Gelanggang Olahraga Bung Karno: Perbedaan revisi

13.561 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Perapihan artikel
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler VisualEditor
(Perapihan artikel)
{{Infobox venue
{{Infobox_Stadium |
| name stadium_name = GeloraGelanggang Olahraga Bung Karno|
| nickname location = [[JakartaGelora Pusat]]Bung Karno, [[Indonesia]]|GBK
| native_name broke_ground = 8 Februari 1960 | =
| built native_name_lang = 8 Februari 1960 |
| fullname opened = 1961-1962 |=
| former names renovated = 2016-2017Gelanggang |Olahraga Senayan
| logo_image closed = 2016-2017|
| logo_caption demolished = |
| image =
owner = [[Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia|Sekretariat Negara Republik Indonesia]]|
| image_size =
operator = Sekretariat Negara R.I Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) |
| image_alt =
construction_cost = $12,500,000|
| caption former_name = Gelora Senayan| =
| pushpin_map =
| pushpin_mapsize =
| pushpin_map_caption =
| pushpin_label_position =
| pushpin_relief =
| address =
| location = [[Gelora, Tanah Abang|Gelora]], [[Tanah Abang]], [[Jakarta Pusat]], [[Indonesia]]
| coordinates = <!-- {{Coord|LAT|LON|type:landmark|display=inline,title}} -->
| type =
| genre =
| broke_ground = 8 Februari 1960
| built = 8 Februari 1960
| opened = 1961-1962
| renovated = 2016-2017<ref>{{cite news | first = Ahmad Fawwaz | last = Usman |date=8 Agustus 2017 |url=http://bola.liputan6.com/read/3051374/menuju-asian-games-2018-renovasi-gbk-nyaris-rampung |title= Menuju Asian Games 2018, Renovasi GBK Nyaris Rampung|work=Liputan6.com |access-date=30 November 2017}}</ref>
| expanded =
| closed = 2016-2017
| demolished =
| owner = [[Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia|Sekretariat Negara Republik Indonesia]]
| operator = Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK)
| surface =
| scoreboard =
| production =
| cost = [[Dolar Amerika Serikat|$]]12,500,000 (1958, seluruh kompleks)
| architect =
| builder =
| project_manager =
| structural engineer =
| services engineer =
| general_contractor =
| main_contractors =
| seating_type =
| capacity =
| suites =
| record_attendance =
| dimensions =
| field_shape =
| acreage =
| volume =
| tenants =
| embedded =
| website = {{URL|http://gbk.id}}
| publictransit = {{rint|jakarta|TJK1}} [[Gelora Bung Karno (Transjakarta)|Gelora Bung Karno]]<br>{{rint|jakarta|TJK9}} [[Senayan JCC (Transjakarta)|Senayan JCC]]<br>{{rint|jakarta|green}} [[Stasiun Palmerah]]<br>{{rint|jakarta|M1}} [[Stasiun MRT Istora|Stasiun Istora]]
}}
 
'''Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno''' adalah sebuah kompleks [[olahraga]] serbaguna di [[Senayan]], [[Jakarta]], [[Indonesia]]. Kompleks olahraga ini menjadi rumah bagi [[Stadion Utama Gelora Bung Karno|stadion utama]], [[Stadion Madya Gelora Bung Karno|stadion sekunder]], lapangan sepak bola, stadion air, stadion tenis (''indoor'' dan ''outdoor''), lapangan hoki, bisbol dan panahan, serta beberapa gimnasium dalam ruangan. Kompleks ini dibangun pada tahun 1960 untuk [[Pesta Olahraga Asia 1962]]<ref>{{cite book|year=1962 |title=Asian Games 4. Djakarta 1962. 24 Agustus – 4 September|location=Jakarta |publisher=[[Departemen Penerangan Republik Indonesia]]}}</ref><ref>{{cite journal|last=Hanna |first=Willard A. |year=1962 |title=The Politics of Sport. Indonesia as the Host to the “Fourth Asian Games”|journal=Southeast Asia Series|volume=10 |number=19 |pages=193–203 |language=en}}</ref> dan baru-baru ini menjalani rekonstruksi besar untuk [[Pesta Olahraga Asia 2018]] dan [[Pesta Olahraga Difabel Asia 2018]].
[[Berkas:Aerial SUGBK (cropped).jpg|right|thumb|[[Stadion Utama Gelora Bung Karno]] difoto bersama Stadion Akuatik dan [[Istora Gelora Bung Karno|Istora]]]]
'''Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno''' adalah sebuah kompleks [[olahraga]] serbaguna di [[Senayan]], [[Jakarta]], [[Indonesia]]. Kompleks olahraga ini dinamai untuk menghormati [[Soekarno]], [[Presiden Republik Indonesia|Presiden]] pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olahraga ini. Dalam rangka [[de-Soekarnoisasi]], pada masa [[Orde Baru]], nama kompleks olahraga ini diubah menjadi '''Gelora Senayan'''. Setelah bergulirnya gelombang [[reformasi]] pada [[1998]], nama kompleks olahraga ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001<ref>[http://www.kompas.com/kompas-cetak/0107/18/metro/tida17.htm]</ref>.
 
