Kabupaten Buton Utara: Perbedaan revisi

117 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
update pemerintahan dan merapikan
k (Bot: Menambahkan tag <references /> yang hilang)
(update pemerintahan dan merapikan)
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
'''Kabupaten Buton Utara''' adalah sebuah [[kabupaten]] di provinsi [[Sulawesi Tenggara]], [[Indonesia]]. Ibukotanya adalah [[Buranga, Bonegunu, Buton Utara|Buranga]]. Kabupaten yang juga dikenal sebagai Kabupaten Butur ini terletak di Pulau Buton yang merupakan pulau terbesar di luar pulau induk Kepulauan Sulawesi, yang menjadikannya pulau ke-130 terbesar di dunia <ref>Wikipedia. 2014. Daftar Pulau Menurut Luas Wilayah. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pulau_menurut_luas_wilayah [Di akses pada tanggal 28 November 2014]</ref>. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 pada tanggal [[2 Januari]] [[2007]]. Buton Utara merupakan kawasan yang kaya sumberdaya alam. Buton Utara memiliki banyak potensi bahan tambang (aspal, minyak bumi, emas dan konon uranium), hasil hutan (jati, damar dan rotan), hasil laut serta kawasan perkebunan yang subur.
 
== Sejarah ==
Kabupaten Buton Utara adalah 1 dari 16 usulan pemekaran kabupaten/kota yang disetujui oleh [[Dewan Perwakilan Rakyat]] pada tanggal [[8 Desember]] [[2006]].
Menurut sejarah, Kulisusu/Kolencusu/Kalingsusu merupakan salah satu dari empat benteng pertahanan Barata Patapalena (cadik penjaga keseimbangan perahu negara) pada masa Kesultanan Buton. Barata Kulisusu bersama-sama dengan Barata Muna, Barata Tiworo dan Barata Kaledupa merupakan pintu-pintu pertama pertahanan sebelum musuh masuk ke dalam wilayah pusat kekuasaan di Bau-Bau. Oleh karena itu itu mereka memiliki peran yang cukup penting dalam menjaga keselamatan negara. Mereka juga diberi hak otonom untuk mengatur sendiri daerahnya termasuk memiliki tentara sendiri namun dengan batasan-batasan pengaturan yang sudah digariskan oleh pemerintahan pusat yang ada di [[Baubau]].
LIPU TINADEAKONO SARA, bahwa berdasarkan sejarah Buton Utara adalah negeri yang didirikan dan dibangun oleh SARA. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 Tanggal 2 Januari 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Buton Utara Di [[Provinsi Sulawesi Tenggara]] yang merupakan pemekaran dari [[Kabupaten Muna]], maka pembagian wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Buton Utara meliputi 6 kecamatan, yaitu [[Kecamatan Bonegunu]], [[Kambowa]], [[Wakorumba]], [[Kulisusu, Buton Utara|Kulisusu]], [[Kulisusu Barat, Buton Utara|Kulisusu Barat]] dan [[Kecamatan Kulisusu Utara]].
 
Kabupaten Buton Utara adalah 1 dari 16 usulan pemekaran kabupaten/kota yang disetujui oleh [[Dewan Perwakilan Rakyat]] pada tanggal [[8 Desember]] [[2006]].
Ke-16 kabupaten/kota tersebut adalah:
{{col-css3-begin|2}}
* [[Kota Kendari]],
* [[Kota Bau Bau]],
* [[Kabupaten Bombana]] dan
* [[Kabupaten Wakatobi]]
{{col-css3-end}}
 
== Sejarah SingkatGeografi ==
Kabupaten Buton Utara dengan luas wilayah 1.923,03&nbsp;km² (belum termasuk wilayah perairan), terletrak di jazirah Sulawesi Tenggara meliputi bagian Utara Pulau Buton dan gugusan pulau-pulau di sekitarnya; secara adminiistratif terdiri dari 6 kecamatan dan 59 desa/kelurahan/UPT. Ditinjau dari letak geografisnya Kabupaten Buton Utara terletak pada 4,6 LS – 5,15 LS serta membujur dari Barat ke Timur antara 122,59 BT – 123,15 BT, dengan batas-batas sebagai berikut:.
 
