Bediding: Perbedaan revisi

16 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
 
=== Peternakan ===
Menurut Prof Kamiso HN, wabah penyakit pada perikanan sering timbul berhubungan dengan musim. Pada saat [[musim kemarau]], sekitar Juli sampai September, sering timbul berbagai penyakit yang bersifat [[endemik (epidemiologi)|endemik]] dan oportunistik. Contohnya ''[[Aeromonas hydrophila]]'' (MAS), ''[[Pseudomonas]]'' sp. (BHS), ''[[Mycobacterium]]'' sp (Mycobacteriosis), dan ''[[Ichthyophthirius multifilis]]'' (Ich). Hal tersebut disebabkan keterbatasan persediaan air sehingga kualitas air menurun serta bersamaan dengan rendahnya suhu air. Dibelahan bumi selatan Indonesia, musim kemarau bersamaan dengan musim “dingin” (''bediding''). Penurunan suhu udara akan menurunkan suhu air sehingga ikan menjadi stres, nafsu makan dan daya tahan tubuh menurun.<ref>Prof Kamiso HN. 25 Maret 2013. [http://wns.gamatechno.net/devel/jogjabenih/informasi/berita/2106-prof-kamiso-hn-manajeman-budidaya-ikan-berkelanjutan "Jogja Benih", ''Prof Kamiso HN : Manajeman Budidaya Ikan Berkelanjutan ''].</ref>
 
Perubahan suhu kolam [[lele]] yang drastis antara siang dan malam hari selama periode ''bediding'' akan menyebabkan penyakit ''whitespot'' yang dapat mengakibatkan kematian pada lele. Selain itu, lele mudah terserang banyak penyakit ketika suhu kolam kurang dari 25&nbsp;°C.<ref>Belilele. 29 Mei 2012. [http://belilele.com/bediding-datang-hati-hati-dengan-lele-anda.htm Bediding Datang! Hati-Hati dengan Lele Anda.].</ref>
3.577

suntingan