Kompleks olahraga ini dinamai untuk menghormati [[Soekarno]], [[Presiden Republik Indonesia|Presiden]] pertama Indonesia, yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olahraga ini. Dalam rangka [[de-Soekarnoisasi]], pada masa [[Orde Baru]], nama kompleks olahraga ini diubah menjadi '''Gelora Senayan'''. Setelah bergulirnya gelombang [[reformasi]] pada [[1998]], nama kompleks olahraga ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001<ref>{{cite web|url=http://www.kompas.com/kompas-cetak/0107/18/metro/tida17.htm |archiveurl=https://web.archive.org/web/20040907024037/http://www.kompas.com/kompas-cetak/0107/18/metro/tida17.htm|title=Tidak Masuk Akal, Rencana Pemindahan Gelora Bung Karno |website=[[Kompas.com]] |first=Eddy |last=Hasby |date=18 Juli 2001 |archivedate=7 September 2004 |accessdate=12 September 2004}}</ref>. Kompleks ini adalah kompleks olahraga tertua dan terbesar di Jakarta dan Indonesia, dan juga salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. [[Stadion Utama Gelora Bung Karno]] adalah bangunan utama dalam kompleks olahraga ini. Singkatan ''Gelora'' dalam bahasa Indonesia juga berarti ''gejolak'' (seperti pada api atau ombak laut).<ref>{{cite web|url=https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/gelora|title=Hasil Pencarian - Gelora |publisher=Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, [[Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia]]|website=KKBI Daring |accessdate=27 Agustus 2016}}</ref>
Gedung olahraga ini dibangun mulai sejak pada tanggal [[8 Februari]] [[1960]] sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka [[Asian Games 1962]] mulai buka diresmikan sejak pada tanggal [[24 Agustus]] [[1962]] yang diadakan di [[Jakarta]].
 
Selain sebagai rumah bagi sejumlah fasilitas olahraga, kompleks olahraga ini juga merupakan tempat yang populer bagi masyarakat Jakarta untuk melakukan latihan fisik; joging, bersepeda, aerobik, dan senam khususnya saat akhir pekan.<ref>{{cite web|url=https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/14/14260451/16-dan-23-september-ring-road-gbk-dibuka-untuk-umum|title=16 dan 23 September, Ring Road GBK Dibuka untuk Umum |first=Rindi Nuris |last=Velarosdela |editor=Kurnia Sari Aziza |website=[[Kompas.com]] |date= 14 September 2018 |accessdate=15 September 2018}}</ref><ref>{{cite web|url=https://kompas.id/baca/utama/2018/09/05/stasion-utama-gbk-dibuka-untuk-umum-seusai-asian-para-games/|title=Stadion Utama GBK Dibuka untuk Umum Seusai Asian Para Games |first=Adhi |last=Kusumaputra |date=5 September 2018 |accessdate=6 September 2018 |website=[[Kompas]]}}</ref>
Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari [[Uni Soviet]] sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada [[23 Desember]] [[1958]].
 