=== KeadaanBatas Wilayah ===
Menurut sejarah, Kulisusu/Kolencusu/Kalingsusu merupakan salah satu dari empat benteng pertahanan Barata Patapalena (cadik penjaga keseimbangan perahu negara) pada masa Kesultanan Buton. Barata Kulisusu bersama-sama dengan Barata Muna, Barata Tiworo dan Barata Kaledupa merupakan pintu-pintu pertama pertahanan sebelum musuh masuk ke dalam wilayah pusat kekuasaan di Bau-Bau. Oleh karena itu itu mereka memiliki peran yang cukup penting dalam menjaga keselamatan negara. Mereka juga diberi hak otonom untuk mengatur sendiri daerahnya termasuk memiliki tentara sendiri namun dengan batasan-batasan pengaturan yang sudah digariskan oleh pemerintahan pusat yang ada di [[Baubau]].
Batas wilayah Kabupaten Buton Utara sebagai berikut:
LIPU TINADEAKONO SARA, bahwa berdasarkan sejarah Buton Utara adalah negeri yang didirikan dan dibangun oleh SARA. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007 Tanggal 2 Januari 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Buton Utara Di [[Provinsi Sulawesi Tenggara]] yang merupakan pemekaran dari [[Kabupaten Muna]], maka pembagian wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Buton Utara meliputi 6 kecamatan, yaitu [[Kecamatan Bonegunu]], [[Kambowa]], [[Wakorumba]], [[Kulisusu, Buton Utara|Kulisusu]], [[Kulisusu Barat, Buton Utara|Kulisusu Barat]] dan [[Kecamatan Kulisusu Utara]].
{{Batas_USBT
 
|utara =
== Keadaan Wilayah ==
Selat Wawonii
 
|selatan =
=== Geografi ===
[[Kabupaten Buton]]
Kabupaten Buton Utara dengan luas wilayah 1.923,03&nbsp;km² (belum termasuk wilayah perairan), terletrak di jazirah Sulawesi Tenggara meliputi bagian Utara Pulau Buton dan gugusan pulau-pulau di sekitarnya; secara adminiistratif terdiri dari 6 kecamatan dan 59 desa/kelurahan/UPT. Ditinjau dari letak geografisnya Kabupaten Buton Utara terletak pada 4,6 LS – 5,15 LS serta membujur dari Barat ke Timur antara 122,59 BT – 123,15 BT, dengan batas-batas sebagai berikut:
*|barat Sebelah Barat berbatasan= dengan selat[[Selat Buton]] dan [[Kabupaten Muna]]
 
|timur =
* Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Wawonii
* Sebelah Timur berbatasan dengan [[Laut Banda]]
}}
* Sebelah Selatan berbatasan dengan [[Kabupaten Buton]]
* Sebelah Barat berbatasan dengan selat Buton dan [[Kabupaten Muna]]
 
=== Topografi ===
 
Kabupaten Buton Utara merupakan dataran rendah dan sebahagian berbukit dengan keadaan tanah yang sangat subur terutama yang terletak pada pesisir pantai sangat cocok untuk pertanian baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan.
Kabupaten Buton Utara bagian utara terdiri dari barisan pegunungan dan sedikit melengkung ke arah utara dan mendatar ke arah selatan dengan ketinggian rata-rata antara 300 – 800 meter di atas permukaan laut, sedangkan bagian timur sepanjang arah pegunungan merupakan daerah berbukit-bukit dan mendatar ke arah pantai timur dengan luas bervariasti. Dataran rendah yang cukup luas yaitu Cekungan Lambale < 29.000 ha sejajar dengan Sungai Lambale dan Sungai Langkumbe.
=== Luas Wilayah ===
Kabupaten Buton Utara yang terdiri dari 2 matra darat dan matra laut. Luas wilayah daratan seluas 1.923,03&nbsp;km² dan luas perairan sekitar 2.500&nbsp;km². Pembagian luas wilayah daratan menurut kecamatan masing-masing:
 
