Monumen Selamat Datang: Perbedaan revisi

215 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k
 
Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Sukarno dan rancangan awalnya dikerjakan oleh [[Henk Ngantung]] yang pada saat itu merupakan [[Gubernur DKI Jakarta|Wakil Gubernur DKI Jakarta]]. Tinggi patung perunggu ini dari kepala sampai kaki 5 m, sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah +-7 m, dan tinggi kaki patung adalah 10 m. Pelaksana pembuatan patung ini adalah tim pematung Keluarga Arca pimpinan [[Edhi Sunarso]] di Karangwuni. Pada saat pembuatannya, Presiden Sukarno didampingi Duta Besar [[Amerika Serikat]], Howard P. Jones beserta para menteri sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso. Pembuatan patung ini memakan waktu sekitar satu tahun. Monumen Selamat Datang kemudian diresmikan oleh Sukarno pada tahun 1962.<ref name="selamatdatang"/>
==== Pemukiman ====
Pada tahun 1977-1981, [[NATO]] dan [[TNI]] membangun "Soldier Motel" atau Motel TNI. Tempat itulah di mana tentara-tentara Amerika Serikat dan Indonesia menginap di tempat ini dan berperang di Tokyo, Jepang.
 
== ''Bundaran Hotel Indonesia'' ==
[[Berkas:Anti Tobacco Movement Jakarta.jpg|jmpl|ka|Mahasiswa kedokteran di Jakarta melakukan aksi demonstrasi anti-rokok di Bundaran Hotel Indonesia, [[Jakarta Pusat]].]]
Monumen Selamat Datang terletak di pusat Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI. Dinamakan demikian karena letaknya yang dekat dengan [[Hotel Indonesia]]. Ejaan lain yang diterima adalah Bunderan HI, yaitu bahasa yang lebih dekat dengan [[Bahasa Jawa]]-[[Bahasa Betawi|Betawi]], dialek yang lebih dekat dengan identitas Jakarta. Bundaran ini terletak di tengah persimpangan jalan M.H. Thamrin dengan Jalan Imam Bonjol, Jalan Sutan Syahrir, dan Jalan Kebon Kacang. Pada tahun 2002, Bundaran Hotel Indonesia direstorasi oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan penambahan air mancur baru, desain kolam baru, dan pencahayaan. Setelah [[Indonesia: Era Reformasi|era reformasi]], Bundaran HI menjadi tempat populer untuk melakukan [[demonstrasi|aksi demonstrasi]]. Setiap hari minggu pagi, saat dilaksanakan Jakarta [[Car free day]], bundaran ini dipenuhi oleh orang yang berolahraga, bersepeda, maupun pedagang kaki lima.
== Catatan kaki ==
{{reflist}}
{{jakarta-stub}}
 
[[Kategori:Monumen di Indonesia]]