== Latar belakangSejarah ==
[[Berkas:Aerial SUGBK (cropped).jpg|jmpl|240px|[[Stadion Utama Gelora Bung Karno]] difoto bersama Stadion Akuatik dan [[Istora Gelora Bung Karno|Istora]]]]
Setelah [[Dewan Olimpiade Asia|Federasi Asian Games]] menyatakan Jakarta menjadi tuan rumah [[Pesta Olahraga Asia 1962]] pada tahun 1958,<ref>{{cite web|url=http://newspapers.nl.sg/Digitised/Page/straitstimes19580524.1.12.aspx|title=Jakarta gets 1962 Games: No KL bid|date=24 Mei 1958|website=[[The Straits Times]]|language=en|accessdate=27 Agustus 2012}}</ref> persyaratan minimum yang belum dipenuhi oleh [[Jakarta]] adalah ketersediaan kompleks multi-olahraga. Menanggapi hal ini, Presiden [[Soekarno]] mengeluarkan Keputusan Presiden No. 113/1959 tanggal 11 Mei 1959 tentang pembentukan Dewan Asian Games Indonesia (DAGI) yang dipimpin oleh [[Daftar Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia|Menteri Olahraga]] [[Maladi]].<ref>{{cite journal|last=Adams |first=Iain |year=2003 |title=Pancasila: Sport and the Building of Indonesia – Ambitions and Obstacles |journal=Sport in Asian Society. Past and Present |editor1=Mangan, J.A. |editor2=Hong, F. |pages=295–318 |location=London and Portland |publisher=F. Cass |language=en}}</ref> Soekarno, sebagai seorang arsitek dan sarjana teknik sipil, mengusulkan lokasi di dekat [[Jalan MH Thamrin (Jakarta)|Jalan M. H. Thamrin]] dan [[Menteng]], yaitu daerah [[Karet Tengsin, Tanah Abang|Karet]], [[Pejompongan]], atau [[Dukuh Atas]]. [[Frederich Silaban]], seorang arsitek terkenal yang mendampingi Soekarno untuk meninjau lokasi dengan helikopter, tidak setuju dengan pemilihan Dukuh Atas karena ia berpendapat pembangunan kompleks olahraga di pusat daerah pusat kota masa depan akan berpotensi menciptakan kemacetan lalu lintas besar-besaran. Soeukarno setuju dan malah menugaskan daerah [[Senayan]] dengan luas sekitar 300 hektar.<ref>{{Cite web|url=http://historia.id/olahraga/sukarno-dan-gbk|title=Sukarno dan GBK|first=Hendri F. |last=Isnaeni |date=17 Maret 2015|website=historia.id|access-date=21 Januari 2018}}</ref>
 
Pemancangan tiang pertama dilakukan secara simbolis oleh Soekarno pada tanggal 8 Februari 1960. Pembangunan [[Istora Gelora Bung Karno|Istora]] selesai pada Mei 1961. [[Stadion Madya Gelora Bung Karno|stadion sekunder]], Stadion Renang (Pusat Akuatik) dan Stadion Tenis selesai pada bulan Desember 1961. Stadion Utama selesai pada 21 Juli 1962, sebulan sebelum pertandingan.<ref>{{Cite book|title=Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno|last=Pour|first=Julius|publisher=Grasindo|year=2004|isbn=|location=|pages=}}</ref>
Selain sebagai tempat berolahraga, kawasan Gelora Bung Karno oleh berbagai kelompok masyarakat sering dimanfaatkan sebagai ajang temu. Selain itu pada awal tujuan dibangunnya stadion ini, Presiden [[Soekarno]] juga menginginkan kompleks [[olahraga]] yang dibangun untuk [[Asian Games 1962|Asian Games IV 1962]] ini juga hendaknya dijadikan sebagai [[paru-paru]] kota dan ruang terbuka tempat warga berkumpul. Sebuah konstruksi khusus yang dibangun adalah atap baja besar yang membentuk cincin raksasa dan melindungi para penonton dari hujan dan panas, yang disebut oleh Bung Karno sebagai "Temu Gelang".
 
