Salah Asuhan (novel): Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Baris 27:
Novel ''Salah Asuhan'' dikarang selama [[Hindia Belanda|masa kolonial]] dan diterbitkan oleh [[Balai Pustaka]], penerbit buku-buku yang "cocok untuk bacaan pribumi Indonesia". Agar mendapat izin terbit pada masa itu, sebuah buku perlu menghindari tema pemberontakan dan menggunakan [[bahasa Melayu]] formal.<ref>Bakri Siregar. ''Sejarah Sastera Indonesia Modern''. 1964. Akademi Sastera dan Bahasa Multatuli: Jakarta. {{language|id}}. Pp. 32–35.</ref> Selain itu, ''Salah Asuhan'' harus ditulis kembali dengan karakter Eropa yang bercitra positif setelah Balai Pustaka menolak menerbitkannya.
 
Novel ini dapat dilatakandisebut sebagai novel multi dimensi, yang menceritakan banyak persoalan, termasuk antar bangsa maupun antar suku. Novel ini juga memberigambaranmemberi gambaran tentang budaya dan ekonomi bangsa Indonesia, pada masa penjajahan Belanda. Hal yang jelas terlihat, bagai manabagaimana novel ini mengemas permasalahan hegemoni kekuasaan Belanda terhadap bangsa kita.<ref>[https://www.portalfakta.com/index.php/2017/04/08/salah-asuhan-karya-sastra-modern-era-1920/"“Salah Asuhan”, Karya Sastra Modern era 1920"]</ref>
 
Novel ''Salah Asuhan'' telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh [[George Fowler]] dengan judul ''Never the Twain'' dan diterbitkan oleh [[Yayasan Lontar]] pada tahun 2010.