Buka menu utama

Perubahan

244 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
update dan merapikan
<!-- zona waktu, kode telepon -->
}}
 
'''Kota Bengkulu''' ({{lang-en|Bencoolen}}; [[Aksara Rejang|Rejang]]: ꤷꥍꤲ꥓ꤰꥈꤾꥈ) adalah [[ibu kota]] [[Provinsi Bengkulu]], [[Indonesia]]. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di pantai barat [[Pulau Sumatera]], setelah [[Kota Padang]]. Sebelumnya kawasan ini berada dalam pengaruh [[kerajaan Inderapura]] dan [[kesultanan Banten]]. Kemudian dikuasai [[Inggris]] sebelum diserahkan kepada [[Belanda]]. Kota ini juga menjadi tempat pengasingan [[Bung Karno]] dalam kurun tahun [[1939]] - [[1942]] pada masa pemerintahan [[Hindia Belanda]] dan menjadi kota kelahiran salah satu istrinya, [[Fatmawati]]. Kota Bengkulu memiliki luas wilayah sebesar 144,52&nbsp;km²<ref>[http://bengkulukota.bps.go.id/?page_id=129 Luas Wilayah Kota Bengkulu - BPS Kota Bengkulu]</ref> dengan jumlah penduduk sebesar 351.298 jiwa yang terdiri atas 176.535 orang laki-laki dan 174.763 orang perempuan pada tahun [[2015]].<ref>[https://bengkulukota.bps.go.id/webbeta/website/pdf_publikasi/Kota-Bengkulu-Dalam-Angka-2016.pdF Kota Bengkulu Dalam Angka Tahun 2016 (BPS)]</ref>
 
== Daftar Wali kotaGeografi ==
Kota Bengkulu dengan luas wilayah 144,52&nbsp;km², terletak di pantai barat pulau [[Sumatera]] dengan panjang pantai sekitar 525&nbsp;km. Kawasan kota ini membujur sejajar dengan [[pegunungan Bukit Barisan]] dan berhadapan langsung dengan [[Samudra Hindia]].
 
== Sejarah ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Stadsgezicht met Parr-monument Benkoelen TMnr 10014960.jpg|jmpl|200px|Pemandangan jalan di kota Bengkulu. Terlihat monumen Parr di tengah (1900-1940).]]
Pada awal abad ke-17, daerah Bengkulu berada di bawah pengaruh kerajaan Banten dan penguasa dari Minangkabau. Kedatangan orang Eropa ke kepulauan Indonesia disebabkan oleh keinginan memperoleh langsung [[rempah-rempah]] dari sumbernya. Di sejumlah negara Eropa didirikan maskapai yang tujuannya adalah mencari rempah-rempah dan menjualnya di pasar Eropa. Orang Belanda mendirikan [[VOC]] atau ''Verenigde Oost Indië Compagnie'' atau "maskapai serikat untuk Hindia Timur". Orang Inggris mendirikan ''[[East India Company]]'' atau "maskapai untuk Hindia Timur".
 
Salah satu rempah-rempah yang dicari adalah [[lada]]. Salah satu daerah di mana lada tumbuh adalah bagian selatan pulau Sumatera. Tahun 1633 [[VOC]] mendirikan pos perdagangan di Bengkulu. Kemudian VOC mengusir Inggris dari Banten. Ini memaksa East India Company, yang tetap ingin terlibat dalam perdagangan lada, mendirikan tahun 1685 suatu pos di Bengkulu, "Bencoolen" dalam bahasa Inggris, dengan tujuan mencari lada. Untuk melindungi pos ini, Inggris mengirim pasukan kecil. Untuk menampung pasukan tersebut dibangun suatu benteng, [[Fort Marlborough]].
 
Inggris menduduki Bengkulu selama 140 tahun. Dalam masa ini ratusan prajurit Inggris meninggal karena [[kolera]], [[malaria]] dan [[disenteri]]. Kehidupan di Bengkulu sangat susah bagi orang Inggris, dibandingkan dengan India. Saat itu perjalanan pelayaran dari Inggris ke Bengkulu memakan waktu 8 bulan. Pertentangan muncul antara penguasa di London dan India di satu pihak, dan mereka yang ingin mempertahankan pendudukan Inggris di Sumatera untuk melanjutkan perdagangan lada. Di samping Fort Marlborough, ''Company'' juga membangun Fort York di Bengkulu dan Fort Anne di [[Mukomuko]].
 