== Fase pembangunan ==
=== Sebelum Asian Games 1962 ===
[[Berkas:PembangunanGelora StadionBung SenayanKarno 1962.jpg|rightjmpl|thumb240px|Pembangunan Stadion SenayanUtama Gelora Bung Karno tahun 1961.]]
* [[8 Februari]] [[1960]] - Presiden [[Soekarno]] menancapkan tiang pancang Stadion Utama sebagai pencanangan pembangunan kompleks Asian Games IV disaksikan wakil perdana menteri [[Uni Soviet]], [[Anastas Mikoyan]].<ref>{{cite web|url=https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4018123/menteri-ppn-saat-tuan-rumah-asian-games-1962-ri-negara-miskin|title=Menteri PPN: Saat Tuan Rumah Asian Games 1962, RI Negara Miskin|first=Achmad Dwi |last=Afriyadi |website=[[Detik.com|DetikFinance]] |date=13 Mei 2018 |accessdate=13 Mei 2018}}</ref>
*[[ 21 Mei]] [[1961]] - Istana Olahraga berkapasitas 10.000 penonton selesai dibangun dan untuk pertama kalinya digunakan untuk penyelenggaraan kejuaraan dunia [[bulu tangkis]] beregu putra memperebutkan [[Piala Thomas]].
* [[Juni]] [[1961]] - Stadion [[Renang]] berkapasitas 8.000 penonton selesai dibangun. Bangunan ini terdiri dari kolam tanding 50 meter, kolam [[loncat indah]], kolam pemandian dan kolam anak. Bangunan ini direnovasi pada tahun [[1988]].
* [[25 Desember]] [[1961]] - Stadion [[Tenis]] berkapasitas 5.200 penonton selesai dibangun.
* [[Desember]] [[1961]] - Stadion Madya (sebelumnya disebut '''Small Training Football Field (STTF)''') berkapasitas 20.000 penonton selesai dibangun. Berdiri di areal seluas 1.75 [[hektar]] dengan sumbu panjang 176.1 meter, sumbu pendek 124.2 meter dan dilengkapi dengan 2 [[tribun]]; tribun barat dengan kapasitas 8.000 penonton dan tribun timur dengan kapasitas 12.000 penonton. Bangunan ini direnovasi pada tahun [[1987]].<ref>{{cite web|url=https://asiangames2018.id/news/read/103/seperti-ini-pembangunan-infrastruktur-asian-games-di-tahun-1962|title=Seperti Ini Pembangunan Infrastruktur Asian Games di Tahun 1962|date=12 Juli 2017 |accessdate=15 Juli 2017 |website=Asian Games 2018}}</ref>
*[[21 Mei|21]] [[Juni]] [[1962]] - Hall [[Bola Basket|Basket]] berkapasitas 3.500 penonton selesai dibangun.
* [[21 Juli]] [[1962]] - Stadion Utama berkapasitas 100.000 penonton selesai dibangun. Ciri khas bangunan ini adalah atap '''temu gelang''' berbentuk oval. Sumbu panjang bangunan (utara-selatan) sepanjang 354 meter; sumbu pendek (timur-barat) sepanjang 325 meter. Stadion ini dikelilingi oleh jalan lngkar luar sepanjang 920 meter. Bagian dalam terdapat lapangan [[sepak bola]] berukuran 105 x 70 meter, berikut lintasan berbentuk elips, dengan sumbu panjang 176,1 meter dan sumbu pendek 124,2 meter.
* [[24 Agustus]] [[1962]] - Gedung [[Televisi Republik Indonesia|TVRI]] Pusat sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia selesai dibangun diresmikan mulai dibuka.<ref>{{cite web|url=http://techno.okezone.com/read/2016/02/16/207/1313559/sejarah-pertama-kali-televisi-masuk-ke-indonesia|date=16 Februari 2016|title=Sejarah Pertama Kali Televisi Masuk ke Indonesia|first=Arsan |last=Mailanto |accessdate=22 Agustus 2016|website=[[Okezone.com]]}}</ref>
 
=== Sesudah Asian Games 1962 ===
[[Berkas:GBK Main Stadium during Athletics APG2018 (3).jpg|jmpl|240px|Stadion Utama Gelora Bung Karno tahun 2018.]]
 