* [[Bonegunu, Buton Utara|Kecamatan Bonegunu]]: 491,44&nbsp;km² (25,56%)
* [[Kambowa, Buton Utara|Kecamatan Kambowa]] : 303,44&nbsp;km² (15,78%)
 
== Pemerintahan ==
=== Daftar Bupati ===
{{utama|Daftar Bupati Buton Utara}}
{{:Daftar Bupati Buton Utara}}
 
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton Utara,
* Ir. H. M. Ridwan Zakaria, M.si dan Harmin Hari, SP, M.Si. ( 2010 - [http://www.sultrakini.com/2014/content/view/49005/137/ 10 juni 2015] )
* H Saemu Alwi ( [http://www.butonpos.com/suara-butur/saemu-alwi-pejabat-bupati-butur Pj Bupati 22 juni 2015] - 17 Februari 2016)
* Drs. H. Abu Hasan, M.Pd dan Ramadio ( 2016 - 2021)
=== Wilayah Administrasi ===
 
=== Dewan Perwakilan ===
Wilayah Administrasi [[Pemerintahan Daerah]] Kabupaten Buton Utara terdiri dari enam [[kecamatan]], yakni:
{{utama|Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buton Utara}}
 
=== GeografiKecamatan ===
{{utama|Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Buton Utara}}
Wilayah Administrasi [[Pemerintahan Daerah]] Kabupaten Buton Utara terdiri dari enam [[kecamatan]], yakni:
# [[Bonegunu, Buton Utara|Kecamatan Bonegunu]]
# [[Kambowa, Buton Utara|Kecamatan Kambowa]]
# [[Wakorumba, Buton Utara|Kecamatan Wakorumba]]
 
=== Arti Lambang Daerah ===
==== Keterangan Warna ====
 
Keterangan Warna
# Ungu: Ketenangan dan kesehatan
# Putih: Kesucian, Keluhuran dan Kejujuran
# Coklat: Kesabaran, Penopang dan Kedekatan dengan Lingkungan serta tradisi dan kebudayaan
 
==== Keterangan Gambar ====
 
# Perisai melambangkan selalu ingin mempertahankan kebenaran dan harapan masa depan yang cerah. Dengan lima sudut yang terdapat pada perisai menggambarkan konsistensi mempertahankan Pancasila.
# Telur berbentuk bulat lonjong memberi makna adanya gagasan, ide atau cita-cita yang indah, yang kelak menetas menjadi suatu kesejahteraan hidup rakyat Buton Utara.
 
== Kependudukan ==
 
=== Jumlah Penduduk ===
 
Penduduk Kabupaten Buton Utara berjumlah 74.858 jiwa dengan luas wilayah sebesar 1.923,03&nbsp;km² mempunyai kepadatan penduduk rata-rata 25 jiwa/km². Kecamatan yang paling padat penduduknya adalah Kecamatan Kulisusu sebesar 81 jiwa/km², menyusul Kecamatan Wakorumba sebesar 25 jiwa/km², Kecamatan Kulisusu Utara rata-rata 20 jiwa/km², Kecamatan Kambowa sebesar 18 jiwa/km², Kecamatan Kulisusu Barat 17 jiwa/km² dan yang paling jarang penduduknya adalah Kecamatan Bonegunu sebesar 15 jiwa/km².
 
== PerekonomianEkonomi ==
 
PDRB Kabupaten Buton Utara Tahun 2007 berdasarkan harga konstan Rp. 281.132,49 juta meningkat 5,03 % dibanding tahun sebelumnya. Perkembangan dari masing-masing sektornya adalah sebagai berikut:
 
=== Pertanian ===
 
Sektor pertanian meningkat 4,03 persen dengan nilai tambah sebesar Rp.138.395,06 juta dengan pertumbuhan terbesar terjadi pada subsektor perikanan yaitu sebesar 6,88 persen dengan nilai tambah sebesar 48.991,67 persen. Kemudian disusul pertumbuhan pada subsektor tanaman pangan sebesar 6,62 persen dan subsektor kehutanan sebesar 6,52 persen. Pertumbuhan yang paling rendah terjadi pada subsektor perkebunan dan subsektor peternakan dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 1,84 persen dan 1,83 persen,serta nilai tambah. Masing-masing sebesar Rp.34.505,92 juta dan Rp. 26.823,52 juta.
 
