya, membuat Nes memutuskan berangkat ke [[Afrika Selatan]] pada tahun 1899 untuk ikut dalam [[Perang Boer Kedua]] melawan [[Inggris]].<ref name = "Setiabuddhi" />{{cite Ia bahkan menjadi warga negara [[Republik Transvaal]].<ref name = "Douwes" /> Beberapa bulan kemudian kedua saudara laki-lakinya, Julius dan Guido, menyusul. Nes tertangkap lalu dipenjara di suatu kamp di [[Ceylon]]. Di sana ia mulai berkenalan dengan sastera [[India]], dan perlahan-lahan pemikirannya mulai terbuka akan perlakuan tidak adil pemerintah kolonial Hindia Belanda terhadap warganya.web
|url = http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0309/20/pustaka/572972.htm
|title = Danudirdja Setiabuddhi, 1879–1950
|publisher = [[Kompas]]
|accessdate = 2 November 2018
|deadurl = yes
|archiveurl = https://web.archive.org/web/20051117053237/http://www.kompas.com/kompas-cetak/0309/20/pustaka/572972.htm
|archivedate = 17 November 2005
|df = dmy
}}</ref> Ia bahkan menjadi warga negara [[Republik Transvaal]].<ref name = "Douwes" /> Beberapa bulan kemudian kedua saudara laki-lakinya, Julius dan Guido, menyusul. Nes tertangkap lalu dipenjara di suatu kamp di [[Ceylon]]. Di sana ia mulai berkenalan dengan sastera [[India]], dan perlahan-lahan pemikirannya mulai terbuka akan perlakuan tidak adil pemerintah kolonial Hindia Belanda terhadap warganya.
 
=== Sebagai wartawan yang kritis dan aktivitas awal ===
23

suntingan