* [[19 April]] [[1965]] - Awal pembangunan Kompleks [[DPR]] yang bertepatan dengan peringatan satu [[dasawarsa]] [[Konferensi Asia Afrika]] dan juga sebagai salah satu proyek [[Ganefo|''The New Emerging Forces'']] (lihat: [[Ganefo]]).
* [[1968]] - Lapangan [[Golf]] seluas 20 [[hektar]] mulai dibangun.
* [[1970]] - Gedung A dan Gedung B, masing - masing berkapasitas 10.000 [[penonton]] selesai dibangun. Kedua [[gedung]] ini direncanakan untuk menjadi gedung [[olahraga]] [[serbaguna]]. Gedung A digunakan untuk mengadakan [[kompetisi]] untuk olahraga [[anggar]] sedangkan Gedung B digunakan untuk mengadakan kompetisi [[senam]].
* [[1970]] - Gedung C berkapasitas 800 [[penonton]] selesai dibangun. Gedung ini berjasa melahirkan para pe-[[bulu tangkis]] [[Indonesia]] kelas dunia seperti [[Rudy Hartono]], [[Liem Swie King]], [[Icuk Sugiarto]] dan [[Ivana Lie]].
 
=== Era Yayasan Gelanggang Olahraga Senayan (YGOS) ===
Pada era Yayasan Gelanggang Olahraga Senayan ini, terjadi banyak penyimpangan sehingga kawasan Gelora Bung Karno yang semula luasnya 279,1 hektareehektar ini telah menyusut hingga tinggal 136,84 hektareehektar (49%) saja.
 
Dari jumlah yang 51% itu, 67,52 hektareehektar (24,2% dari luas semula) digunakan untuk berbagai bangunan pemerintah seperti [[Gedung MPR/DPR]], Kantor [[Departemen Kehutanan]], Kantor [[Departemen Pendidikan Nasional]], Gedung [[TVRI]], [[Graha Pemuda]], kantor Kelurahan Gelora, SMUSMA Negeri 24, [[Puskesmas]], gudang Depdiknas dan rumah makan.
 
Sisanya yang 26,7% atau 74,74 hektareehektar disewakan atau dijual untuk berbagai bangunan seperti misalnya kepada [[Hotel Hilton]], kompleks perdagangan [[Ratu Plaza]], [[Hotel Mulia]], Hotel Atlet [[Century Park]] (dahulu Wisma Atlet Senayan), [[Taman Ria Remaja Senayan]], [[Wisma Fairbanks]], [[Plaza Senayan]] dan berbagai bangunan komersial lain.
 
=== Era Badan Pengelola Gelora Bung Karno (BPGBK) ===
Pada masa BPGBK ini, dua buah bangunan di kompleks Stadion Gelora Bung Karno akan dirubuhkan. Kedua bangunan tersebut adalah Wisma Fairbanks dan Gedung Serba Guna di belakang hotelHotel Atlet Century. Semula Wisma Fairbanks diharapkan akan memberikan keuntungan kepada pihak BPGBKBPKGBK, setelah perjanjian pembangunan dan penguasaan wisma tersebut selama 30 tahun berakhir. Setelah dikembalikan, menurut pihak BPGBKBPKGBK bangunan itu tidak lagi memenuhi syarat huni. Menurut rencana, sebagai gantinya akan dibangun sebuah apartemen dan perkantoran, dengan 200 kamar yang akan disediakan untuk atlet.[http://www.kompas.com/kompas-cetak/0501/09/or/1487780.htm]
 
== Fasilitas ==
=== Daftar Bangunan di Area Gelanggang Olahraga Bung Karno ===
[[Berkas:Istora_AG18_(1).jpg|jmpl|220px|Tampak luar Istora saat [[Pesta Olahraga Asia 2018]].]]
* [[Stadion Utama Gelora Bung Karno]] (Stadion Sepak Bola)
[[Berkas:GeloraBungKarno.jpg|jmpl|220px|Pemandangan [[Stadion Utama Gelora Bung Karno]] dari lantai 46 [[Wisma 46]], 2005.]]
* [[Hall Basket]] (Basket Ball)
[[Berkas:Gelora Bung Karno Aquatic Center.jpg|jmpl|220px|Stadion Akuatik Gelora Bung Karno. Renovasi tahun 2016–17 memperkenalkan atap baru berbentuk gelombang.]]
* [[Hall A B C D]] (Basket - Badminton)
[[Berkas:GBK Softball Stadium from FX.png|jmpl|220px|Foto Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno diambil dari [[FX Sudirman]].]]
* [[Hall Menembak - Shooting Range]] (Menembak)
[[Berkas:GBKTennisStadium.jpg|thumb|220px|jmpl|Stadion Tenis ''Outdoor''.]]
* [[Istora Gelora Bung Karno]] (Multifungsi/Indoor)
*[[StadionBerkas:GBK Madya Geloraand BungTennis KarnoStadiums.jpg|jmpl|220px|Stadion Madya, Senayan]]Tenis (Stadion''Indoor'', [[Atletikdan Tenis ''Outdoor''.]])
 