Terjadi juga bentrokan dengan penduduk setempat. Tahun 1719 Inggris dipaksa meninggalkan Bengkulu. Inggris kemudian kembali. Namun tahun 1760 Fort Marlborough menyerah kepada pasukan yang dikirim Perancis. Tahun 1807 ''[[residen]]t'' Inggris Thomas Parr dibunuh. Parr diganti [[Thomas Stamford Raffles]], yang berusaha menjalin hubungan yang damai antara pihak Inggris dan penguasa setempat. Di bawah perjanjian Inggris-Belanda yang ditandatangani tahun 1824, Inggris menyerahkan Bengkulu ke Belanda, dan Belanda menyerahkan [[Melaka]] ke Inggris.<ref name=Roberts1>{{cite book|last=Roberts|first=Edmund|title=Embassy to the Eastern Courts of Cochin-China, Siam, and Muscat|year=1837|publisher=Harper & Brothers|location=New York|page=34|url=http://www.wdl.org/en/item/7317/view/1/34/}}</ref> Namun, Belanda baru sungguh-sungguh mendirikan administrasi kolonialnya di Bengkulu tahun 1868. Karena produksi rempah-rempah sudah lama menurun, Belanda berusaha membangkitkannya kembali. Ekonomi Bengkulu membaik dan kota Bengkulu berkembang. Tahun 1878 Belanda menjadikan Bengkulu ''[[keresidenan|residentie]]'' terpisah dari Sumatera Selatan.
[[Berkas:Soekarno's residence in Bengkulu.jpg|jmpl|200px|Rumah Kediaman Bung Karno pada waktu pengasingan di Bengkulu, 1938-1942.]]
Berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956, Bengkulu merupakan salah satu ''Kota Kecil'' dengan luas 17,6&nbsp;km² dalam [[provinsi]] [[Sumatera Selatan]]. Penyebutan ''Kota Kecil'' ini kemudian berubah menjadi ''Kotamadya'' berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang pokok-pokok pemerintah daerah.
 
Setelah keluarnya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 tentang pembentukan [[Provinsi Bengkulu]], Kotamadya Bengkulu sekaligus menjadi ibukota bagi provinsi tersebut.<ref>[http://www.hukumonline.com/pusatdata/download/lt4c455e7f97e79/parent/1603 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967]</ref> Namun UU tersebut baru mulai berlaku sejak tanggal [[1 Juni]] [[1968]] setelah keluarnya [[Peraturan Pemerintah]] Nomor 20 Tahun 1968.<ref>[http://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/21413/nprt/817 Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968]</ref>
 
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor 821.27-039 tanggal 22 Januari 1981, Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu selanjutnya dibagi dalam 2 wilayah setingkat kecamatan yaitu [[Teluk Segara, Bengkulu|Kecamatan Teluk Segara]] dan [[Gading Cempaka, Bengkulu|Kecamatan Gading Cempaka]]. Dengan ditetapkannya Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bengkulu Nomor 440 dan 444 Tahun 1981 serta dikuatkan dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor 141 Tahun 1982 tanggal 1 Oktober 1982, penyebutan wilayah ''Kedatukan'' dihapus dan ''Kepemangkuan'' menjadi kelurahan. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1982, wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu terdiri atas 2 Wilayah Kecamatan Definitif dengan Kecamatan Teluk Segara membawahi 17 Kelurahan dan Kecamatan Gading Cempaka membawahi 21 kelurahan. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1986, luas wilayah Kotamadya Bengkulu bertambah menjadi 144,52&nbsp;km² dan terdiri atas 4 wilayah [[kecamatan]], 38 [[kelurahan]] serta 17 [[desa]].<ref>[http://www.bengkulukota.go.id/v2/sejarah/sejarah-kota-bengkulu/ Sejarah Kota Bengkulu]</ref>
 
