Boris III dari Bulgaria: Perbedaan revisi

2.598 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
| predecessor = [[Ferdinand I dari Bulgaria|Ferdinand I]]
| successor = [[Simeon Sakskoburggotski|Simeon II]]
| spouse = [[Giovanna dari Italia|Putri Giovanna dari ItalyItalia]]
| issue = [[Putri Marie Louise dari Bulgaria|Putri Marie Louise, Putri Koháry]] <br />[[Simeon Sakskoburggotski|Tsar Simeon II dari Bulgaria]]
| full name = Boris Klemens Robert Maria Pius Ludwig Stanislaus Xaver
 
Boris menerima pendidikan awalnya di lembaga pendidikan yang disebut sebagai Sekolah Menengah Istana, yang diciptakan Ferdinand pada tahun 1908 semata-mata untuk anak-anaknya. Kemudian, Boris lulus dari Sekolah Militer di [[Sofia]], kemudian ia mengambil bagian dalam [[Perang Balkan]]. Selama [[Perang Dunia Pertama]], Boris menjadi ''[[liaison officer]]'' Staf Umum Angkatan Darat Bulgaria di [[Front Makedonia]]. Pada tahun 1916, ia dipromosikan menjadi kolonel dan dilantik kembali sebagai ''liaison officer'' bagi [[Grup Angkatan Darat Mackensen (Rumania)|Grup Angkatan Darat Mackensen]] dan [[Angkatan Darat Ketiga (Bulgaria)|Angkatan Darat Ketiga Bulgaria]] untuk operasi melawan [[Rumania selama Perang Dunia I|Rumania]]. Boris bekerja keras untuk memuluskan hubungan yang terkadang sulit di antara kedua komandan kesatuan tersebut, yakni [[Marsekal Lapangan]] [[August von Mackensen|Mackensen]] dan [[Letnan Jenderal]] [[Stefan Toshev]]. Karena keberanian dan pribadinya yang teladan, Boris mendapatkan respek dari pasukan dan komandan senior Bulgaria dan Jerman, bahkan dari ''Erster Generalquartiermeister'' Angkatan Darat Jerman, [[Erich Ludendorff]], yang lebih suka berurusan secara pribadi dengan Boris dan menggambarkannya sebagai orang yang sangat terlatih, orang yang benar-benar berani dan dewasa di luar usianya.<ref name="Ludendorf">{{cite book|title=Ludendorff's Own Story, August 1914-November 1918: The Great War from the Siege of Liège to the Signing of the Armistice as Viewed from the Grand Headquarters of the German Army|author=Ludendorff, E.|date=1919|issue=т. 2|publisher=Harper|url=https://books.google.com/books?id=v_ZVK4RYTAAC|accessdate=15 September 2015}}</ref> Pada tahun 1918, Boris berpangkat [[mayor jenderal]].
 
== Awal memerintah ==
[[Berkas:Scepter of Tsar Boris III.jpg|jmpl|100px|kiri|Tongkat Kerajaan Boris III]]
Pada September 1918, Bulgaria dikalahkan dalam [[Serangan Vardar]] dan dipaksa untuk melakukan perdamaian. Ferdinand kemudian turun takhta dan digantikan Boris yang menjadi Tsar pada 3 Oktober 1918.
 
Satu tahun setelah Boris berkuasa, [[Aleksandar Stamboliyski]] (atau Stambolijski) dari Perhimpunan Agraria Rakyat Bulgaria terpilih sebagai [[Daftar Perdana Menteri Bulgaria|perdana menteri]]. Meskipun populer dengan kalangan kelas petani besar, Stambolijski mendapatkan permusuhan dari kelas menengah dan militer, yang menyebabkan pemerintahannya jatuh melalui kudeta militer pada 9 Juni 1923, dan diikuti oleh pembunuhan terhadap dirinya. Pada 14 April 1925, sebuah kelompok anarkis menyerang iring-iringan Boris saat melewati Celah [[Arabakonak]]. Dua hari kemudian, sebuah bom menewaskan 150 anggota elite politik dan militer Bulgaria di Sofia sewaktu mereka menghadiri pemakaman seorang jenderal yang terbunuh (lihat [[serangan Gereja St Nedelya]]). Setelah upaya lebih lanjut pada kehidupan Boris di tahun yang sama, pembalasan militer membunuh beberapa ribu komunis dan agraria, termasuk perwakilan kaum intelektual. Akhirnya, pada bulan Oktober 1925, terdapat perang perbatasan singkat dengan Yunani, yang dikenal sebagai [[Insiden di Petrich]], yang diselesaikan dengan bantuan dari [[Liga Bangsa-Bangsa]].
 
Dalam [[kudeta Bulgaria 1934|kudeta pada 19 Mei 1934]], organisasi militer [[Zveno]] membentuk sebuah kediktatoran dan menghapuskan partai-partai politik di Bulgaria. Kekuasaan Tsar Boris direduksi dan hanya berstatus sebagai tsar boneka sebagai hasil dari kudeta.<ref>[http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,788521,00.html Tsar's Coup] ''Time'', 4 Februari 1935.</ref> Tahun berikutnya, ia melakukan kudeta balasan dan mengambil alih kendali negara. Proses politik dikontrol oleh Tsar, akan tetapi bentuk pemerintahan parlementer diperkenalkan kembali, tanpa merestorasi keberadaan partai-partai politik.<ref>[http://www.sofiaecho.com/balkans-and-world-war-1/p_31/ Balkans and World War I] {{webarchive |url=https://web.archive.org/web/20070712083123/http://www.sofiaecho.com/balkans-and-world-war-1/p_31/ |date=12 Juli 2007 }} SofiaEcho.com</ref> Dengan munculnya "pemerintahan Raja" pada tahun 1935, Bulgaria memasuki era kemakmuran dan pertumbuhan yang mencengangkan, yang pantas memenuhi syarat sebagai Masa Keemasan Kerajaan Bulgaria Ketiga. Hal itu berlangsung selama hampir lima tahun.<ref>King of Mercy, by Pashanko Dimitroff, Great Britain, 1986</ref>
 
== Pernikahan dan anak ==