Buka menu utama

Perubahan

3.426 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
Wikipedia Tukang HOAX
 
.
== Latar belakang ==
 
Ratna Sarumpaet dibesarkan di keluarga [[Suku Batak|Batak]] [[Kristen]] yang aktif dalam [[politik]]. Ratna merupakan anak ke lima dari sembilan bersaudara, dari pasangan Saladin Sarumpaet, Menteri Pertanian dan Perburuhan dalam kabinet [[Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia]] (PRRI), dan Julia Hutabarat, seorang aktivis hak-hak wanita. Keduanya juga menonjol dalam komunitas Kristen.{{sfn|Sarumpaet, Journey}} Tiga saudaranya – Mutiara Sani, Riris Sarumpaet dan Sam Sarumpaet – adalah anggota komunitas seni Indonesia.{{sfn|Fitri 2002, Playwright Ratna still}} Saat remaja ia pindah ke [[Jakarta]] untuk belajar di sana,{{sfn|Winet|2007|p=1190}} menyelesaikan sekolah menengahnya di PSKD Menteng. Dalam biografinya, teman sekelasnya [[Chrisye]] ingat bahwa Sarumpaet sangat percaya diri; dia mencatat bahwa ia menikmati menulis puisi dan kemudian membacanya dengan suara keras sementara siswa lain terlibat dalam kegiatan lain.{{sfn|Endah|2007|p=58}}
 
Pada 1969 ia belajar arsitektur di [[Universitas Kristen Indonesia]]. Pada saat inilah dia melihat penampilan ''Kasidah Berzanji'' oleh suatu kumpulan yang dipimpin oleh [[W.S. Rendra]], yang meyakinkannya untuk keluar dari universitas tersebut dan bergabung dengan grup tersebut.{{sfn|Winet|2007|p=1190}}{{sfn|Hatley 1998, Ratna accused, and defiant}} Pada tahun 1974 ia mendirikan Teater Satu Merah Panggung, yang melakukan adaptasi karya-karya asing seperti ''[[Rubaiyat Omar Khayyam]]'' serta ''[[Romeo and Juliet]]'' dan ''[[Hamlet]]'' karya [[William Shakespeare]] – yang terakhir, Sarumpaet memainkan peran tituler.{{sfn|Hatley 1998, Ratna accused, and defiant}}
 
Sarumpaet menjadi tertarik pada Islam di masa remajanya, namun baru menjadi seorang [[mualaf]] setelah menikah dengan seorang pengusaha berdarah [[Arab-Indonesia]], Ahmad Fahmy Alhady. Dari pernikahannya tersebut, ia dikaruniai empat orang anak yaitu, Mohamad Iqbal (<!--10 Juli-->1972), Fathom Saulina (<!--2 Desember-->1973), Ibrahim (<!--2 April-->1979), dan [[Atiqah Hasiholan]] (<!--3 Januari-->1982).<ref>{{cite web |url=https://www.tabloidbintang.com/berita/polah/read/40544/ini-kata-atiqah-hasiholan-soal-ibunya-ratna-sarumpaet-yang-dibully-netizen |title=Ini Kata Atiqah Hasiholan Soal Ibunya, Ratna Sarumpaet yang Di-bully Netizen |author=Supriyanto |date=11 Juni 2016 |accessdate=12 Juni 2016 |website=Tabloid Bintang}}</ref>{{sfn|Winet|2007|p=1190}}{{sfn|Sarumpaet, Journey}} Atiqah juga seorang aktris dan kemudian akan membintangi film ibunya ''Jamila''.{{sfn|The Jakarta Post 2010, Sarumpaet bags two}}
 
Pada tahun 1976, Sarumpaet, yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, meninggalkan teater dan memasuki industri film. Setelah perceraiannya, yang memakan waktu beberapa tahun dan membutuhkan rekam tulang rusuknya yang patah untuk memenuhi keperluan di pengadilan agama, ia kembali ke teater pada tahun 1989 dengan pertunjukan ''[[Othello]]'' karya Shakespeare.{{sfn|Winet|2007|p=1190}}{{sfn|Hatley 1998, Ratna accused, and defiant}} Sarumpaet mulai bekerja sebagai sutradara pada tahun 1991, dengan serial televisi ''Rumah Untuk Mama'', yang disiarkan di stasiun televisi milik pemerintah [[TVRI]].{{sfn|Dursin and Alia 2007, Ratna Sarumpaet: The agony}} Di tahun yang sama, ia mengadaptasi ''Antigone'', suatu tragedi oleh penulis Perancis [[Jean Anouilh]], dalam latar Batak.{{sfn|Jakarta Globe 2006, Putting Politics Center}}
 
== Teater politik ==
52

suntingan