== Pemerintahan ==
=== Daftar Wali Kota ===
{{utama|Daftar Wali Kota Bengkulu}}
{{:Daftar Wali Kota Bengkulu}}
 
Kota Bengkulu sekarang telah dipimpin oleh H. Helmi Hasan, S.E. dan Ir. Patriana Sosia Linda sebagai [[Wali Kota]] dan wakil [[Wali kota]] Bengkulu periode 2013-2018<ref name="Kepala Daerah Kota Bengkulu">[http://www.bengkulukota.go.id/v2/sekilas/kepala-daerah/ Kepala Daerah Kota Bengkulu]</ref>, Kepala Daerah yang pernah memimpin Kota Bengkulu:<ref>[http://www.bengkulukota.go.id/v2/sekilas/walikota-dari-masa-ke-masa/ Wali kota dari Masa Ke Masa]</ref>
 
# H. Budiman Ismaun, M.Pd (Pj. Walikota Bengkulu, 22 Januari 2018 s.d sekarang)<ref name="Kepala Daerah Kota Bengkulu"/>
 
=== GeografiDewan Perwakilan ===
{{utama|Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bengkulu}}
Kota Bengkulu dengan luas wilayah 144,52&nbsp;km², terletak di pantai barat pulau [[Sumatera]] dengan panjang pantai sekitar 525&nbsp;km. Kawasan kota ini membujur sejajar dengan [[pegunungan Bukit Barisan]] dan berhadapan langsung dengan [[Samudra Hindia]].
 
== Sejarah ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Stadsgezicht met Parr-monument Benkoelen TMnr 10014960.jpg|jmpl|200px|Pemandangan jalan di kota Bengkulu. Terlihat monumen Parr di tengah (1900-1940).]]
Pada awal abad ke-17, daerah Bengkulu berada di bawah pengaruh kerajaan Banten dan penguasa dari Minangkabau. Kedatangan orang Eropa ke kepulauan Indonesia disebabkan oleh keinginan memperoleh langsung [[rempah-rempah]] dari sumbernya. Di sejumlah negara Eropa didirikan maskapai yang tujuannya adalah mencari rempah-rempah dan menjualnya di pasar Eropa. Orang Belanda mendirikan [[VOC]] atau ''Verenigde Oost Indië Compagnie'' atau "maskapai serikat untuk Hindia Timur". Orang Inggris mendirikan ''[[East India Company]]'' atau "maskapai untuk Hindia Timur".
 
Salah satu rempah-rempah yang dicari adalah [[lada]]. Salah satu daerah di mana lada tumbuh adalah bagian selatan pulau Sumatera. Tahun 1633 [[VOC]] mendirikan pos perdagangan di Bengkulu. Kemudian VOC mengusir Inggris dari Banten. Ini memaksa East India Company, yang tetap ingin terlibat dalam perdagangan lada, mendirikan tahun 1685 suatu pos di Bengkulu, "Bencoolen" dalam bahasa Inggris, dengan tujuan mencari lada. Untuk melindungi pos ini, Inggris mengirim pasukan kecil. Untuk menampung pasukan tersebut dibangun suatu benteng, [[Fort Marlborough]].
 
Inggris menduduki Bengkulu selama 140 tahun. Dalam masa ini ratusan prajurit Inggris meninggal karena [[kolera]], [[malaria]] dan [[disenteri]]. Kehidupan di Bengkulu sangat susah bagi orang Inggris, dibandingkan dengan India. Saat itu perjalanan pelayaran dari Inggris ke Bengkulu memakan waktu 8 bulan. Pertentangan muncul antara penguasa di London dan India di satu pihak, dan mereka yang ingin mempertahankan pendudukan Inggris di Sumatera untuk melanjutkan perdagangan lada. Di samping Fort Marlborough, ''Company'' juga membangun Fort York di Bengkulu dan Fort Anne di [[Mukomuko]].
 
