Buka menu utama

Perubahan

384 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
k
Badan ini mengadakan sidangnya yang pertama dari tanggal [[29 Mei]] (yang nantinya selesai tanggal [[1 Juni]] [[1945]]). Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Rapat pertama ini diadakan di gedung ''[[Chuo Sangi In]]'' di Jalan Pejambon 6 [[Jakarta]] yang kini dikenal dengan sebutan '''[[Gedung Pancasila]]'''. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung ''[[Volksraad]]'' ({{lang-id|"Perwakilan Rakyat"}}).
 
Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang, pada tanggal [[1 Juni]] [[1945]], Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakannya "[[Pancasila]]".<ref name="Schindehuette_p151">{{cite book|last =Schindehuette|first =Matti Justus|authorlink =|coauthors =|title =Zivilreligion als Verantwortung der Gesellschaft. Religion als politischer Faktor in der Entwicklung der Pancasila Indonesiens|publisher = Universitas|date =2006|location = Hamburg|url =http://ediss.sub.uni-hamburg.de/volltexte/2006/2915/|doi =|isbn =|page =151}}</ref> Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara [[aklamasi]] oleh segenap anggota ''Dokuritsu Junbi Cosakai''.
 
Selanjutnya ''Dokuritsu Junbi Cosakai'' membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun [[Undang-Undang Dasar]] dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Dibentuklah [[Panitia Sembilan]] (terdiri dari [[Ir. Soekarno]], [[Mohammad Hatta]], Mr. [[AA Maramis]], [[Abikoesno Tjokrosoejoso]], [[Abdul Kahar Muzakir]], [[Agus Salim]], [[Achmad Soebardjo]], [[Wahid Hasjim]], dan [[Mohammad Yamin]]) yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
4

suntingan