Buka menu utama

Perubahan

593 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Napoleon mencaplok Italia, termasuk kota Roma, dan mendirikan pemerintahan boneka dibawah pimpinan keponakanya, [[Eugène de Beauharnais]] . Kemudian, di tahun 1806, Perancis menduduki Belanda dan mendirikan Kekaisaran Belanda dibawah pimpinan adik Napoleon, [[Louis Bonaparte]], serta memaksa menyerahkan seluruh daerah jajahannya dibawah Kekaisaran Perancis, termasuk [[Guyana Belanda]] dan [[Hindia Belanda]].
 
Walau unggul di darat, tetapi dilaut, Angkatan Laut Kekaisaran Perancis lemah. Hal ini dapat dibuktikan dengan kekalahan pasukan gabungan Perancis-Spanyol melawan Angkatan Laut Inggris di Tanjung Trafalgar pada 1805 dalam [[Pertempuran Trafalgar]], sebuah usaha Napoleon menduduki Inggris, musuh lama Perancis. Karena kalah, akhirnya Napoleon memutuskan untuk memblokade Laut Baltik bagi Inggris. Padahal, Laut Baltik adalah salah satu akses perdagangan Inggris- Rusia. Namun karena Tsar [[Aleksandr I dari Rusia]] telah menandatangani kesepakatan damai antara Napoleon dalam [[Perjanjian Tilsit]] pada 1811, Rusia sejak saat itu mengikuti isi perjanjian, termasuk memutuskan hubungan perdagangan dengan Inggris.
 
Sasaran Perancis berikutnya adalah Kekaisaran Prussia. Tanggal 14 Oktober 1806, Tentara Napoleon mengalahkan Prussia dalam [[Pertempuran Jena-Auerstedt]], yang membawa pasukan Perancis dapat menduduki ibukotanya, Berlin. Dan mendirikan negara Satelit disana, seperti Prussia Timur, Konfederasi Warsawa dan Konfederasi Rhein.
 
[[Kategori:Revolusi Perancis]]
162

suntingan