=== Industri ===
 
Sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,66 persen dengan nilai tambah sebesar Rp.22.099,47 juta. Pertumbuhan terbesar terjadi pada industri barang lainnya 9,73 persen disusul barang dari dari kayu dan hasil hutan sebesar 8,90 persen. Sedangkan industri yang mangalami pertumbuhan paling kecil adalah industri alat angkutan, mesin dan peralatannya deng pertumbuhan masing-masing sebesar 3,29 persen dan 3,89 persen. Kemudian untuk nilai tambah sektor industri, jenis industri makanan, miniman dan tembakau memberikan kontribusi terbesar dalam nilai tambah PDRB sektor industri yaitu sebesar Rp. 14.126,43 juta, disusul industri barang dari kayu dan hasil hutan lainnya
 
=== Pertambangan dan Penggalian ===
 
Sektor pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan 7,25% dengan nilai tambah menjadi Rp. 1.517,17 juta. Sektor listrik, gas dan air minum tumbuh sebesar 5,59% dengan nilai tambah menjadi sebesar Rp. 1.086,20 juta. Untuk sektor ini bersumber dari sub sektor listrik dengan pertumbuhan sebesar 5,71 persen dan sub sektor air bersih sebesar 2,56 persen dengan nilai tambah masing-masing sebesar Rp. 1.045,67 juta dan Rp. 40,53 juta.
 
=== Konstruksi dan Bangunan ===
 
Sektor kontruksi/bangunan tumbuh 8,49% dengan nilai tambah Rp. 20.938,97. Sektor angkutan dan komunikasi tumbuh 8,49% dengan nilai tambah Rp. 7.823,19 juta. Pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi berasal dari sub sektor pengangkutan tumbuh sebesar 2,00% dengan nilai tambah sebesar Rp. 6.566,63 juta dan pertumbuhan sub sektor komunikasi sebesar 3,82% dengan nilai tambah Rp. 1.256,56 juta.
 
=== Perdagangan ===
 
Sektor perdagangan tumbuh 3,79% dengan nilai tambah sebesar Rp. 31.159,77 juta. Pertumbuhan sektor perdagangan berasal dari 3 (tiga) sub sektor, yaitu sub sektor perdagangan besar dan enceran yang tumbuh sebesar 17,94 % dan restoran tumbuh sebesar 1,55% dengan nilai tambah masing-masing Rp. 30.746,23 juta, Rp. 4,47 juta dan Rp. 409,07 Juta.
 
=== Keuangan, Penyewaan, dan Jasa Perusahaan ===
 
Sektor keuangan,persewaan dan jasa perusahaan tumbuh 6,19% dengan nilai tambah sebesar Rp. 11.375,53 juta. Pertumbuhan sektor keuangan bersumber dari pertumbuhan sub sektor bank sebesar 11,81% disusul sub sektor jasa perusahaan sebesar 6,19%, sewa bangunan sebesar 4,86 % dan lembaga keuangan tanpa bank sebesar 1,68%.
 
=== Jasa ===
 
Sektor jasa tumbuh 5,61% dengan nilai tambah sebesar Rp. 46.737,134 juta, yang berasal dari pertumbuhan sub sektor jasa pemerintahan umum 5,61% dengan nilai tambah Rp. 44.315,78 juta dan sub sektor jasa swasta tumbuh sebesar 6,47% dengan nilai tambah Rp. 2.421,35 juta.
 
== Sosial ==
 
Persentase penduduk Kabupaten Buton Utara yang berhasil memperoleh ijazah SD adalah sekitar 32,79 persen, penduduk laki-laki yang memiliki ijazah SD sebanyak 32,41 persen dan penduduk perempuan yang memiliki ijazah SD sebanyak 33,19 persen. Selanjutnya persentase penduduk berdasarkan ijazah yang dimiliki adalah untuk tingkat SLTP/MTs/Kejuruan adalah 17,37 persen, SMU/MA/SMK 13,32 persen, DI/DII/DIII sebanyak 0,92 persen, dan DIV/Universitas 1,67 persen.
 
27.593

suntingan