* [[Tennis Indoor Stadium]] ([[Tennis/Multifungsi]])
=== Arena olahraga ===
* [[Tennis Outdoor Stadium]] (Tennis)
{| class="wikitable sortable"
* [[Stadion Renang Senayan]] ([[Renang]])
!Arena
* [[Driving Range Senayan]] ([[golf]])
!Tujuan
* [[Masjid Al Bina]] (Masjid/Aula)
!Kapasitas
* [[Wisma Serba Guna]] (Multifungsi)
!Tahun pembangunan
* [[Kantor Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno]] (Kantor Pusat Pengelola)
!Catatan
* Kantor [[Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia]]
|-
* dll.
|[[Stadion Utama Gelora Bung Karno]]
|Multi-guna, terutama [[sepak bola]]
|77,193
|1960
|Stadion terbesar di Indonesia.
|-
|[[Istora Gelora Bung Karno]]
|Multi-guna, terutama [[bulu tangkis]]
|7,166
|1960
|
|-
|Stadion Akuatik Gelora Bung Karno
|[[Renang|Akuatik]]
|7,800
|1960
|
|-
|Tenis ''Indoor''
|Multi-guna, kebanyakan konser
|3,750
|1993
|
|-
|Tenis ''Outdoor''
|[[Tenis]]
|3,800
|1960
|
|-
|[[Stadion Madya Gelora Bung Karno]]
|[[Atletik]]
|9,170
|1960
|
|-
|Hall Basket
|[[Bola basket]]
|2,400
|1960
|
|-
|Stadion Bisbol
|[[Bisbol]]
|2,000
|2016
|Dibangun di lokasi yang sebelumnya merupakan bagian dari Tenis ''Outdoor''
|-
|Lapangan Hoki
|[[Hoki lapangan]]
|818
|1973
|
|-
|Lapangan Sofbol [[Hasjrul Harahap]]
|[[Sofbol]]
|2,000
|1996
|Disebut pula ''Lapangan Softball Pintu Satu'' untuk membedakannya dengan Lapangan Sofbol Cemaratiga didekatnya, sekarang telah dihancurkan.
|-
|Lapangan Panahan
|[[Panahan]]
|293
|2016
|
|-
|Lapangan Rugbi
|[[Rugbi 7|Rugbi]]
| -
|2016
|Dibangun di lokasi bekas Stadion Atletik PASI Jaya (selesai tahun 1973)
|-
|Lapangan Tembak
|[[Menembak]]
| -
|1992
|Lokasi baru. Hotel Mulia saat ini berdiri di lokasi pertama.
|-
|Arena Gelora Bung Karno
|Aula latihan multi-olahraga
| -
|2016
|Dibangun di lokasi bekas GOR Asia Afrika, Aula latihan bulu tangkis (selesai tahun 1986)
|-
|Aula Latihan Bola Voli
|Latihan [[bola voli]]
| -
|1988
|
|-
|Lapangan Sepak Bola A, B, dan C
|Latihan sepak bola
| -
| -
|
|-
|Lapangan Golf Nasional Senayan
|[[Golf]]
| -
|1968
|
|-
|Trek Joging Krida Loka
|[[Jogging]]
| -
|1987
|
|}
 
