Pakubuwana X: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  3 tahun yang lalu
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
== Kisah Kelahiran ==
Nama lahirnya (''asma timur'') adalah '''Raden Mas SayiddinSayyidin Malikul Kusna''' ([[Bahasa Jawa]]: ''Raden Mas SayiddinSayyidin Malikul Kusno''), putra [[Pakubuwana IX]] yang lahir dari permaisuri KRAy. Kustiyah, pada tanggal [[29 November]] [[1866]]. Pada usia 3 tahun ia telah ditetapkan sebagai putra [[mahkota]] bergelar ''Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram VI''.
 
Konon, kisah kelahirannya menjadi cermin ketidakharmonisan hubungan antara ayahnya dengan [[pujangga]] [[Ranggawarsita]]. Dikisahkan, pada saat KRAy. Kustiyah baru mengandung, [[Pakubuwana IX]] bertanya apakah anaknya kelak lahir laki-laki atau perempuan. [[Ranggawarsita]] menjawab kelak akan lahir ''hayu''. [[Pakubuwana IX]] kecewa mengira anaknya akan lahir cantik alias perempuan. Padahal ia berharap mendapat bisa [[putra mahkota]] dari KRAy. Kustiyah.
 
Selama berbulan-bulan [[Pakubuwana IX]] menjalani puasa atau tapa brata berharap anaknya tidak lahir perempuan. Akhirnya, KRAy. Kustiyah melahirkan SayiddinSayyidin Malikul Kusno. [[Pakubuwana IX]] dengan bangga menuduh ramalan [[Ranggawarsita]] meleset.
 
[[Ranggawarsita]] menjelaskan bahwa istilah ''hayu'' bukan berarti ''ayu'' atau "cantik", tetapi singkatan dari ''rahayu'', yang berarti "selamat". Mendengar jawaban [[Ranggawarsita]] ini, [[Pakubuwana IX]] merasa dipermainkan, karena selama berbulan-bulan ia terpaksa menjalani puasa berat.
1.533

suntingan