SMA Negeri 1 Padang: Perbedaan revisi

17 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
→‎Sejarah: Ubah posisi.
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(→‎Sejarah: Ubah posisi.)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
== Sejarah ==
[[Berkas:SMA Negeri 1 Padang.jpg|jmpl|275px|Gedung SMA Negeri 1 Padang]]
Cikal bakal terbentuknya sekolah ini berkaitan dengan keberadaan Perguruan Menengah Indonesia (Permindo) yang didirikan pada tahun 1949 oleh tokoh-tokoh Republikein di [[Padang]]. Sebelumnya, sekolah-sekolah di Padang masih menggunakan [[bahasa Belanda]] sebagai bahasa pengantar kecuali [[Adabiyah School]], yang telah berbahasa pengantar Indonesia.{{sfn|Yusra|2011|pp=27}} Oleh sebab itu pada tanggal [[2 Mei]] [[1949]], beberapa tokoh Republikein termasuk para guru membuka sekolah Perguruan Menengah Indonesia di Padang yang bertempat di bekas gedung [[Persatuan Guru Agama Islam]] (PGAI) di [[Jati, Padang Timur, Padang|Jati]], [[Padang Timur, Padang|Padang Timur]]. Pada awalnya Permindo dibagi menjadi enam kelas, meliputi tingkat SMP dan SMA.{{sfn|Yusra|2011|pp=28}} Meskipun berada di bawah pengawasan pemerintah [[Hindia Belanda]], keberadaan Permido yang juga menggunakan [[bahasa Indonesia]] sebagai bahasa pengantar tidak dipermasalahkan. Para guru dan siswa Permindo bebas masuk dan keluar sekolah, bahkan tokoh-tokoh Republikein dibiarkan menyelenggarakan kegiatan-kegiatannya di kompleks sekolah ini, seperti upacara peringatan [[proklamasi kemerdekaan Indonesia]] pada tahun 1949.{{sfn|Yusra|2011|pp=28}}
 
 
=== Gedung ===
[[Berkas:SMA Negeri 1 Padang.jpg|jmpl|275px|Gedung baru SMA Negeri 1 Padang di Belanti.]]
Gedung SMA Negeri 1 Padang pada awalnya merupakan bekas gedung ''[[Europeesche Lagere School]]'' (ELS), salah satu sekolah [[Belanda]] di Padang yang terletak di Jalan Balantuang yang didirikan pada tahun 1917. Selain digunakan untuk tempat belajar ELS, gedung sekolah ini sempat silih berganti menjadi bermacam-macam tempat pendidikan, seperti sekolah Jagoka selama [[penjajahan Jepang]], kembali menjadi gedung ELS pada masa perjuangan kemerdekaan, dan terakhir baru menjadi gedung SMA Negeri 1 Padang. Meskipun sudah termasuk tua, gedung ini masih tetap bertahan dengan arsitektur aslinya. Pada tahun 2008, ketika Drs. Jufril Siry, MM menjabat sebagai kepala sekolah, gedung ini direnovasi oleh [[Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala#Batusangkar|Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar]] yang permohonannya sudah disampaikan sejak tahun 2003.