=== Bangunan lain ===
 
==== Bangunan lain di dalam kompleks ====
* [[Jakarta Convention Center]] (selesai tahun 1974)
* Masjid Al Bina (selesai tahun 2001)
* Hotel Sultan Jakarta (sebelumnya [[Hilton Hotels & Resorts|Hilton Hotel Jakarta]], selesai tahun 1971)
* [[Hotel Mulia]] (selesai tahun 1994)
* Sirkuit mobil radio kontrol
 
Awalnya kompleks olahraga mencakup wilayah yang jauh lebih besar daripada sekarang. Selama tahun 1980-an hingga 1990-an, beberapa petak tanah dikembangkan menjadi fasilitas non-olahraga. Wilayah utara dikembangkan menjadi kantor pemerintah sementara daerah selatan dikembangkan menjadi hotel dan pusat perbelanjaan.
 
==== Kawasan utara ====
* [[Gedung DPR/MPR]] (selesai tahun 1968)
* Gedung [[TVRI]] (selesai tahun 1962)
* Gedung [[Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia]] (selesai tahun 1983)
* Gedung [[Kementerian Kehutanan Indonesia]] (Manggala Wanabakti, selesai tahun 1983)
 
==== Kawasan selatan ====
Daerah selatan awalnya adalah kawasan wisma atlet untuk Pesta Olahraga Asia 1962. Wisma atlet tersebut dihancurkan pada tahun 1970-an. Beberapa bangunan sekarang berdiri di lokasi bekas wisma tersebut.
* Atlet Century Park Hotel (selesai tahun 1990)
* Ratu Plaza (selesai tahun 1982)
* [[Plaza Senayan]] (selesai tahun 1996)
* Senayan Trade Center (selesai tahun 2006)
* [[Senayan City]] (selesai tahun 2006)
* [[fX Sudirman]] (selesai tahun 2008)
* Fairmont Hotel Jakarta (selesai tahun 2015)
* Wisma Serbaguna
* Kantor pusat [[Komite Olahraga Nasional Indonesia]]
* Klinik Pratama Gelora Bung Karno
* Apartemen Plaza Senayan
* Gedung [[Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia]]
 
== Kompetisi olahraga ==
Untuk pertama kalinya, kompleks olahraga ini menjadi tuan rumah [[Pesta Olahraga Asia 1962|Asian Games keempat]] pada tahun 1962. Stadion Utama menjadi tuan rumah [[Piala Asia AFC 2007]]. Kompetisi lain yang diadakan di lokasi ini seperti beberapa final [[Kejuaraan AFF]] dan [[Piala Indonesia]].
Istora Senayan telah beberapa kali menjadi tuan rumah kompetisi bulu tangkis [[Piala Sudirman]], [[Piala Thomas]] and [[Piala Uber]].<ref>{{cite web| first = Bagas | last = Abdiel |date=18 Januari 2017 |url=https://sports.okezone.com/read/2017/01/18/40/1594687/indonesia-pertahankan-piala-thomas-1961-di-istora-senayan |title= Indonesia Pertahankan Piala Thomas 1961 di Istora Senayan|work=[[Okezone.com]] |access-date=10 Desember 2017}}</ref>
Kompleks olahraga ini juga menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga multi-disiplin seperti [[Pekan Olahraga Nasional]] (PON) dan [[Pesta Olahraga Asia Tenggara]] (SEA Games). Kompleks ini menjadi tuan rumah PON sebanyak sembilan kali antara tahun 1951 hingga 1996. Kompleks ini menjadi tuan rumah SEA Games di tahun [[Pesta Olahraga Asia Tenggara 1979|1979]], [[Pesta Olahraga Asia Tenggara 1987|1987]], [[Pesta Olahraga Asia Tenggara 1997|1997]] dan [[Pesta Olahraga Asia Tenggara 2011|2011]]; yang terakhir menjadi tuan rumah bersama dengan kompleks [[Jakabaring Sport City]] di [[Palembang]]. Kompleks ini juga menjadi tuan rumah [[Pesta Olahraga Asia 2018]]<ref>{{cite web|url=https://metro.tempo.co/read/1105317/selama-asian-games-gelora-bung-karno-senayan-ditutup-untuk-umum|title=Selama Asian Games, Gelora Bung Karno Senayan Ditutup Untuk Umum |editor=Zacharias Wuragil |date=10 Juli 2018 |accessdate=11 Juli 2018 |website=[[Tempo.co]]}}</ref> bersama dengan kompleks di Palembang, serta [[Pesta Olahraga Difabel Asia 2018|Para Games setelahnya]].<ref>{{cite web|url=https://juara.bolasport.com/read/ragam/ragam/1828458-gbk-dan-beberapa-venue-lainnya-bakal-jadi-saksi-asian-para-games-2018|title=GBK dan Beberapa Venue Lainnya Bakal Jadi Saksi Asian Para Games 2018 |date=21 September 2018 |accessdate=22 September 2018 |first=Delia |last=Mustikasari
|editor=Imadudin Adam |website=Bolasport.com}}</ref>
 