Terjadi juga bentrokan dengan penduduk setempat. Tahun 1719 Inggris dipaksa meninggalkan Bengkulu. Inggris kemudian kembali. Namun tahun 1760 Fort Marlborough menyerah kepada pasukan yang dikirim Perancis. Tahun 1807 ''[[residen]]t'' Inggris Thomas Parr dibunuh. Parr diganti [[Thomas Stamford Raffles]], yang berusaha menjalin hubungan yang damai antara pihak Inggris dan penguasa setempat. Di bawah perjanjian Inggris-Belanda yang ditandatangani tahun 1824, Inggris menyerahkan Bengkulu ke Belanda, dan Belanda menyerahkan [[Melaka]] ke Inggris.<ref name=Roberts1>{{cite book|last=Roberts|first=Edmund|title=Embassy to the Eastern Courts of Cochin-China, Siam, and Muscat|year=1837|publisher=Harper & Brothers|location=New York|page=34|url=http://www.wdl.org/en/item/7317/view/1/34/}}</ref> Namun, Belanda baru sungguh-sungguh mendirikan administrasi kolonialnya di Bengkulu tahun 1868. Karena produksi rempah-rempah sudah lama menurun, Belanda berusaha membangkitkannya kembali. Ekonomi Bengkulu membaik dan kota Bengkulu berkembang. Tahun 1878 Belanda menjadikan Bengkulu ''[[keresidenan|residentie]]'' terpisah dari Sumatera Selatan.
[[Berkas:Soekarno's residence in Bengkulu.jpg|jmpl|200px|Rumah Kediaman Bung Karno pada waktu pengasingan di Bengkulu, 1938-1942.]]
Berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956, Bengkulu merupakan salah satu ''Kota Kecil'' dengan luas 17,6&nbsp;km² dalam [[provinsi]] [[Sumatera Selatan]]. Penyebutan ''Kota Kecil'' ini kemudian berubah menjadi ''Kotamadya'' berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang pokok-pokok pemerintah daerah.
 
Setelah keluarnya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 tentang pembentukan [[Provinsi Bengkulu]], Kotamadya Bengkulu sekaligus menjadi ibukota bagi provinsi tersebut.<ref>[http://www.hukumonline.com/pusatdata/download/lt4c455e7f97e79/parent/1603 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967]</ref> Namun UU tersebut baru mulai berlaku sejak tanggal [[1 Juni]] [[1968]] setelah keluarnya [[Peraturan Pemerintah]] Nomor 20 Tahun 1968.<ref>[http://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/21413/nprt/817 Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968]</ref>
 
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor 821.27-039 tanggal 22 Januari 1981, Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu selanjutnya dibagi dalam 2 wilayah setingkat kecamatan yaitu [[Teluk Segara, Bengkulu|Kecamatan Teluk Segara]] dan [[Gading Cempaka, Bengkulu|Kecamatan Gading Cempaka]]. Dengan ditetapkannya Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bengkulu Nomor 440 dan 444 Tahun 1981 serta dikuatkan dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu Nomor 141 Tahun 1982 tanggal 1 Oktober 1982, penyebutan wilayah ''Kedatukan'' dihapus dan ''Kepemangkuan'' menjadi kelurahan. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1982, wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bengkulu terdiri atas 2 Wilayah Kecamatan Definitif dengan Kecamatan Teluk Segara membawahi 17 Kelurahan dan Kecamatan Gading Cempaka membawahi 21 kelurahan. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1986, luas wilayah Kotamadya Bengkulu bertambah menjadi 144,52&nbsp;km² dan terdiri atas 4 wilayah [[kecamatan]], 38 [[kelurahan]] serta 17 [[desa]].<ref>[http://www.bengkulukota.go.id/v2/sejarah/sejarah-kota-bengkulu/ Sejarah Kota Bengkulu]</ref>
 
=== Kecamatan ===
{{utama|Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bengkulu}}
Kecamatan di Kota Bengkulu adalah:
* [[Gading Cempaka, Bengkulu|Gading Cempaka]]
* {{id}} [http://www.bengkulukota.go.id/ Situs web resmi Pemerintah Kota Bengkulu]
* (Indonesia) [http://www.jelajahhutan.com/ www.jelajahhutan.com], sumber informasi destinasi wisata, kuliner, sosial dan budaya di Bengkulu
**
 
{{Ibukota Provinsi di Indonesia}}