Status quo ante bellum: Perbedaan revisi

610 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
 
Contoh lain adalah [[Perang Etiopia-Adal]] abad ke-16 antara [[Kesultanan Adal]] Muslim dan [[Kekaisaran Etiopia]] Kristen yang berakhir dengan jalan buntu. Kedua kekaisaran kehabisan tenaga setelah perang ini, dan tidak satu pun yang siap untuk mempertahankan diri melawan [[Migrasi Oromo]] kaum pagan.<ref>{{cite journal|last1=Gikes|first1=Patrick|title=Wars in the Horn of Africa and the dismantling of the Somali State|journal=African Studies|date=2002|volume=2|page=89–102|publisher=University of Lisbon|url=https://cea.revues.org/1280|accessdate=7 November 2016}}</ref>
 
=== Perang Tujuh Tahun ===
[[Perang Tujuh Tahun]] antara Prusia dan Austria berlangsung dari tahun 1756 hingga 1763 dan berakhir dengan ''status quo ante bellum.''<ref>{{cite book |last=Schweizer |first=Karl W.|title=England, Prussia, and the Seven Years War: Studies in Alliance Policies and Diplomacy|url=https://books.google.com/books?id=rfacoIz38n0C&pg=PA250|year=1989 |publisher=Edwin Mellen Press |isbn=9780889464650 |page=250 }}</ref> Austria mencoba merebut kembali wilayah [[Silesia]], kalah dalam [[Perang Suksesi Austria]] delapan tahun sebelumnya, namun wilayah itu tetap berada di tangan Prusia.
 
== Lihat juga ==
37.111

suntingan