== Revitalisasi 2016 ==
Pada tahun 2016, Kawasan Gelora Bung Karno direvitalisasi untuk mendukung penyelenggaraan [[Pesta Olahraga Asia 2018|Asian Games XVIII]] dan [[Pesta Olahraga Difabel Asia 2018|Asian Para Games III]] pada tahun 2018.<ref>{{cite web |title=Kawasan Gelora Bung Karno Segera Direnovasi |url=https://nasional.tempo.co/read/news/2016/02/18/173746261/kawasan-gelora-bung-karno-segera-direnovasi |website=nasional.tempo[[Tempo.co]] |publisherdate=Tempo.co18 Februari 2016 |accessdate=31 JanuaryJanuari 2017}}</ref> Proyek revitalisasi ini diparakarsai oleh [[Kementerian PUPRPekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]] berdasarkan Inpres Nomor 2/2016, mencakup pembangunan dan rehabilitasi 14 tempat di Komplek Gelora Bung Karno melalui 16 paket pekerjaan yang dilelang. Proyek ini dimulai bulan Februari 2016 dan rencananya selesai bulanpada Oktober 2017.<ref>{{cite web|url=https://nasional.kompas.com/read/2018/02/03/12435571/renovasi-14-venue-gbk-rampung-jokowi-ingin-resmikan-satu-per-satu|title=Renovasi 14 "Venue" GBK Rampung, Jokowi Ingin Resmikan Satu per Satu |author=Ihsanuddin |website=[[Kompas.com]] |date= 3 Februari 2018 |accessdate=4 Februari 2018}}</ref>
 
== Referensi ==
{{reflistReflist}}
 
== Bibliografi ==
Huebner,* {{Citation | last = Hübner | first = Stefan (2016).| title = Pan-Asian Sports and the Emergence of Modern Asia, 1913-1974. Singapura:| publisher = NUS Press, | place = Singapura | year = 2016 | pages = 174-201 (ISBN: | language = en | isbn = 978-981-4722-03-2) | postscript = .}}
* {{Citation | last = Pour | first = Julius | title = Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno | publisher = Grasindo | place = Jakarta | year = 2004 | isbn = 978-979-732-444-5 | postscript = .}}
* {{Citation |last=Hübner |first=Stefan |title=The Fourth Asian Games (Jakarta 1962) in a Transnational Perspective: Japanese and Indian Reactions to Indonesia’s Political Instrumentalisation of the Games |journal=International Journal of the History of Sport|volume=29 |issue=9 |year=2012 |pages=1295-1310 |url=http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09523367.2012.677035 |doi=10.1080/09523367.2012.677035 |language=en}}
* {{Citation |first=Rusli |last=Lutan |year=2011 |title=Indonesia and the Asian Games: Sport, Nationalism and the ‘New Order’ |journal=Sport in Society |volume=8 |issue=3 |pages=414-424 |doi=10.1080/17430430500249175 |url=https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/17430430500249175 |language=en}}
 
== Pranala luar ==
{{Commons category|Gelora Bung Karno Sports Complex|Gelanggang Olahraga Bung Karno}}
* [http://www.gelorabungkarno.co.id Situs web resmi]
* [http://wwwgbk.facebook.com/pages/Jakartaid/ Gelora- Bung- Karno] -Senayan-Jakarta-Indonesia/160643970631878 Situs Lainnya]web resmi
 
{{stadion-stub}}
 
[[Kategori:Bangunan dan struktur di Jakarta]]