Yesaya 8: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Baris 48:
== Ayat 6 ==
:''"<font color=green>Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya</font>"''<ref>{{Alkitab|Yesaya 8:6}}</ref>
"Air Syiloah" mendapatkan air dari sebuah mata air yang mengalir dengan tenang dan menjadi sumber air bawah tanah [[Yerusalem]] ketika dikepung oleh pasukan asing. Air ini melambangkan pemerintahan Allah yang penuh kemurahan dan lembut melalui raja-raja wakil-Nya—yaitu, keturunan [[Daud]] yang saleh. Karena Yehuda dan Yerusalem sedang menolak pemerintahan Allah yang baik ini, sebagai gantinya mereka akan mengalami "banjir yang meluap-luap" dari daerah [[Efrat]], yaitu: banjir besar berupa serbuan pasukan Asyur ({{Alkitab|Yesaya 8:7-10}}). Dalam [[Perjanjian Baru]] dikenal sebagai kolam [[Siloam]], yang berhubungan dengan [[mujizat Yesus|mujizat]] [[Yesus mencelikkan mata seorang yang buta sejak lahir]] seperti tercatat pada [[Yohanes 9#Ayat 7|Yohanes 9:7]].<ref name=fulllife>The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.</ref>
 
== Ayat 7 ==